Peran Fake Order Dalam Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan Pada Toko Baru di Aplikasi Shopee

Authors

  • M. Nabiel Mushoddaq Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Bintang Arifathalla Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Versiandika Yudha Pratama Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.30651/imp.v6i1.29875

Abstract

This study analyzes the role of Fake oders in building initial customer trust in new Shopee stores using a qualitative phenomenological approach and the Theory of Planned Behavior (TPB). Data were collected through interviews with two new sellers and two active buyers. The findings show that sellers engage in Fake oders to improve store ratings, sales, and visibility through social proof. According to TPB, the intention to use Fake oders is driven by positive attitudes toward short-term benefits, subjective norms among other sellers, and perceived behavioral control despite potential risks. Buyers rely heavily on ratings, visual reviews, and transaction numbers, yet remain critical of suspicious review patterns. The study concludes that Fake oders can support early trust-building but raise ethical concerns and pose long-term risks for marketplace integrity.

Keywords: Fake oder, customer trust, TPB, social proof, Shopee

 

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Fake oder dalam membangun kepercayaan awal pada toko baru di Shopee dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Data diperoleh melalui wawancara dengan dua penjual baru dan dua pembeli aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fake oder dilakukan penjual karena dianggap mampu meningkatkan rating, penjualan, dan visibilitas toko melalui efek social proof. Berdasarkan TPB, niat melakukan Fake oder dipengaruhi oleh sikap positif terhadap manfaat jangka pendek, norma subjektif dari sesama penjual, serta persepsi kontrol perilaku terkait kemudahan melakukannya meskipun ada risiko penalti. Dari sisi pembeli, rating, ulasan visual, dan jumlah transaksi tetap menjadi indikator utama kepercayaan, namun pembeli juga kritis terhadap pola ulasan tidak wajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Fake oder efektif untuk menarik perhatian awal, tetapi menimbulkan dilema etis dan risiko jangka panjang bagi reputasi dan integritas marketplace.

Kata Kunci: Order fiktif, kepercayaan pelanggan, TPB, social proof, Shopee

Published

2026-03-24