PEMODELAN RISIKO EPIDEMI PADA BUDIDAYA MASSAL MAGOT (HERMETIA ILLUCENS) MENGGUNAKAN MODEL SIR
Abstrak
Hermetia illucens atau magot Black Soldier Fly (BSF) merupakan serangga yang banyak dibudidayakan karena kemampuannya dalam mengonversi limbah organik menjadi biomassa bernilai ekonomi. Meskipun memiliki potensi tinggi, sistem budidaya dengan kepadatan koloni yang besar rentan terhadap risiko penyebaran penyakit. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dinamika infeksi pada koloni magot melalui pendekatan pemodelan matematika menggunakan model epidemiologi Susceptible–Infected–Removed (SIR).
Metode penelitian meliputi analisis deskriptif terhadap kondisi budidaya magot serta perumusan sistem persamaan diferensial SIR dengan parameter (laju penularan), (laju pemulihan/isolasi, dan (laju mortalitas). Simulasi dilakukan pada populasi awal 10.000 larva, dengan 100 larva terinfeksi pada hari pertama. Tiga skenario pengendalian dianalisis, yaitu: tanpa kontrol, perbaikan sanitasi, dan karantina cepat. Parameter model ditetapkan secara asumtif berdasarkan literatur epidemiologi serangga.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa kontrol, nilai menghasilkan wabah yang cepat menyebar dengan puncak infeksi sekitar 3.600 larva (40% populasi). Skenario sanitasi menurunkan nilai menjadi 2,00 dengan puncak infeksi ±1.500 larva (15%). Sementara itu, karantina cepat meningkatkan nilai sehingga turun menjadi 1,40, dengan puncak infeksi hanya sekitar 500 larva (10%) dan wabah lebih cepat mereda.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengendalian berbasis sanitasi dan karantina cepat efektif dalam menurunkan risiko wabah pada koloni magot, dengan karantina cepat terbukti paling efisien dalam menekan intensitas infeksi. Secara teoretis, penelitian ini merupakan salah satu kajian awal yang mengaplikasikan model epidemiologi sederhana pada budidaya serangga non-vektor berbasis biomassa. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam penerapan protokol biosafety untuk mendukung keberlanjutan industri BSF.
Artikel teks lengkap
Referensi
Alagappan, S., Dong, A., Hoffman, L., Cozzolino, D., Mantilla, S. O., James, P., Yarger, O., & Mikkelsen, D. (2025). Microbial Safety of Black Soldier Fly Larvae (Hermetia Illucens) Reared on Food Waste Streams. Waste Management, 194, 221–227.
Atzzahra, H., Fitria, I., & Millah, N. (2021). Analisis Sensitivitas pada Model SIR Penyebaran COVID-19. MUST Journal of Mathematics Education Science and Technology, 6(2).
Blooi, M., Martel, A., Haesebrouck, F., Vercammen, F., Bonte, D., & Pasmans, F. (2025). Treatment of Urodelans Based on Temperature Dependent Infection Dynamics of Batrachochytrium Salamandrivorans. Scientific Report, 5.
Erickson, M. C., Islam, M., Sheppard, C., Liao, J., & Doyle, M. P. (2004). Reduction of Escherichia Coli O157:H7 and Salmonella Enterica Serovar Enteritidis in Chicken Manure by Larvae of The Black Soldier Fly. Journal of Food Protection, 67(4), 685–690.
Gold, M., Cassar, C. M., Zurbrügg, C., Kreuzer, M., Boulos, S., Diener, S., & Mathys, A. (2020). Biowaste Treatment With Black Soldier Fly Larvae: Increasing Performance Through The Formulation Of Biowastes Based On Protein And Carbohydrates. Waste Management, 102, 319–329.
Gougbedjia, A., Agbohessoub, P., Laleye, P. A., Francisa, F., & Megidoa, R. C. (2021). Technical Basis For The Small-Scale Production Of Black Soldier Fly, Hermetia Illucens (L. 1758), Meal As Fish Feed In Benin. Journal of Agriculture and Food Research, 4.
Johnson, E. E., Escobar, L. E., & Zambrana-Torrelio, C. (2019). An Ecological Framework for Modeling the Geography of Disease Transmission. Trends In Ecology & Evolution, 34(7), 655–668.
Joosten, L., Lecocq, A., Jensen, A. B., Haenen, O., Schmitt, E., & Eilenberg, J. (2020). Review Of Insect Pathogen Risks For The Black Soldier Fly (Hermetia Illucens) And Guidelines For Reliable Production. Entomologia Experimentalis et Applicata.
Kalachev, L., Landguth, E. L., & Graham, J. (2023). Revisiting Classical SIR mModelling In Light Of The COVID-19 Pandemic. Infectious Disease Modelling, 8(1), 72–83.
Khan, S. A., Kojour, M. A. M., & Han, Y. S. (2023). Recent Trends In Insect Gut Immunity. Frontiers in Immunology.
Mata, A. S., & Dourado, S. M. P. (2021). Mathematical Modeling Applied to Epidemics: An Overview. São Paulo Journal of Mathematical Sciences.
Mufungwe, J., Namukonde, N., Mwaanga, P., Johnson, T., Siamujompa, M., Mwango, N. C., Ngoma, J., & Hang’ombe, B. M. (2025). Critical Safety Concerns In The Production Of Black Soldier Fly (Hermetia Illucens) Larvae In Africa. Discover Food, 5(1).
Padmanabha, M., Kobelski, A., Hempel, A.-J., & Streif, S. (2020). A Comprehensive Dynamic Growth And Development Model Of Hermetia Illucens Larvae. PLOS One, 15(9).
Setiawan, Y., Sarwono, E., & Asghaf, A. T. F. (2024). Analisis Kualitas Kasgot dari Larva Black Soldier Fly (BSF) dengan Menggunakan Sampah Organik Sayur dan Buah di TPS 3R Pasar Segiri, Kota Samarinda. Jurnal Teknologi Lingkungan, 25.
Surendra, K. C., Tomberlin, J. K., Huis, A. van, Cammack, J. A., Heckmann, L.-H. L., & Khanal, S. K. (2020). Rethinking Organic Wastes Bioconversion: Evaluating The Potential Of The Black Soldier Fly (Hermetia Illucens (L.)) (Diptera: Stratiomyidae) (BSF). Waste Management, 117.
Penulis
Hak Cipta (c) 2025 Nita Anggriani, Lilis Handayani, Ermita Ermita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel di Jurnal MUST menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal MUST dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam Jurnal MUST.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal MUST.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misal dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.