Isi Artikel Utama

Abstrak

Pariwisata menjadi salah satu sektor sebagai penyumbang devisa terbesar di Provinsi Bali. Saat ini pengembangan wisata berkelanjutan sangat penting untuk dilakukan agar pariwisata terus berkembang dengan memperhatikan lingkungan. Permasalahan utama dalam pengembangan pariwisata di Desa Lebih yaitu partisipasi masyarakat dan belum optimalnya partisipasi POKDARWIS. Metode yang dilakukan yaitu dengan Focus Group Disscussion (FGD) yang dilakukan kepada Pemerintah Desa, Kelompok Dasar Wisata (POKDARWIS) dan Masyarakat Desa Lebih. Hasil FGD menunjukkan bahwa Desa Lebih tidak hanya memiliki potensi wisata bahari, tetapi juga potensi hutan desa yang belum tergara secara optimal. Namun demikian, pengembangan objek wisata masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi yang berdampak pada pencemaran lingkungan serta belum tersedianya regulasi lokal yang mengatur tata kelola pariwisata desa. Capaian program ditunjukkan melalui meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dan POKDARWIS dalam diskusi perencanaan pariwisata dan munculnya sejumlah gagasan pengembangan wisata. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi awal berupa kebutuhan penyusunan regulasi desa dan penguatan kelembagaan POKDARWIS sebagai langkah awal pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar.

Kata Kunci

Desa Wisata Tata Kelola Strategi pengembangan

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Antarini, L., I Wayan Sudemen, & Victorius Adventius Hamel. (2026). Tata Kelola Desa Wisata Berkelanjutan melalui Pendampingan di Desa Lebih Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(1), 680–688. https://doi.org/10.30651/aks.v10i1.27977

Referensi

  1. Aminuddin, H., Nailufar, F. D., & Mujiburrohman, M. A. (2021). Dampak Pengembangan Desa Wisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat. Journal of Public Power, 76–85.
  2. Ariani, N. K. D., & Suryawan, I. B. (2019). Perencanaan Pengembangan Kawasan Pariwisata Pantai Lebih, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Jurnal Destinasi Pariwisata, 6(2), 258. https://doi.org/10.24843/jdepar.2018.v06.i02.p09
  3. Ayu, I., & Putri, K. (2023). Identifikasi Persebaran Daya Tarik Wisata Di Kawasan Pariwisata Ubud Kabupaten Gianyar Bali. Jounal of Tourism and Interdisciplinary Studies, 3(1), 54–74.
  4. Bahri, A. S. (2023). Penerapan Kriteria Desa Wisata pada Desa Wisata Batulayang, Bogor, Jawa Barat. Kontan: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Bisnis, 2(3). https://doi.org/10.59818/kontan.v2i1.428
  5. Herlina, E., Setiawan, I., Haris, F., Prabowo, E., Usmar, D., Fauzan, I., Ekonomi, F., Galuh, U., & Artikel, I. (2022). Pelatihan dan Pendampingan Literasi dalam Upaya Mempromosikan Destinasi Wisata untuk Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Ciamis. Jurnal Bumi Raflesia, 5(1006), 1006–1012.
  6. Indhawati, A. (2022). Pengembangan Objek Wisata Lontar Sewu Oleh BUMDesa. Jurnal Kebijakan Publik, 13(2), 152–157.
  7. Kartimin, I. W., Mekarini, N. W., & Arini, N. N. (2022). Potensi Desa Wisata Munggu Sebagai Daya Tarik Wisata Berbasis Masyarakat Di Kabupaten Badung. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 13(1), 34–41.
  8. Komiter, & Gamaliel, L. (2023). Studi potensi destinasi wisata desa saporkren kabupaten raja ampat. Jurnal Stupa: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur, 5(1), 365–380. https://doi.org/10.24912/stupa.v5i1.22693
  9. Melia Sumitapradja, A., & Anom, I. P. (2020). Analisis Prioritas Pengembangan Pariwisata di Desa Wisata Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Jurnal Destinasi Pariwisata, 8(1), 92. https://doi.org/10.24843/jdepar.2020.v08.i01.p12
  10. Naqiah, A. (2023). Collective Action Kelompok Sadar Wisata Desa Malaka Dalam Percepatan Pariwisata Guna Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer.
  11. Saraswati, W., Hadiyatno, D., & Karlinda Sari, D. (2025). Peran Pengabdian Pada Masyarakat Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm). Jurnal Abdi Masyarakat Ilmu Ekonomi (JAMIE), 7(2), 30–34. https://doi.org/10.36277/jamie.v7i2.557
  12. Sukaris. (2023). Strategi pengembangan wisata desa yang berkelanjutan. Jurnal Manajerial, 10.
  13. Syaifudin, M. Y. (2019). Peran Pemerintah Desa Dalam Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Desa Wisata (Studi di Desa Jurug Kabupaten Ponorogo). Jurnal Publika, 17–30.
  14. Wahyuanto, E., Aulia Taufiqi, M., Azizah, N., & Siti Maryam, N. (2025). Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Meningkatkan Administrasi Desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(3), 359–363. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i3.397
  15. Wijaya, N. S., Sudarmawan, I. W. E., & Sukaarnawa, I. G. M. (2021). Community base tourism untuk menunjang pariwisata berkelanjutan di kawasan desa wisata taro, tegallalang, gianyar bali. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 11(2), 90–100. https://doi.org/10.22334/jihm.v11i2.181.

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.