Analisis Kemampuan Penalaran Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah-Langkah Polya

Nathasa Pramudita Irianti

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan langkah-langkah Polya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatitf dengan subjek penelitian siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah 1 Malang. Pemilihan subjek dilakukan dengan pemberian tes penalaran dan didapatkan dua subjek dengan penalaran tinggi, dua subjek dengan penalaran sedang, dan satu subjek dengan tingkat penalaran rendah. Selanjutnya, siswa diberikan tugas pemecahan masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dan wawancara berbasis tugas. Dalam pemecahan masalah, digunakan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, menyusun rencana pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan, dan memeriksa kembali hasil pemecahan. Dari analisi data, siswa dengan kemampuan penalaran tinggi mampu memahami masalah, melakukan perencanaan pemecahan masalah, menyelesaikan pemecahan masalah secara tepat, serta dapat memeriksa kembali jawaban yang diperoleh. Siswa dengan kemampuan sedang juga mampu melakukan perencanaan pemecahan masalah serta mampu menyelesaikan pemecahan masalah secara tepat. Namun siswa tidak melakukan tahap pemeriksaan kembali. Siswa dengan kemampuan penalaran rendah tidak mampu dalam memahami masalah serta melakukan perencanaan pemecahan masalah. Penyelesaian masalah yang diberikan oleh siswa dengan kemampuan penalaran rendah juga tidak tepat dan tidak melakukan pemeriksaan kembali.

Keywords

langkah-langkah Polya; pemecahan masalah; penalaran siswa

References

Brodie, K. (2010). Teaching mathematical reasoning in secondary school classrooms with contributions by. New York: Springer.

Inayah, N. (2016). Pengaruh kemampuan penalaran matematis dan gaya kognitif terhadap kemampuan komunikasi dan koneksi pada materi statistika siswa SMA. Journal of EST, 2(2), 74-80. https://doi.org/10.26858/est.v2i2.2105.

Irianti, N., Subanji, & Chandra, T. (2016). Proses berpikir siswa quitter dalam menyelesaikan masalah SPLDV berdasarkan langkah-langkah Polya. JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 1(2), 133-142. https://doi.org/10.26594/jmpm.v1i2.582.

Kamid. (2009). Identifikasi proses berpikir anak autis dalam menyelesaikan soal matematika. Seminar Nasional Matematika 2009, 907-920. Jember: Jurusan Matematika FMIPA Universitas Jember.

Mathematics, N. C. O. T. O. (2000). Principles and standards for school mathematics. United States of America: National Council of Teachers of Mathematics.

Polya, G. (1973). How to solve it-a new aspect of mathematical method (second edition). New Jersey: Princeton University Press.

Rosmaiyadi. (2017). Analisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam learning cycle 7E berdasarkan gaya belajar. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 6(1), 12-19. http://dx.doi.org/10.24127/ajpm.v6i1.722.

Sangila, M. S., Safaria, S. A., Rahayu, L. R., & Asran. (2019). Penalaran matematis antara siswa laki-laki dan perempuan yang bergaya kognitif impulsif dalam memecahkan masalah matematika. Al-TA'DIB, 12(1), 83-98. https://doi.org/10.2307/2034794.

Wulandari, E. (2011). Meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa melalui pendekatan problem posing di kelas VIIIA SMP negeri 2 Yogyakarta. Yogyakarya: Universitas Negeri Yogyakarta.

Zaenab, S. (2015). Analisis kemampuan penalaran matematis siswa melalui pendekatan problem posing di kelas X IPA 1 SMA negeri 9 Malang. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 1(1), 90-97. https://doi.org/10.22219/jinop.v1i1.2451


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/must.v5i1.3622

Refbacks

  • There are currently no refbacks.