Pendampingan Membatik Shibori pada Anak Kelas 5 di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) Thailand

Belinda Dewi Regina

Sari

Abstrak: Batik merupakan warisan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia sehingga wajib dilestarikan. Wujud pelestariannya bisa dilakukan dengan cara mengenalkan batik melalui pemakaian seragam batik di sekolah. Hal ini diterapkan juga di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Siswa-siswinya dikenalkan batik dengan cara mewajibkan berseragam batik. Terdapat 76 anak sekolah di sana, mereka adalah anak-anak dari WNI yang bekerja di perusahaan asing. Mayoritas dari mereka adalah anak diplomat serta staf KBRI. Kegiatan belajar mengajar di SIB hampir sama dengan Indonesia, yang membedakan hanya jumlah muridnya, serta mata pelajaran seni yang diajarkan hanya menyanyi dan menggambar. Oleh karena itu perlu adanya pendampingan membatik Shibori. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam membatik Shibori bermotif gajah dikombinasikan dengan motif Indonesia yaitu parang. Penelitian ini berjenis kualitatif, dengan penelitian lapangan di SIB. Subjek penelitian ini siswa kelas 5 SD. Metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa pendampingan membatik Shibori yang terdiri dari 4 langkah yaitu persiapan, sosalisasi, pelaksanaan kegiatan membatik Shibori dan evaluasi. Proses persiapan pembelajaran membatik meliputi observasi, wawancara. Proses sosialisasi pengenalan membatik Shibori. Proses pelaksanaan kegiatan membatik shibori terdiri dari pembuatan pola, pemberian ikatan, pemberian warna, dan finishing. Selanjutnya evaluasi meliputi observasi dan wawancara dari siswa-siswi SIB.

Kata Kunci: Pendampingan, Membatik Shibori, Sekolah Dasar

Abstract: Batik is a cultural heritage that is characteristic of Indonesian society so it must be preserved. The form of its preservation can be done by introducing batik through the use of batik uniforms at school. This applies also at the Indonesian School of Bangkok (SIB). The students were introduced to batik by requiring batik uniforms. There are 76 school children there, they are children of Indonesian citizens who work in foreign companies. The majority of them are diplomatic children and Indonesian Embassy staff. Teaching and learning activities at SIB are almost the same as Indonesia, which distinguishes only the number of students, as well as art subjects taught only singing and drawing. Therefore it is necessary to provide assistance to make Shibori batik. This study aims to provide assistance in batik making elephant-patterned Shibori combined with Indonesian motifs, namely machetes. This research is a qualitative type, with field research at SIB. The subject of this research is grade 5 elementary school students. The method used is observation, interview and documentation. The results of this study in the form of mentoring batik Shibori consisting of 4 steps, namely preparation, socialization, implementation of Shibori batik activities and evaluation. The process of preparation for batik learning includes observation, interviews. Shibori's batik introduction process. The process of carrying out Shibori batik activities consists of making patterns, giving ties, giving colors, and finishing. Next evaluation includes observations and interviews from SIB students.

Keywords: Monitoring, Shibori Batik, Primary School

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Mardalis. (2004). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.

Moleong, L.J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Sutrisno (2016). Berbagai Pendekatan dalam Pendidikan Nilai dan Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. 5. Hal 29-37.

Yaning, Fitri. (2013). Analisis Semiotika Motif Batik Khas Samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 1. Hal 329-339.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/else.v3i2.3202

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.