Penerapan Scaffolding sebagai Upaya dalam Meningkatkan Level Berpikir Matematis Siswa Ditinjau dari Taksonomi SOLO

Rudy Setiawan, Zuni Mitasari

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu adanya peningkatan level berpikir matematis siswa berdasarkan taksonomi SOLO yang diberikan bantuan scaffolding pada materi pertidaksamaan linier. Objek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Tazkia IIBS Malang yang sudah pernah mempelajari materi pertidaksamaan linier. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif-responsif dengan jenis penelitian studi kasus. Jumlah objek penelitian sebanyak 3 siswa dengan rincian 1 siswa dengan level berpikir aljabar unistructural (level 1), 1 siswa dengan level berpikir aljabar multistructural (level 2), dan 1 siswa dengan level berpikir aljabar relational (level 3). Penelitian ini melibatkan scaffolding sebagai perlaukan utama untuk meningkatkan level berpikir matematis siswa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa setelah pemberian scaffolding pada tes tertulis 1, dari siswa dengan level berpikir aljabar unistructural (level 1) dapat meningkat menjadi multistructural (level 2). Siswa dengan level berpikir aljabar multistructural (level 2) dapat meningkat menjadi extended abstract (level 4). Serta siswa dengan level berpikir aljabar relational (level 3) dapat meningkat menjadi extended abstract (level 4).

Keywords

aljabar; level berpikir matematis; taksonomi SOLO; scaffolding

References

Arifendi, R. F., & Setiawan, R. (2019). Upaya peningkatan penalaran matematis mahasiswa universitas tribhuwana tunggadewi melalui pendekatan cotextual teaching learning (CTL). Jurnal Prismatika,1(2), 55-59. https://doi.org/10.33503/prismatika.v1i2.435.

Bingolbali, E., Akkoç, H., Ozmantar, M. F., & Demir, S. (2010). Pre-service and in-service teachers ‟views of the sources of students‟ mathematical difficulties. International Electronic Journal of Mathematics Education, 6(1), 41–59.

Kolikant, Y. B. D., & Broza, O. (2011). The effect of using a video clip presenting a contextual story on low-achieving students’ mathematical discourse. Educational studies in mathematics, 76(1), 23-47. http://doi.org/10.1007/s10649-010-9262-5

Lian, L. H., & Idris, N. (2006). Assessing algebraic solving ability of form four students. International Electronic Journal of Mathematics Education, 1(1), 55-76.

Setiawan, R., & Arifendi, R. F. (2017). Alternatif peningkatan kreativitas mahasiswa universitas tribhuwana tunggadewi melalui pohon matematika. MUST: Journal of Mathematics, Education, Science and Technology, 2(2) 189-195. http://doi.org/10.30651/must.v2i2.779.

Sujiati, A. (2011). Proses berpikir siswa dalam pemecahan masalah dengan pemberian scaffolding. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Wongyai, P., & Kamol, N. (2003). A framework in characterizing lower secondary school students' algebraic thinking. Bangkok: Srinakharinwirot University.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/must.v5i1.4855

Refbacks

  • There are currently no refbacks.