Kajian Sosiologi Sastra Menggali Identitas Budaya Pada Legenda Gunung Kelud Kajian Sosiologi Sastra Menggali Identitas Budaya Pada Legenda Gunung Kelud

Insani Wahyu Mubarok (1), Mayaza Dini (2)
(1) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Indonesia,
(2) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Indonesia

Abstrak

ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan unsur-unsur yang terkandung dalam Legenda Gunung Kelud, yang mencerminkan identitas budaya masyarakat sekitar. Melalui analisis sosiologi sastra, penelitian ini mengkaji hubungan antara cerita rakyat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, serta peranannya dalam pelestarian budaya dan moral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis dengan menggunakan analisis normatif dan interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi, pencatatan dan analisis dokumen yang bersumber dari buku, artikel yang berkaitan dengan legenda Gunung Kelud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Gunung Kelud memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam praktik tradisi seperti ruwatan dan larung sesaji. Legenda ini berfungsi sebagai penjaga identitas budaya, mempererat solidaritas sosial, dan mengajarkan nilai-nilai spiritual serta moral yang berkaitan dengan keseimbangan alam. Selain itu, legenda ini juga berperan dalam memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan lokal, serta menjadi bagian penting dari tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Kata Kunci : Sosiologi sastra, Identitas Budaya, Gunung kelud

Artikel teks lengkap

##article.generated_from_xml##

Referensi

Alfath, E. D., & Permana, Y. S. (2016). Festival 1000 Tumpeng: Komodifikasi tradisi, pariwisata, dan ‘territoriality’di Gunung Kelud The Festival of 1000 Tumpeng: Commodification of tradition, tourism, and ‘territoriality’in Kelud Mountain. 29.

Buqori, I. S. (2008). Potensi Gunung Kelud Sebagai Daya Tarik Wisata Kabupaten Kediri.

Dolong, J. (2016). Teknik analisis dalam komponen pembelajaran. Inspiratif Pendidikan, 5(2), 293–300.

Dr. Abdul Fattah Nasution, M. P. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. In M. Dr. Hj. Meyniar Albina (Ed.), Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). CV.Harfa Creative.

Gunawan, A. (2016). Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi melalui penggunaan media pendidikan dalam pembelajaran IPS SD. Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, 3(2).

Herminingrum, S. (2021). Kearifan lokal masyarakat tradisional Gunung Kelud. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Lelono, T. M. H. (2015). Tradisi Ruwatan : Bersih Bumi Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana. Balai Arkeologi, 35(2), 162. https://doi.org/10.24832/berkalaarkeologi.v35i2.62

Mulia Sulistyowati. (n.d.). Mitos Dan Nilai Local Wisdom (Kearifan Lokal) Tradisi Larung Sesaji Sebagai Tolak Bala Di Kawah Gunung Kelud Desa Sugih Waras Kabupaten Kediri. 8.

Mutiah, D. (2023, 29 November) Trend Pariwisata Hijau Makin Naik di 2024, Wisata Alam Makin

Dilirik tapi Belum Digarap Optimal. Diakses pada 12 Desember 2024, dari

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/5467658/tren-pariwisata-hijau-makin-naik-di-2024-wisata-alam-makin-dilirik-tapi-belum-digarap-optimal

Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif.

Stalis, S. S. F. D., Fitrah, Y., & Dewi, Y. (2022). Nilai Budaya Legenda Bukit Perak Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas X. Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP), 4(1), 200–207.

Verulitasari, E., & Cahyono, A. (2016). Nilai Budaya Dalam Pertunjukan Rapai Geleng Mencerminkan Identitas Budaya Aceh. Juranal Catharsis, 5(1), 41–47.

Wahyudi, D. Y., & Jati, S. S. P. (2018). ARCA DWARAPALA RAKSASA GAYA SENI KADIRI, SINGHASARI & MAJAPAHIT.

Penulis

Insani Wahyu Mubarok
insaniwm@um-surabaya.ac.id (Kontak utama)
Mayaza Dini

Rincian Artikel

Artikel Serupa

1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

No Related Submission Found