PENGARUH PEMBERIAN AMPAS KOPI SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens)

Penulis

  • Ismy Tsaniyah Universitas Muhammadiya Surabaya
  • Ruspeni Daesusi Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30651/jpb.v8i1.9325

Kata Kunci:

ampas kopi, jumah helai daun, pupuk organik, tinggi tanaman.

Abstrak

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah kafe, kedai kopi dan restoran di Indonesia tumbuh pesat sebesar 15 – 20% di tahun 2014 dan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Diperkirakan produksi tahunan ampas kopi di seluruh dunia adalah sekitar 6 juta ton. Komposisi kimia ampas kopi mengandung 2,28% nitrogen, fosfor 0,06% dan 0,6% kalium yang dapat menyuburkan tanah sehingga berpotensi dijadikan sebagai pupuk organik. Disisi lain, pemakaian pupuk kimia yang berlebihan akan membuat  kualitas tanah menjadi menurun.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas kopi sebagi pupuk organic terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan post test only control design. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ujungpangkah kabupaten gresik provinsi jawa timur. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu menggunakan media tanam berupa tanah saja (control negative), tanah dan urea (control positif),  P1(tanah 2kg dan ampas kopi 1kg) dan P2(tanah 1,5kg dan ampas kopi 1,5kg). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah helai daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas kopi tidak memberikan pengaruh  terhadap tinggi tanamaan cabai rawit namun pemberian tanah 2kg dan ampas kopi 1kg memberikan pengaruh yang baik terhadap jumlah helai daun pada minggu keempat.

Referensi

[BPS] Badan Pusat Statistik.2014. Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kopi2013-2015. Jakarta (ID) : Direktorat Jendral Perkebunan.

Aman, Fakhrul dkk.2018. Penyerapan Limbah Cair Amonia Menggunakan Arang Aktif Ampas Kopi. Jurnal Litbang Industri - Vol. 8 No. 1, Juni 2018 : 47 – 52.

Cruz, Rebecca dkk, 2012. Carotenoids of Lettuce (Lactuca sativa L.) Grown on Soil Enriched with Spent Coffee Grounds. Molecules 2012, 17, 1535-1547.

Darmawan, A. F. 2013. Pengaruh Berbagai Macam Bahan Organik Dan Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.). Jurnal Produksi Tanaman 1 (5): 389-397.

Hafizah, Nur dan Rabiatul Mukarramah.2017. Aplikasi Pupuk Kandang Kotoran Sapi Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frustescens L.) Di Lahan Rawa Lebak. ZIRAA’AH, Volume 42 No.1, Februari 2017 hal 1-7.

Olivar V.T., Torres O.G.V., Patiño M.L.D., Nava H.S., Martínez A.R., Alemán R.M.M., Aguilar L.A.V., and Tejacal I.A. 2014. Role of Nitrogen and Nutrients in Crop Nutrition. Journal of Agricultural Science and Technology B 4 : 29-37.

Prajnanta, F. 2011. Mengatasi Permasalahan Bertanam Cabai. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pranata, Ayub S.2010. Meningkatkan Hasil Panen dengan Pupuk Organik. Jakarta Selatan : PT Agro Media Pustaka.

Santosa, Joko Sartono.2018. Pengaruh Limbah Ampas Kopi Dan Macam Media Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sorgum Di Polybag. Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi.

Santosa, Joko Sartono dan Teguh Yuwono.2018. Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi Untuk Tanaman Hias Dalam Pot Di Desa Sumber Kecamatan Banjarsari Kotamadya Surakarta. ADIWIDYA, Volume II Nomor 2.

Sumarni, Titin.2014. Upaya Optimalisasi Kesuburan Tanah melalui Pupuk Hijau Orok-Orok (Crotalaria juncea) pada Pertanaman Jagung (Zea mays L.). Prosiding seminar nasional Lahan Suboptimal hal 368-372 ISBN : 979-587-529-9.

Unduhan

Diterbitkan

2020-04-29

Terbitan

Bagian

Artikel