RANCANG BANGUN PENDINGIN EVAPORATIVE LANGSUNG BERBAHAN SERAT BATANG PISANG DENGAN METODE VARIASI DERAJAT KEMIRINGAN

Penulis

  • Anthoni Matahelumual Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Anastas Rizaly Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30651/resem.v4i1.24133

Abstrak

Pada beberapa dekade terakhir ini dimana isu tentang krisis energi dan kerusakan lingkungan sedang melanda dunia dan menimbulkan dampak dalam segala aspek kehidupan manusia. Sehingga dengan adanya isu ini, penghematan energi menjadi perhatian utama dimana pengkondisian udara bukan hanya kualitas udara yang menjadi faktor penentu baik atau tidaknya suatu alat tersebut. Tetapi efisiensi atau jumlah energi yang digunakan dan dampak pada lingkungan itulah yang menjadi faktor pentingnya. Sehingga perlu dicari solusi yang tepat untuk mengatasi problematik energi dan lingkungan tersebut, salah satunya adalah pendinginan dengan sistem evaporative langsung.

Pada proses penelitian ini menggunakan cooling pad dengan variasi sudut anyaman 15°, 30°, 45°. Untuk fluida cooler menggunakan air dengan suhu ruangan, dan kondisi udara berkisar pada suhu 35°C - 36°C. Pengambilan data dilakukan pada durasi 5 menit, 10 menit, 15 menit. Sehingga hasil dari penelitian di dapatkan Kelembapan Relatif (RH) evaporative langsung menunjukkan perbedaan suhu dengan kecepatan angin pada fan adalah konstan.

Penggunaan pad berbahan serat batang pisang dengan sudut kemiringan pad 15° mampu menghasilkan kelembapan relatif (RH) yang ideal yaitu 45,5% dibandingkan dengan sudut kemiringan pad 30° yaitu 42,2% dan sudut kemiringan pad 45° yaitu 39,34%. Dimana kelembaban relatif (RH) yang ideal menurut para ahli kesehatan berada pada rentang 45%-65% dengan menggunakan perhitungan rumus standart Kelembapan Relatif (RH) yang tercantum pada Perka BMKG Nomor 04 Tahun 2016 tentang Pengamatan dan Pengelolaan Iklim di Lingkungan BMKG.

Referensi

Amer, O., R. Boukhanouf, and H. G. Ibrahim. 2015. “A Review of Evaporative Cooling

Technologies.” International Journal of Environmental Science and Development

6 (2): 111–17.

ASHRAE HANDBOOK, 1995, HVAC Applications.

ASHRAE HANDBOOK, 1997, Fundamentals.

Carvalho, Austrio, Francisco, and Lopes D E. 2021. “Pengaruh Jumlah Cooling Pad

Terhadap Kondisi Udara Yang Dihasilkan Air Cooler Skripsi.”

Elgendy, E, dkk. 2014. Performance Enhancement of a Desiscant Evaporative

Cooling System Using Direct/Indirect Evaporative Cooler.

Natalia P, Miske. 2009. Rancang Bangun Evaporative Cooler.

Putra Toni Dwi dan Finahari Burida. 2010. Pengaruh Perubahan Temperatur

Media Pendingin pada Direct Evaporative Cooler. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin :

Vol.3, No.2.

Reksa Anestyan, Dhanu, Hendra Wijaksana, I Nengah Suarnadwipa, and Bukit

Jimbaran Bali Abstrak. 2018. “Study Eksperimental Performansi Evaporative

Cooling Pad Dengan Penggunaan Aliran Paksa Udara Dingin Dengan Saluran

Udara Berbentuk Persegi Empat.” Jurnal Ilmiah TEKNIK DESAIN MEKANIKA

7 (2): 182–88.

Selrianus. 2008. Perencanaan Dan Pembuatan Cooling Pad Untuk Evaporative Cooler.

Song, Xu, dkk. 2015. Cooling and Dehumidification Capacity Chart of Surface Air

Cooler in Air Conditioning.

Stoecker, Wilbert F., Jerold W. Jones. (1996) Refrigerasi dan Pengkondisian Udara.

Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sumanto. 2004. Dasar-Dasar Mesin Pendingin, ITS Surabaya.

Sunarwo. 2011. Pembuatan dan Pengujian Evaporative Cooling. Jurnal Teknik

Energi : 31-34.

Xu, J, dkk. 2014. Experiment Performance of Evaporative Cooling Pad Systems in

Greenhouse in Humid Subtropical Climates.

Yohanes, R, P. 2016. Peningkatan Efisiensi Air Cooler Dengan Serabut Kelap.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Matahelumual, A., & Rizaly, A. (2026). RANCANG BANGUN PENDINGIN EVAPORATIVE LANGSUNG BERBAHAN SERAT BATANG PISANG DENGAN METODE VARIASI DERAJAT KEMIRINGAN. Rekayasa Sistem Energi Dan Manufaktur (ReSEM), 4(1), 238–247. https://doi.org/10.30651/resem.v4i1.24133