Analisis Fikih Terhadap Muslim Dalam Pembangunan Rumah Ibadah Non-Muslim Perspektif Mazhab Hanafi Dan Maliki
DOI:
https://doi.org/10.30651/mqsd.v15i1.31342Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena keterlibatan pekerja Muslim dalam pembangunan fasilitas ibadah non-Muslim di tengah masyarakat plural, yang menimbulkan perdebatan hukum dalam perspektif fikih. Isu ini menjadi penting karena menyangkut batasan toleransi, profesionalitas kerja, serta penjagaan akidah dalam Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki terhadap hukum pekerja Muslim yang terlibat dalam pembangunan fasilitas ibadah non-Muslim, serta apa dasar argumentasi yang digunakan oleh masing-masing mazhab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kedua pandangan tersebut secara sistematis guna menemukan titik perbedaan dan relevansinya dalam konteks kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan komparatif, melalui kajian terhadap literatur klasik (kutub al-turāth) dan sumber fikih otoritatif. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan menelaah dalil, kaidah, serta metode istinbāṭ hukum dari masing-masing mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi cenderung membolehkan keterlibatan pekerja Muslim karena pekerjaan konstruksi dipandang netral dan tidak termasuk maksiat secara langsung, sedangkan Mazhab Maliki melarang karena dianggap sebagai bentuk bantuan terhadap kemaksiatan (i‘ānah ‘alā al-ma‘ṣiyah) dan pengagungan terhadap simbol keagamaan non-Islam. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pendekatan komparatif yang menyoroti aspek metodologis dalam penetapan hukum, khususnya antara pendekatan substansi perbuatan dan implikasi akibatnya. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dan praktis dalam merumuskan sikap keagamaan yang proporsional di tengah masyarakat multikultural, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan fikih muamalah kontemporer yang adaptif dan kontekstual.
Kata Kunci: Fikih, Pekerja Muslim, Pembangunan Ibadah Non-Muslim, Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Julia Barus, Abdul Mukhsin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Jurnal Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, Departmen Islamic Family Law, Faculty Of Islamic Religiuos, Muhammadiyah University of Surabaya as publisher of the journal.
Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc., will be allowed only with a written permission from Jurnal Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, Departmen Islamic Family Law, Faculty Of Islamic Religiuos, Muhammadiyah University of Surabaya.
Faculty Of Islamic Religiuos Muhammadiyah University of Surabaya, the Editors and the Advisory Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in the Maqasid are sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
Rights of Authors
The Jurnal Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, Departmen Islamic Family Law, Faculty Of Islamic Religiuos, Muhammadiyah University of Surabaya recognize the retention of the following:
- Patent and trademark rights and rights to any process or procedure described in the article.
- The right to photocopy or make single electronic copies of the article for their own personal use, including for their own classroom use, or for the personal use of colleagues, provided the copies are not offered for sale and are not distributed in a systematic way outside of their employing institution (e.g. via an e-mail list or public file server). Posting of an article on a secure network (not accessible to the public) within the author’s institution is permitted.
- The right, subsequent to publication, to use the article or any part thereof free of charge in a printed compilation of works of their own, such as collected writings or lecture notes.

