PENGARUH REPRESENTASI RITUAL OKULTISME DALAM FILM THE INCANTATION TERHADAP PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG AJARAN BUDDHISME

Authors

  • Hendriyani Setianingsih SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA NEGRI RADEN WIJAYA
  • Bodhi Ratana

DOI:

https://doi.org/10.30651/ah.v12i1.30239

Keywords:

film The Incantation menampilkan simbol, ritual, dan figur yang secara visual menyerupai unsur Buddhisme, tetapi sebenarnya tidak berasal dari ajaran Buddhis yang asli., Perbedaan utama terlihat pada tujuan dan makna ritual. Dalam ajaran Buddhisme, simbol dan puja bakti bertujuan untuk menumbuhkan ketenangan batin, kebajikan, dan cinta kasih. Sebaliknya, ritual dalam film The Incantation digambarkan sebagai praktik berbahaya yang berkaitan dengan kutukan, penderitaan, dan kekuatan gelap.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi distorsi simbolis dalam film horor Taiwan
Incantation guna mengungkap bagaimana elemen-elemen ikonografi Buddha dimanipulasi ke
dalam sebuah narasi horor. Dengan mengidentifikasi proses misrepresentasi yang mengaburkan
batas antara tradisi klan lokal dan ajaran agama formal, studi ini memetakan implikasi sosiologis
terkait potensi munculnya stigma keagamaan di kalangan penonton modern. Menggunakan
metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berbasis dokumen, penelitian ini
mendekonstruksi penggunaan elemen teknis sinematik dan fitur keagamaan yang digambarkan
dalam film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Incantation secara sistematis
menggunakan "Pseudo-Mudras" (Mudra Semu) dan "Pseudo-Mantras" (Mantra Semu) dalam
format found footage untuk menciptakan klaim kebenaran yang memanipulasi batasan antara
mitos lokal dan agama institusional. Penggambaran entitas "Mother Buddha" beserta ritual yang
menyertainya ditemukan bertentangan secara fundamental dengan prinsip-prinsip Metta (cinta
kasih) yang ditekankan dalam Tripitaka. Implikasi dari penelitian ini menyoroti risiko degradasi
nilai keagamaan dan stigma negatif, karena penonton dengan literasi keagamaan yang rendah
dapat mempersepsikan representasi fiksi ini sebagai kebenaran budaya yang mutlak. Orisinalitas
dari penelitian ini terletak pada dekonstruksi teknis dari elemen-elemen "semu" (pseudo) di
dalam genre found footage, yang secara khusus mengisi celah literatur mengenai pengaruh
distorsi simbol-simbol sakral terhadap persepsi lintas budaya di era media baru.

Kata Kunci: Incantation, Agama Buddha, Dekonstruksi, Found Footage, Distorsi Simbolis.

References

Anggelika, L., Robbani, M. A., & Purnama, M. (2024). ANALISIS PERSEPSI EMOSI MANUSIA TERHADAP WARNA DALAM FILM. 06(03), 472–481.

Asmarani, T. D., Surahman, S., Saksono, E. H., Komunikasi, P. I., Bhayangkara, U., Raya, J., Komunikasi, P. I., Raya, U. S., Ilmu, P., Universitas, K., Jakarta, S., Bekasi, K., Selatan, J., & Keluarga, P. K. (2023). REPRESENTASI POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM FILM. 6(2), 137–148.

Asmuni, H., Wahyu, V., & Irawan, E. (2025). Peran Media Sosial dalam Membentuk Persepsi Keagamaan di Kalangan Generasi Muda Sekolah Tinggi Islam Blambangan ( STIB ) Banyuwangi Sekolah Tinggi Islam Blambangan ( STIB ) Banyuwangi. 14(1), 90–99.

Aulia, Y., & Pratiwi, M. R. (2020). Analisis Naratif sebagai Kajian Teks Pada Film Narrative Analysis as a Study of Text on Film. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v24i1.118

Fendy, F., Triana, M., & Surya, J. (2024). Pengaruh Meditasi Cinta Kasih Satu Hari Terhadap Kualitas Diri The Effect of One Day Loving Kindness Meditation on Personal Quality. 2(2), 77–85.

Hendro, eko punto. (2020). Simbol: Arti, Fungsi, dan Implikasi Metodologisnya. Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(2), 158–165. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/endogami/article/download/30640/17351

Hutapea, T., Pasaribu, M., Pardosi, Y. P., & Sitepu, Y. K. (2025). INTEGRASI KONSEP CINTA KASIH, NILAI PANCASILA DAN DELAPAN JALAN KEBENARAN BERDASARKAN KITAB TRIPITAKA DALAM KONTEKS AGAMA BUDDHA Tessalonika. 4(1), 1402–1421.

Manafe, Y. D. (n.d.). Komunikasi Ritual pada Budaya Bertani Atoni Pah Meto di Timor-Nusa Tenggara Timur. 287–298.

Putra, R. A. (2018). Dampak Film Para Pencari Tuhan Jilid X Terhadap Religiusitas Remaja Robby Aditya Putra. 3, 1–24.

Rismawati, R., Hildayanti, S. S., Destriani, R., & Nurjamilah, A. S. (2025). Analisis Kesalahan Berbahasa d alam Tataran Semantik pada Film “ 5 M enara ” Karya Ahmad Fuadi.

Seminar, P., Pascasarjana, N., & Negeri, U. (2020). Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta 2020 ANALISIS KESALAHAN FONOLOGI PADA FILM UANG PANAI MAHAR( L ). 154–169.

Sentimen, T., & Masyarakat, T. (2025). PENGARUH FILM HOROR TERHADAP SENTIMEN TAKHAYUL MASYARAKAT Hikmatu. 4(3), 1056–1073.

Sidharta, M. V., Surya, J., & Mayadi. (2024). Peranan Karaṇīyametta Sutta Dalam Membentuk Karakter Pelajar Buddhis Marga. 10(2), 52–58.

Sihotang, M., Tadjuddin, S., & Ekowati, S. H. (2020). KESALAHAN TERJEMAHAN DALAM SUBTITLE. 3, 139–148.

Wati, A. R., Invisari, C., & Prasista, D. S. (2025). Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Film Alita Battle Angel oleh Pein Akatsuki. 13(02), 83–89.

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Setianingsih, H., & Ratana , B. (2026). PENGARUH REPRESENTASI RITUAL OKULTISME DALAM FILM THE INCANTATION TERHADAP PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG AJARAN BUDDHISME. Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama, 12(1), 16–27. https://doi.org/10.30651/ah.v12i1.30239

Issue

Section

Artikel

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

No Related Submission Found