Kajian Literatur Komparatif Struktur Komunitas Mangrove di Teluk Dodinga, Pulau Sibu, dan Muara Sungai Serukam
DOI:
https://doi.org/10.30651/pbjppb.v14i2.25046Keywords:
Muara Sungai Serukam, mangrove, ecology, diversity, Teluk Dodinga, Pulau SibuAbstract
This study aims to compare the community structure of mangrove forests in Teluk Dodinga, Pulau Sibu, and Muara Sungai Serukam. A literature review methodology was employed to gather data from various relevant scientific sources. The data analyzed included species composition, density, and species diversity of mangroves. Data were obtained from various sources such as scientific journals, research reports, and secondary data related to the physical and biological characteristics of each location. The results showed that the three locations had different mangrove species compositions, with a total of 15 species from 5 families. The structure of the mangrove community was significantly influenced by the specific environmental conditions of each location. Therefore, conservation and management efforts for mangrove forests should consider local conditions and implement appropriate zoning. Further research is needed to examine the impact of climate change on the dynamics of mangrove communities.
References
Akbar, N., A. Baksir, Tahir I, Arafat D. 2016. Struktur komunitas mangrove di Pulau Mare, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Depik, 5(3): 133-142.
Asman, 2007. Studi Pemetaan Ekosistem Hutan Mangrove di Pesisir Pantai Desa Sidangoli Dehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun.Ternate.
Baksir, A., Akbar, N., Tahir, I., Haji, I. Ahmad, M., Kotta, R. 2017. Struktur Komunitas Hutan Mangrove di Pulau Sibu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Provinsi Maluku Utara. Universitas Khairun Ternate.
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Bapedas) Ake Malamo. 2010. Buku IV (naskah dan data). Rencana teknik rehabilitasi hutan dan lahan daerah aliran sungai (RTk-RHL DAS) ekosistem mangrove dan sempadan pantai wilayah kerja bpdas ake malamo. Ternate.
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat. 2010. Laporan Akhir Pekerjaan Penyusun Data Spasial informasi Pesisirdan Pulau-Pulau Kecil Serta Rawan Bencana di Kabupaten/Kota Pesisir Provinsi Kalimantan Barat. Pontianak.
Ernanto, R., F. Agustriani, R. Aryawati. 2010. Struktur komunitas gastropoda pada ekosistem mangrove di muara Sungai Batang Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Maspari Journal, 01:73-78.
Haji, I. 2014. Struktur Komunitas Ekosistem Mangrove di Desa Kaiyasa, Tidore Kepulauan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun. Ternate.
Hariphin, Riza L., E. R. P. W. 2016. Analisis Vegetasi Hutan Mangrove Di Kawasan Muara Sungai Serukam Kabupaten Bengkayang. Protobiont, 5(3), 66–72.
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2015. Survei Baseline Coremap CTI Kondisi Terumbu Karang dan Ekosistem Terkait di Ternate, Tidore dan Sekitarnya, Maluku Utara. Pusat Penelitian Oseanografi. Jakarta.
Saru, A. 2009. Kontribusi Parameter Oseanografi Fisika Terhadap Distribusi Mangrove di Muara Sungai Pangkajene. J. Sains & Teknologi, 9(3), 210- 217
Tarigan, MS. 2008. Sebaran dan Luas Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Teluk Pising Utara Pulau Kabaena Provinsi Sulawesi Tenggara. Makara, Sains 12(2), 108 -112.
Yunus, A. H. 2007. Pengukuran Potensi Hutan Mangrove di Desa Gam Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat. Skripsi. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun.Ternate.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Hidaya, Haifa Murisa, Nur Alfi Ramadhanty, Wanda Khairina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Â
Penulis tetap memegang hak cipta akan karyanya dan memberikan hak publis pertama kepada Jurnal PEDAGO BIOLOGI: Pendidikan dan Pembelajaran Biologi yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons — Attribution-NonCommercial 4.0 International — CC BY-NC 4.0 yang mana mengizinkan orang lain untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali karyanya dalam bentuk atau format apapun termasuk menggubah, mengubah dan membuat turunan dari karyanya tanpa kepentingan komersial.








