Pengaruh Pemberian Campuran Seduhan Umbi Bawang Putih (Allium Sativum) Dan Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Sebagai Biopestisida Alami Terhadap Aktifitas Hama Jangkrik (Tarbinskiellus Portentosus) Serta Implementasinya Sebagai Edukasi Masyarakat

Penulis

  • Aris Ahmad Ismail Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Peni Suharti Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30651/pb:jppb.v9i2.13600

Kata Kunci:

umbi bawang putih, lidah buaya, biopestisida, hama jangkrik

Abstrak

Bawang Putih dan lidah buaya merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat dan juga kegunaan salah satunya yaitu sebagai bahan biopestisida. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: 1) mendeskripsikan pengaruh pemberian berbagai konsentrasi campuran air seduhan umbi bawang putih (Allium sativum) dan lidah buaya (Aloe vera L) terhadap aktivitas jangkrik, 2) mengetahui pada konsentrasi berapa dari campuran air seduhan umbi bawang putih dan lidah buaya yang paling efektif membunuh hama jangkrik. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan desain penelitian yakni Post Test Only Conrol Desain dan rancangan acak kelompok (RAK). Penelitian ini menggunakan 125 ekor jangrik (Tarbinskiellus portentosus) sebagai sampel yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu pemberian campuran seduhan air umbi bawang putih (Allium sativum) dan lidah buaya (Aloe vera L) konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100% dan 0% (P1-P5). Analisis data statistik menggunakan uji normalitas Kolmogorov-smirnov diperoleh hasil signifikan (p) < 0,05 sebesar 0,032 yang berarti data tidak berdistribusi normal. Uji Kruskal wallis diperoleh nilai  signifikasi (p) < 0,05 sebesar 0,001 yang artinya H1 diterima yang berarti ada pengaruh yang berbeda dari berbagai konsentrasi air seduhan umbi bawang putih (Allium sativum) dan lidah buaya (Aloe vera L). hasil uji mann whitney menunjukkan yang paling efektif membunuh jangkrik (Tarbinskiellus portentosus) adalah pada perlakuan P3 (50%). Kesimpulan penelitian ini adalah (1) ada pengaruh berbeda dari pemberian berbagai konsentrasi air seduhan umbi bawang putih (Allium sativum) dan lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap aktivitas jangkrik (Tarbinskiellus portentosus), (2) pada perlakuan P3 (perlakuan 3: konsentrasi 75%) merupakan pemberian konsentrasi paling efektif terhadap aktivitas jangkrik (Tarbinskiellus portentosus) dengan menunjukkan presentase perubahan aktivitas sebesar (88%).

Referensi

Nisa Intan Chairun, 2020. Komparasi Efektifitas Ekstrak Bawang Putih Dan Umbi Gadung Dalam Mengatasi Hama Jangkrik Pada Tanaman Cabai. Jurnal Ilmu Pertanian. Vol.27, No.2 Agustus 2020, 204-213.

Erniwati, 2012. Fauna Indonesia. Vol. 11 (2) Desember 2012 : Hal. 10-14.

NugrohoAnwari Adi, dkk. 2020. Studi Pola Interaksi Perilaku Jangkrik (Gryllus Bimaculatus ) Jantan Dan Betina. Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya. Vol. 7(1), 2020,41-47.

Abi, H. Oramahi, 2017. Identifikasi Morfologi Serangga Berpotensi Sebagai Hama Dan Tingkat Kerusakan Pada Bibit Meranti Merah (Shorea Leprosula) Di Persemaian Pt. Sari Bumi Kusuma. Jurnal Hutan Lestari. Vol.5 (3) : 644-652.

TuhuteruSumiyati, dkk. 2019. Pembuatan Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Sayuran Di Distrik Siepkosi Kabupaten Jayawijaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 25 No. 3, Juli-September 2019.

Saenong M. Sudjak, 2016. Tumbuhan Indonesia Potensial Sebagai Insektisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Kumbang Bubuk Jagung (Sitophilus Spp). Jurnal Litbang Pertanian. Vol. 35 No. 3 September 2016 : 131-142.

TigauwSelviana M. I, dkk. 2015. Efektivitas Ekstrak Bawang Putih Dan Tembakau TerhadapKutu Daun (Myzus Persicae Sulz.) Pada Tanaman Cabai(Capsicum Sp). Eugenia Vol. 21 No.3 Oktober 2015.

AriviaShella, dkk. 2012. Efek Larvasida Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap LarvaAedes Aegypti Instar III. Majority (Medical Journal Of Lampung University).

Hasnah & Hanif Usamah, 2010. Efektivitas Ekstrak Bawang Putih Terhadap Mortalitas Sitophilus Zeamais M. Pada Jagung Di Penyimpanan. J. Floratek 5: 1-10.

UmarAbdullah. 2014. Potensi Lidah Buaya Sebagai Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Hawar Daun Bakteri Pada Tanaman Padi Si Kalimantan Barat. Science Innovation Networks, Hal. 94-99.

Sumartini, 2016. Biopestisida Untuk Pengendalian Hama Dan PenyakitTanaman Aneka Kacang Dan Umbi. Iptek Tanaman Pangan Vol. 11 No. 2 2016.

Diterbitkan

2021-10-26

Terbitan

Bagian

Artikel