PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MASALAH TERBUKA (OPEN ENDED PROBLEM)
Abstrak
ABSTRAK
Matematika diberikan di sekolah untuk membekali peserta didik
dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan
kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Salah satu kemampuan
berpikir yang dipandang penting untuk membekali peserta didik
dalam menghadapi persaingan global adalah kemampuan berpikir
kreatif. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan
meletakkan unsur secara bersamaan dalam bentuk kesatuan yang
koheren dan fungsional. Seorang siswa dapat dikategorikan kreatif,
apabila secara mental dapat mengorganisasikan unsur-unsur atau
bagian-bagian menjadi struktur baru yang belum pernah ada
sebelumnya dan berbeda dengan yang lain (Anderson dan
Krathwohl, 2001). Kemampuan tersebut dapat dilatihkan dengan
cara memberikan masalah matematika terbuka dengan jawaban
tidak tunggal atau masalah matematika dengan berbagai cara
penyelesaian. Masalah matematika terbuka (open ended problem)
adalah masalah yang menuntut jawaban beragam atau terbuka
(Heddens dan Speer, 1995). Dengan memberikan masalah
matematika terbuka, peserta didik akan dilatihkan untuk selalu
hberpikir alternatif untuk memberikan jawaban yang tidak tunggal.
Seorang siswa memungkinkan untuk menjawab suatu masalah
matematika berbeda dengan siswa lainnya dan semuanya benar.
Dengan demikian masalah matematika terbuka disamping dapat
melatihkan kemampuan berpikir kreatif juga dapat melatihkan
kepercayaan diri dan kemandirian siswa, karena setiap siswa akan
selalu percaya diri dengan jawaban benar yang diberikannya
walaupun berbeda dengan teman sebangkunya. Model masalah
matematika terbuka sudah selayaknya lebih banyak diberikan
kepada siswa dan guru seharusnya memiliki kompetensi untuk
mendesain model evaluasi pembelajaran dengan menggunakan
masalah terbuka dengan jawaban tidak tunggal.
Referensi
Anderson, Lorin dan Krathwohl, David R. 2001. A Taxonomy for Learning Teaching, and Assessing. A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York: Addison Wesley Longman Inc.
Becker, Jerry P. & Shimada, S. 1997. The Open-Ended Approach: A New Proposal for Teaching Mathematics. National Council of Teachers of Mathematics. Virginia: NCTM
Kurikulum 2004. 2003. Jakarta: Depdikbud.
Gie, The Liang, 2003. Teknik Berpikir Kreatif. Yogyakarta: Pubib dan Sabda Persada
Harris, Robert / Virtual Salt Yvi work. Learn
How to Use Careful, Critical & Creative Thinking Techniques in:www.YCP. EDU/LIBRARY/IFL/ETEXT/ETEVALU. HTM.
Hashimoto, Yoshihiko, 1997. An Example of Lesson Development. National Institude for Educational Research. National Council of Teachers of Mathematics. Reston, Virginia: NCTM Harian Kompas, 30 Desember 2002. Kecerdasan dan Kreativitas anak Harus Dirangsang.
Munandar, Utami, 1995. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
——, 1999. Kreativitas dan Keberbakatan. Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Negoro, ST. dan Harahap, B. 1985. Ensiklopedia Matematika. Jakarta. Balai Aksara.
Pusat Bahasa Depdikbud, 2001, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi 3. Jakarta: Balai Pustaka
Silver, Edward A. 1997. Fostering Creativity through Instruction Rich in Math Problem Solving and Problem Solving. Pittsburgh
Penulis
Hak cipta berada di tangan penulis
Artikel yang terbit dapat digunakan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.