Isi Artikel Utama

Abstrak

Masyarakat dengan berbagai keragaman di dalamnya menyimpan potensi positif dan negatif, baik di skala nasional maupun global. Berbagai kasus di masyarakat menunjukkan potensi negatif yang semakin menguat, khususnya terkait kasus intoleransi, tidak terkecuali di dunia pendidikan. Guru yang merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan perlu mendapatkan penguatan terkait wawasan kebinekaan global agar lebih mampu menangkal potensi intoleransi di dunia pendidikan, khususnya di sekolah. Lokakarya reflektif-partisipatif ini bertujuan untuk memberikan penguatan sekaligus bimbingan teknis bagi para guru SD terkait implementasi wawasan kebinekaan global di sekolah. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru SD di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di SDN Pancasila dan diikuti oleh 21 peserta. Kegiatan lokakarya terlaksana dengan efektif. Kegiatan dikemas dengan sangat interaktif dan peserta sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Berdasarkan berbagai dokumen yang dihasilkan peserta dapat disimpulkan bahwa wawasan kebinekaan global para peserta meningkat yang dapat dilihat pada kemampuan peserta dalam mengaplikasikan konsep-konsep tentang kebinekaan global yang telah terima. Peserta menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam mengidentifikasi berbagai potensi di sekolah untuk menguatkan budaya toleransi di sekolah. Selain itu, peserta menunjukkan kemampuan dalam penyusunan rencana peguatan budaya toleransi terhadap berbagai keragaman di sekolah.

Kata Kunci

budaya toleransi lokakarya wawasan kebinekaan global

Rincian Artikel

Biografi Penulis

Rudi Adi Nugroho, Universitas Pendidikan Indonesia

Staf pengajar di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FPBS UPI.

Cara Mengutip
Subroto, T., Nugroho, R. A., Hernawan, A. H., Gumelar, A., Hambali, G. N., & Puspita, Y. (2026). Lokakarya Reflektif–Partisipatif untuk Penguatan Wawasan Kebinekaan Global Guru Sekolah Dasar. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(3), 1017–1030. https://doi.org/10.30651/aks.v10i3.28943

Referensi

  1. Allport, G. W. (1954). The Nature of Prejudice. Addison-Wesley.
  2. Anam, K., Amin, M. Al, Budiman, A., & Kustianingrum, A. R. (2024). Penanaman Nilai-nilai Multikultural kepada siswa Berbasis Virtual Reality di SD Muhammadiyah 18 Surabaya. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(4), 596–600. https://doi.org/10.30651/aks.v8i4.23664
  3. Badan Standar dan Asesmen Pendidikan, K. (2022). Keputusan Kepala BSKAP Nomor 009/H/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  4. Banks, J. A. (2016). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching (6th ed.). Routledge.
  5. Desimone, L. M. (2009). Improving Impact Studies of Teachers’ Professional Development: Toward Better Conceptualizations and Measures. Educational Researcher, 38(3), 181–199. https://doi.org/10.3102/0013189X08331140
  6. Fortinasari, P. B., & Malasari, S. (2023). Komik Digital dalam Mengenalkan Karakter Kebangsaan di Tingkat Sekolah Dasar. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(4), 750–764. https://doi.org/10.30651/aks.v7i4.15026
  7. Gay, G. (2018). Culturally Responsive Teaching: Theory, Research, and Practice. In Multicultural Education Series (3rd ed.). Teachers College Press.
  8. Gazali, N., Cendra, R., Candra, O., Apriani, L., & Idawati, I. (2019). Penanaman Nilai-Nilai Karakter Peserta Didik Melalui Ekstrakurikuler Pramuka. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 201–210. https://doi.org/10.30651/aks.v3i2.1898
  9. Ghozali, S. (2020). Pengembangan karakter kebhinekaan global dalam membentuk profil pelajar Pancasila. MIYAH: Jurnal Studi Islam, 16(02), 515–524.
  10. Guskey, T. R. (2000). Evaluating Professional Development. Corwin Press.
  11. Ife, J. (2013). Community Development in an Uncertain World: Vision, Analysis and Practice. Cambridge University Press.
  12. Kurniadi, F., Hilaliyah, H., Sangaji, ;, & Hapsari, N. (2017). Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Kesantunan Berbahasa. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 1–7. https://doi.org/10.30651/aks.v2i1.1023
  13. Kusniawati, S., & Asari, S. (2024). Analisis nilai kebhinekaan global profil pelajar Pancasila terhadap pembentukan karakter siswa sekolah dasar. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 7(5), 5013–5019.
  14. Oxley, L., & Morris, P. (2013). Global Citizenship: A Typology for Distinguishing its Multiple Conceptions. British Journal of Educational Studies, 61(3), 301–325. https://doi.org/10.1080/00071005.2013.798393
  15. Pettigrew, T. F., & Tropp, L. R. (2006). A Meta-Analytic Test of Intergroup Contact Theory. Journal of Personality and Social Psychology, 90(5), 751–783. https://doi.org/10.1037/0022-3514.90.5.751
  16. Smith, W. C., Fraser, P., Chykina, V., Ikoma, S., Levitan, J., Liu, J., & Mahfouz, J. (2017). Global citizenship and the importance of education in a globally integrated world. Globalisation, Societies and Education, 15(5), 648–665. https://doi.org/10.1080/14767724.2016.1222896;WGROUP:STRING:PUBLICATION
  17. Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Rineka Cipta.
  18. UNESCO. (2015). Global Citizenship Education: Topics and Learning Objectives. UNESCO.

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.