Rancangan Framework Sistem Traceability untuk Menjamin Keamanan Obat Sirup Anak di Indonesia

Adinda Ludwika (1), Kresna Adi Mahendra (2), Isyfan Falah (3), Wahyu Surya Rahman (4)
(1) Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta, Indonesia,
(2) Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada, Indonesia,
(3) Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada, Indonesia,
(4) Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Abstrak

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia termasuk pada jumlah balitanya. Besarnya jumlah angka balita ini mengharuskan Indonesia memiliki fasilitas sistem kesehatan yang memadai. Keamanan obat yang dikonsumsi adalah hal terpenting sehingga memerlukan sistem pengawasan yang ketat. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah obat sirup anak yang berbahaya. Salah satu cara untuk mengendalikan permasalahan obat sirup adalah dengan melakukan tracing obat melalui sistem traceability sehingga dapat mempermudah untuk mengetahui persebaran distribusi obat. Traceability merupakan metode untuk melakukan tracing dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti proses produksi, regulasi, dan keseluruhan proses pharmaceutical supply chain mulai dari pihak manufacturer hingga retailer. Perancangan berbasis System Development Life Cycle (SDLC) dalam penelitian ini digunakan untuk menyusun sistem yang terdiri dari beberapa langkah seperti investigasi sistem, analisis sistem traceability, dan desain sistem. Hasil penelitian berupa rancangan sistem traceability berbasis QR Code dengan mengkombinasikan antara internal traceability dan eksternal traceability berbentuk 2 model QR Code yang berisi informasi tracing yang berbeda. Sistem ini berbasis real time untuk memudahkan transparansi supply chain dan tracing obat sirup anak sebagai langkah mitigasi dari permasalahan obat sirup berbahaya bagi anak

Artikel teks lengkap

##article.generated_from_xml##

Referensi

[1] BPS, “Catalog : 1101001,” Stat. Indones. 2020, vol. 53,2025, p. 790, 2025.

[2] C. A. Maharani, S. B. Musthofa, and B. Tirto, “Perilaku Ibu Dalam Mencegah Kekambuhan Pneumonia Pada Bayi dan Balita di Kota Semarang,” J. Kesehat. Masy., vol. 7, no. 2, pp. 73–80, 2019.

[3] M. Haji, L. Kerbache, K. M. Mahaboob Sheriff, and T. Al-Ansari, “Critical success factors and traceability technologies for establishing a safe pharmaceutical supply chain,” Methods Protoc., vol. 4, no. 4, 2021, doi: 10.3390/mps4040085.

[4] S. ARANDITIO, “Setahun Korban Obat Sirop Beracun Menanti Janji Pemerintah,” 07 Nov 2023, 2023. https://www.kompas.id/artikel/setahun-korban-obat-beracun-masih-menanti-janji-pemerintah (accessed Nov. 27, 2025).

[5] S. Biswas, “Kasus obat batuk sirop beracun terjadi lagi di India, 19 anak meninggal dunia gagal ginjal,” 12 Oktober 2025, 2025. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cqlzney26w9o (accessed Nov. 29, 2025).

[6] P. B. Purwandoko, K. B. Seminar, Sutrisno, and Sugiyanta, “Development of a smart traceability system for the rice agroindustry supply chain in Indonesia,” Inf., vol. 10, no. 10, 2019, doi: 10.3390/info10100288.

[7] T. Bosona and G. Gebresenbet, “Food traceability as an integral part of logistics management in food and agricultural supply chain,” Food Control, vol. 33, no. 1, pp. 32–48, 2013, doi: 10.1016/j.foodcont.2013.02.004.

[8] H. Nabli, A. Ghannem, R. Ben Djemaa, and L. Sliman, “How innovative technologies shape the future of pharmaceutical supply chains,” Comput. Ind. Eng., vol. 199, no. March 2024, p. 110745, 2025, doi: 10.1016/j.cie.2024.110745.

[9] H. Zhu, Y. Cheng, X. Song, Y. Zhou, F. Liu, and Z. Chen, “Enhancing transparency and traceability in complex supply chains: Fine-grained access control, accuracy evaluation, and secure storage,” J. Inf. Secur. Appl., vol. 93, no. July, p. 104169, 2025, doi: 10.1016/j.jisa.2025.104169.

[10] K. Kunci, “Review Pemanfaatan QR Code pada Ketertelusuran Makanan (Food Traceability),” J. Ilm. Komputasi, vol. 19, no. 2, pp. 257–264, 2020, doi: 10.32409/jikstik.19.2.92.

[11] P. Olsen and M. Borit, “The components of a food traceability system,” Trends Food Sci. Technol., vol. 77, no. December 2017, pp. 143–149, 2018, doi: 10.1016/j.tifs.2018.05.004.

[12] J. Qian, B. Xing, B. Zhang, and H. Yang, “Optimizing QR code readability for curved agro-food packages using response surface methodology to improve mobile phone-based traceability,” Food Packag. Shelf Life, vol. 28, no. January, p. 100638, 2021, doi: 10.1016/j.fpsl.2021.100638.

[13] M. M. Aung and Y. S. Chang, “Traceability in a food supply chain: Safety and quality perspectives,” Food Control, vol. 39, no. 1, pp. 172–184, 2014, doi: 10.1016/j.foodcont.2013.11.007.

[14] T. Paul, N. Islam, S. Mondal, and S. Rakshit, “RFID-integrated blockchain-driven circular supply chain management: A system architecture for B2B tea industry,” Ind. Mark. Manag., vol. 101, no. January, pp. 238–257, 2022, doi: 10.1016/j.indmarman.2021.12.003.

[15] R. B. da Silva and C. A. de Mattos, “Critical success factors of a drug traceability system for creating value in a pharmaceutical supply chain (PSC),” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 16, no. 11, p. 1972, 2019.

[16] R. P. Nair, M. G. Thushara, and K. Somasundaram, “Graph-Based Generation and Validation of Use Case Diagrams,” Procedia Comput. Sci., vol. 259, pp. 1356–1365, 2025, doi: 10.1016/j.procs.2025.04.090.

Penulis

Adinda Ludwika
adinda.sekarludwika@mesin.pnj.ac.id (Kontak utama)
Kresna Adi Mahendra
Isyfan Falah
Wahyu Surya Rahman
Ludwika, A. (2026) “Rancangan Framework Sistem Traceability untuk Menjamin Keamanan Obat Sirup Anak di Indonesia”, Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology. Surabaya, Indonesia, 5(1), hlm. 1–8. doi: 10.30651/mine-tech.v5i1.29467.

Rincian Artikel

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

No Related Submission Found