
Aims and Scope
Tujuan dan Ruang Lingkup
TRADISI: Transdisciplinary Islamic Studies and Innovation Journal adalah jurnal ilmiah internasional yang ditelaah sejawat (peer-reviewed) dan bersifat akses terbuka (open-access). Jurnal ini bertujuan untuk mempromosikan dialog kritis dan transdisipliner mengenai perkembangan terkini dalam studi Islam, inovasi, dan kehidupan kemasyarakatan.
TRADISI menyediakan platform akademik bagi para peneliti, sarjana, pendidik, pengambil kebijakan, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu untuk mendiseminasikan penelitian orisinal, makalah konseptual, dan tinjauan analitis yang berkontribusi pada pemahaman dan kemajuan isu-isu global kontemporer dalam bingkai keislaman.
Jurnal ini berupaya mengeksplorasi titik temu antara Nilai-nilai Islam, Inovasi, dan Tantangan Modern, dengan menekankan bagaimana dimensi-dimensi ini berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam membentuk peradaban manusia di abad ke-21. Kami sangat menyambut studi yang menonjolkan perspektif teoretis baru, metodologi inovatif, dan implikasi praktis untuk menjawab tantangan global yang muncul.
Ruang Lingkup (Scope)
Ruang lingkup TRADISI mencakup (namun tidak terbatas pada) bidang-bidang berikut:
-
Studi Islam Kontemporer & Transdisipliner – Meliputi sosiologi agama, antropologi masyarakat Muslim, transformasi sosial, studi budaya, globalisasi, gender, dan identitas dalam kerangka keislaman.
-
Agama, Filsafat, dan Inovasi Sosial – Berfokus pada peran agama dalam masyarakat modern, perbandingan agama, etika spiritual, teologi kontemporer, serta promosi toleransi dan moderasi beragama.
-
Isu Publik, Hukum, dan Tata Kelola – Mencakup kebijakan publik, hak asasi manusia, demokrasi, hukum Islam (fikih kontemporer), politik, dan keterlibatan sipil dalam konteks global.
-
Pendidikan, Media, dan Masyarakat Digital – Mengeksplorasi persinggungan antara pendidikan Islam, komunikasi, teknologi (digital humanities), dan perubahan sosial di era informasi.
-
Pembangunan Berkelanjutan & Ekonomi Islam – Menganalisis inisiatif lokal dan global terkait keberlanjutan ekonomi (ekonomi syariah), sosial, dan etika lingkungan (eco-theology).
Dengan mengintegrasikan wawasan dari berbagai bidang ilmu ini, TRADISI bercita-cita menjadi jembatan antara riset akademik dan transformasi sosial—mendorong diskursus yang menumbuhkan pengetahuan inklusif, kepemimpinan etis, dan pembangunan manusia yang berkelanjutan di lintas bangsa dan budaya.










