Analisis Efektivitas Penggunaan Ukuran Nozzle Spray Berbeda Pada Pengecatan Material Plat
Abstrak
Pengecatan merupakan salah satu proses penting dalam industri perkapalan dan manufaktur guna memberikan perlindungan terhadap korosi serta meningkatkan estetika permukaan logam. Salah satu metode pengecatan yang umum digunakan adalah airless spray, yang memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan ketebalan lapisan yang seragam. Salah satu faktor yang memengaruhi hasil pengecatan adalah ukuran nozzle, yang berperan dalam menentukan pola semprot dan volume cat yang dikeluarkan, sehingga memengaruhi ketebalan lapisan cat kering atau Dry Film Thickness (DFT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan berbagai ukuran nozzle terhadap hasil DFT pada pengecatan plat baja. Metode yang digunakan adalah eksperimen langsung dengan menggunakan airless spray dan variasi ukuran nozzle. Setiap pengecatan dilakukan dalam kondisi tekanan, jarak semprot, jenis cat, dan metode aplikasi yang sama. Pengukuran DFT dilakukan menggunakan alat Elcometer di beberapa titik per plat, lalu dihitung nilai rata-rata DFT dari tiap ukuran nozzle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran nozzle berpengaruh signifikan terhadap hasil DFT. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pemilihan ukuran Nozzle yang paling sesuai dengan standar spesifikasi 15-25 μm. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil paling optimal dan efisien ialah ukuran pada ukuran nozzle 823, maka dilakukan perhitungnan kebutuhan cat yaitu 1,02 liter dengan biaya cat nya ialah Rp 153.000.Dengan demikian, pemilihan ukuran nozzle yang tepat dapat meningkatkan kualitas pengecatan sekaligus mengoptimalkan penggunaan material cat.
Artikel teks lengkap
Referensi
[1] Chen.S, dkk. Research on film-forming characteristics and mechanism of painting V-shaped surfaces. Coatings 2022, 12, 658.MDPI
[2] Nuraini, E., & Budiman, H. (2019). "Pengaruh Tekanan dan Ukuran Nozzle terhadap Hasil Pengecatan Airless Spray pada Permukaan Baja." Jurnal Teknologi dan Rekayasa, 15(2), 55-63.
[3] Yang, Guichun,dkk (2022) Modeling and Characteristics of Airless Spray Film Formation. Coatings 12 page 949. MDPI.
[4] Crow, M. (2016). Protective Coatings: Fundamentals of Chemistry and Composition. NACE International.
[5] NORSOK Standard M-501. (2012). Surface Preparation and Protective Coating.
[6] Zhou, Y, dkk (2015) Path planning for spray painting robot of horns surfaces in ship manufacturing. IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng. 2019, 521, 012015.
[7] Eric.R, dkk (2019) How to select an airless sprayer: Power sources. J. Prot. Coat. Linings 2019, 36, 24–26.
[8] ASTM D4138. (2020). Standard Practice for Measurement of Dry Film Thickness of Protective Coating Systems by Destructive Means. ASTM International.
[9] BKI (Biro Klasifikasi Indonesia). (2005). Petunjuk dan Prosedur Survey: Pemilik Kapal, Operator, Galangan Kapal dan Pabrik Material/Komponen. Jakarta: PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).
[10] ISO 19840. (2012). Paints and varnishes — Corrosion protection of steel structures by protective paint systems — Measurement of, and acceptance criteria for, the thickness of dry films on rough surfaces.
[11] Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[12] Widodo, T. (2021). Statistika untuk Penelitian Eksperimen Teknik. Surabaya: ITS Press.
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 winda amalia herdianti, Mochamad Zaed Yuliadi, Daffa Ikzaz Faiz

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.