Konsep Kesejajaran Garis dalam Geometri Euclid dan Geometri Riemann serta Aplikasinya dalam Kajian Ilmu Falak

Agus Solikin

Abstract

Kesejajaran garis dalam geometri Euclid dan Riemann dalam kajian matematika memiliki perbedaan. Perbedaan  dalam konsep kesejajaran garis tersebut, tentunya akan memberikan perbedaan pada kajian-kajian berikutnya. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dirancang untuk mengkaji berkenaan konsep kesejajaran garis dalam geometri Euclid dan Riemann, kemudian aplikasinya dalam kajian ilmu Falak  Berdasarkan fokus pembahasan tersebut, maka metode penelitian direncanakan dalam bentuk deskriptif kualitatif, dengan sumber data literatur-literatur yang terkait dengan fokus penelitian dan data dikumpulkan dengan cara penelaahan dokumen-dokumen tersebut. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan cara deskriptif analitis induktif yang menggunakan pendekatan grounded theory. Berdasarkan penelitian ini diperoleh suatu penjelasan yang utuh tentang konsep kesejajaran garis dalam geometri Euclid dan Riemann, bahwa dalam geometri Euclid dikenal kesejajaran garis, sedangkan dalam geometri Riemann tidak kenal kesejajaran garis. Berkenaan dengan aplikasi dari kesajajaran garis dalam geometri Euclid pada kajian ilmu falak dapat dilihat pada konsep dip (kerendahan ufuk), sedangkan kesejajaan garis dalam geometri Reemann pada kajian ilmu falak dapat diketemukan pada konsep lintang geografis pada suatu tempat

Keywords

kesejajaran garis; geometri euclid; geometri riemann, Ilmu Falak

References

Anugraha, R. 2012. Mekanika Benda Langit. Yogyakarta: Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada.

Barlow and Bryan. 1900. Elementery Mathematical Astronomy. London: W, B. Clive.

Barlow and Bryan. 1946. Elementery Mathematical Astronomy. London. University totorial press ltd.

Brenke, W. C. 1943. Plane and Spherical Trigonometry. USA: The Dryden Press.

Budiarto, T. Mega, & Masriyah, tth. Sistem Geometri. Surabaya: Unesa University Press.

Dhillon, V. Spherical Trigonometry, Sheffield universty-UK. Spherical trigonometry.http://www.shef.ac.uk/uni/academi/N-Q/phys/people/vdhillon/teching/phy105_sphergeon.html

Hambali, S. 2011. Ilmu Falak. Semarang: Program pascasarjana IAIN Walisongo Semarang.

Moleong, L. J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Negoro dan Harahap. 2005. Ensiklopedi Matematika. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Purwanto, A. 2011. “Penentuan arah Kiblat”. Makalah Pelatihan Hisab Falak di PWM Jatim. Tanggal 10 Juli 2011.

Purwanto, A. 2012. “Makalah Falak”. Makalah Pelatihan Hisab Falak di PWM Jatim. Tanggal 17 Juli 2011.

Suryana. 2010. Metodologi Penelitian. Bogor: Universitas Pendidikan Indonesia.

Wijaya, A. 2009. Matematika Astronomi: Bagaimana Matematika Mempelajari Alam. Makalah pada Seminar Nasional MIPA di Universitas Negeri Yogyakarta. Tanggal 16 Mei 2009.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/must.v2i2.865

Refbacks

  • There are currently no refbacks.