Konsep Kafā’ah Antara Golongan Bā’alawī Dan Mashāyikh Dalam Perkawinan Masyarakat Arab Ampel Kota Surabaya

Penulis

  • Achmad Mubassir Prodi Ahwal al Syakhshiyah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Indonesia
  • Isa Anshori

DOI:

https://doi.org/10.30651/mqsd.v8i1.3334

Abstrak

ABSTRAK

KafÄ’ahdalam perkawinan merupakan kesetaraan antara calon suami dan istri agar tidak ada unsur keterpaksaan dalam melangsungkan suatu perkawinan. Indonesia terdiri dari beberapa etnis, diantaranya etnis Arab yang bermukim di Kelurahan Ampel Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Etnis ini memiliki konsep kafÄ’ahperkawinan yang sangat memperjuangkan kriteria nasab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem dan praktek kafÄ’ahdalam perkawinan masyarakat Arab Ampel Kota Surabaya baik golongan BÄ’alawÄ«dan MashÄyikh.  

Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan model penelitian etnografi (kelompok masyarakat dan budaya manusia). Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep kafÄ’ahdalam masyarakat Arab Ampel Kota masihmengutamakan pada kriteria nasab (keturunan), kemudian disusul dengan kriteria tambahan yaitu agama dan pekerjaan.  Golongan BÄ’alawÄ«mempertahankan nasab untuk menjaga garis keturunan dari Rassulullah SAW, sedangkan  golongan MashÄyikhuntuk mempertahankan garis kekerabatan. Golongan BÄ’alawÄ« belum mengalami perubahan konsep kafÄ’ah nasab, sedangkan golongan MashÄyikh sudah mulai menunjukkan perubahan konsep kafÄ’ah nasab.

 

Kata Kunci: KafÄ’ah, Perkawinan, Masyarakat Arab Ampel Surabaya

Unduhan

Diterbitkan

2019-09-02

Terbitan

Bagian

Artikel