PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KARAKTER BERBASIS CERITA TRADISIONAL MINANGKABAU UNTUK ANAK USIA DINI

Isi Artikel Utama

Delfi Eliza

Abstrak

Penelitian ini adalah pengembangkan model pembelajaran yang berbasis cerita tradisional Minangkabau sebagai kearifan lokal untuk pengembangan karakter anak usia 5-6 tahun. Cerita tradisional Minangkabau masih sangat jarang diperdengarkan khususnya di Taman kanak-kanak melalui penelitian ini dikembangkan sebuah model pembelajaran karakter menggunakan cerita tradisional Minangkabau, sebagai materi untuk pengembangan karakter AUD. Kedua mengintegrasikan cerita tradisional Minangkabau sebagai materi model pembelajaran ke dalam rencana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R

&D). Model yang dihasilkan berupa model konseptual pembelajaran karakter yang berbasis kearifan lokal cerita tradisional budaya Minangkabau. Temuan penelitian bahwa nilai-nilai budaya yang terdapat di dalam cerita tradisional dapat diintegrasikan melalui kegiatan pembelajaran yang efektif untuk pengembangan karakter anak usia dini. Dalam artikel ini dijelaskankan bagaimana cerita tradisional Minangkabau merupakan bagian yang penting dalam pengembangan karakter pada pendidikan anak usia 5-6 tahun.

 

Kata Kunci: model pembelajaran, pengembangan karakter, nilai-nilai budaya, cerita tradisional

Minangkabau

Rincian Artikel

Biografi Penulis

Delfi Eliza, Universitas Negeri Padang

PG PAUD Universitas Negeri Padang

Referensi

  1. AA. Navis.1999, Cerita Rakyat Dari Sumetra Barat. Jakarta. Grasindo.
  2. Anonim. 2010. Bahan Pelatihan.
  3. Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Buku I Panduan Pengembangan Pendekatan Belajar Aktif. Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Pengembangan Pusat Kurikulum. Jakarta.
  4. Metodologi
  5. Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Bahan Pelatihan. Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Pengembangan Pusat Kurikulum. Jakarta..
  6. Pembentukan Karakter dan Penyiapan Anak ke Jenjang Pendidikan Selanjutnya. Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan nasional. Jakarta.
  7. Anonim Sumatera Barat, http://id.wikipedia.org/wiki/Kaba_A nggun_Nan_Tongga
  8. Bodley. (2000.) John H Cultural Anthropology, Tribes, States, The Global System. Washington University. United States of America: Toronto. Mayfield Company,
  9. Widuyorekti, Barokah,“Kearifan lokal dalam sastra lisan sebagai materi pembelajaran karakter di SDâ€.
  10. H. 31-39. UPBJJ-UT Surabaya
  11. -------Dunia Melayu Sedunia. “Bakaba, pertunjukkan satra lisan Minangkabauâ€, Melayu on line.com,
  12. November 2017
  13. Sounju Ko, 2017, “The impact social relationships shared picture Book reading in Early Learning Classroom in South Koreaâ€: An exploratory study. Asian Pascifik Journal research in Early Childhood Education.Vol. 11 .No.2 Mey 2017 pp 25-43.
  14. Wimanjaya. 1991.Petunjuk Praktis Mengarang Cerita Anak, Balai Pustaka, Jakarta.
  15. S. Agbenyegaa, Tamakloeb and
  16. Klibthongc, 2017).
  17. Gall, Meredith G and Borg. Walter
  18. R. (1983).Educational Resarch, Fourth Edition. Logman. New York London.
  19. Hakimy, Idris. (1997) Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Remaja, Rosda Karya. Bandung.
  20. Jamaris, Martini. (2006) Perkembangan dan Pengembangan Anak Taman Kanak-kanak. PPs. Universitas Negeri Jakarta.Grasindo..
  21. Lickona, Thomas, 1992.Thomas Educating Character, How Our school Can Teach Respect and Responsibility, Bantam Books, USA.
  22. Thomas Lickona,1992. Educating for Character. United States Of Canada. Bantam Books