Isi Artikel Utama

Abstrak

Budidaya lebah kelulut (Heterotrigona itama) di kawasan pesisir tropis merupakan peluang ekonomi yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Bagan Kuala, Serdang Bedagai. Program Pengabdian kepada Masyarakat Desa Binaan Universitas Sumatera Utara bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan mangrove, budidaya lebah kelulut, dan identifikasi hama serta pengelolaan habitat mangrove secara berkelanjutan. Program melibatkan 12 peserta lokal dan dilaksanakan melalui survei, sosialisasi, focus group discussion, pelatihan, praktik lapangan, pendampingan, dan evaluasi pada Agustus–September 2023. Peserta memperoleh tiga stup lebah kelulut beserta peralatan pendukung budidaya, sedangkan perangkap warna digunakan untuk mendukung pemantauan serangga pada kawasan mangrove. Program juga mendukung kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 40% sebelum program menjadi 90% setelah kegiatan. Integrasi konservasi mangrove dan budidaya lebah kelulut diharapkan dapat memperkuat peluang mata pencaharian yang ramah lingkungan dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir di Desa Bagan Kuala, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Kata Kunci

Heterotrigona itama mangrove pemberdayaan masyarakat penangkaran lebah kelulut Serdang Bedagai

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Siregar, A. Z., Tulus, Chandra Ayu, P., & Basyuni, M. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penangkaran Lebah Kelulut dan Konservasi Mangrove di Bagan Kuala. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(3), 1054–1066. https://doi.org/10.30651/aks.v10i3.29233

Referensi

  1. Awaludin, A. Saragih, W.S. (2024). Sosialisasi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Berbasis Masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien 3 (2), 145-153
  2. Basyuni,M., Risnasari,I., Slamet, B., Elfiati, D., Yunasfi, Baiquni, A.R, Jumilwaty, E., Siregar, E.S., Siregar A.Z.,Mubaraq,A., Aznawi A.A., Nauly, M. (2024).Pemberdayaan dan kemandirian Desa Binaan Bagan Kuala, Kabupaten Serdang Bedagai melalui inisiatif pengabdian masyarakat yang berfokus pada ekowisata dan pengembangan produk pewarna alami ecoprint. Jurnal Selaparang, 8 (4), 3456-3463.
  3. Djamaluddin, R. (2018). Mangrove. Unsrat Press.
  4. Hasan, P.A., Firman, F. Firdaus, F. Ariandi, A. (2025). Pelatihan Budidaya Lebah Madu Tidak Bersengat (Trigona sp.) Pada Komunitas Sahabat Pesisir Gonda Mangrove Park Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Madaniya,3 (1), 111-116, 2022.
  5. Harjanto, S. (2020). Budidaya lebah madu kelulut sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat. Modul Pelatihan Daring Budidaya Lebah Kelulut. Tropenbos Indonesia dan Swaraowa.
  6. Hidayatullah, M. (2016). Madu mangrove hasil hutan bukan kayu potensial. Warta Cendana: Environment and Forestry Research and Development Institute of Kupang, 2, 1–5.
  7. Karnan, K., Syukur, A., Khairuddin,K., Yamin,M. (2021). Pemanfaatan Budidaya Lebah Madu Klanceng (Trigona sp) Terintegrasi dalam Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Sebagai Laboratorium Alami Pembelajaran Biologi. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 6 (3), 552-560.
  8. Mashur, D., Metananda, A.A., Nasution, M.S., Ikhsan,M., Zulfarina, Z., Rusli, Z., Sadad, A., Putra, I.M. Sulistyani, A.,Iswandi, I., Putri, V.D., Dewi, A., Manullang, L. (2025). Unri Conference Series: Community Engagement 7, 76-86.
  9. MacNAE, W. (1968). A general account of the fauna and flora of mangrove swamps and forests in the Indo-West Pacific region. Advances in Marine Biology, 6, 73–270.
  10. Michener, C. (2007). The bees of the world (2nd ed.). The Johns Hopkins University Press.
  11. Mulyono, Susdiyanti, T., & Supriono, B. (2015). Kajian ketersediaan pakan lebah madu lokal (Apis cerana Fabr.). Jurnal Nusa Sylva, 2, 18–26.
  12. Prayoga, S., Burhanudin, & Wardenaar, E. (2020). Potensi vegetasi mangrove sebagai pakan lebah madu di kawasan hutan mangrove Surya Perdana Mandiri Kelurahan Setapuk Besar Singkawang Utara. Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak.
  13. Qomar, N., Muhammad, A., Idwar I., Sutikno, S. Laili Isnaini, Z.L., Nawawi,A., Jhonnerie,R. (2019). Partisipasi anggota pokdarwis dalam program desa binaan untuk pengembangan ekowisata terintegrasi di Kampung Rawa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Unri Conference Series: Community Engagement 1, 670-677.
  14. Ridwan, M., Jasmi, & Hidayat, Y. (2016). Volume nektar dan berat polen tumbuhan sumber pakan Apis cerana Fabr. di Patalangan Kabupaten Padang Pariaman. Repository STKIP PGRI Sumatera Barat, 1–4.
  15. Roslinda, E.,Wiwik Ekyastuti, W., Astiani. (2021).Teknologi budidaya lebah madu kelulut di kawasan mangrove. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat 10 (1), 58-61.
  16. Viraktamath, a., S., Fakrudin, B., Vastrad, A. S., & Mohankumar. (2013). Morphometry and phylogeography of honey bees and stingless bees in India. Network Project on Honey Bees and Stingless Bees, Department of Agricultural Entomology, University of Agricultural Sciences Dharwad.
  17. Winahyu, N., Amirudin, F., & Azizah, I. N. (2021). Analisis pemasaran lebah madu klanceng (H. itama) di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Agribest, 5(1), 25–33.
  18. Windriyanti, W., Priyadarshini, R., Lestari, S.R.,Wijayanti, F, Rahmadhini, N. (2025). Meliponikultur Mangrove: Jalan Baru Konservasi Pesisir. Deepublish.

Artikel Serupa

<< < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.