COLLABORATIVE LEARNING: PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM MEWUJUDKAN HAK-HAK BELAJAR SISWA

Wiwi Wikanta

Sari

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pembelajaran kolaboratif dalam membangun budaya belajar aktif siswa atau mahasiswa. Ada dua bahasan dalam artikel ini, yaitu: (1) pengertian dan prinsip-prinsip pembelajaran kolaboratif dan (2) penataan tempat duduk siswa. Pembahasan diambil dari beberapa literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa budaya belajar yang diciptakan guru di kelas masih banyak yang mempraktikkan teknik mengajar “monolog”, sehingga hak-hak belajar siswa/mahasiswa tidak terpenuhi. Pembelajaran kolaboratif (collaborative learning) adalah suatu proses mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi dengan yang lain. Ada tiga unsur atau persyaratan dalam membangun pembelajaran kolaboratif, yaitu pembelajaran otentik (authentic learning), hubungan saling menyimak (listening relation) dan tugas untuk melompat (jumping task). Penataan tempat duduk mempengaruhi interaksi dan aktivitas siswa selama belajar. Kesimpulan berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran kolaboratif dan penetaan tempat duduk siswa dapat dipastikan bahwa hak-hak belajar semua siswa dapat dijamin, baik yang berkemampuan rendah maupun berkemampuan tinggi.

Kata Kunci

belajar kelompok kecil, hak belajar siswa, pembelajaran kolaboratif, penataan tempat duduk.

Referensi

Anonymous. Tanpa Tahun. Adult Training Techniques: Classroom Arrangement. DFID/SEACAP 11/hyder/dohuan.

Anonymous. Tanpa Tahun. SWOT Lecture Series LEARNING TO LEARN: Collaborative Learning: a strategy for Success. Collaboration © Learning Centre.

Callahan, J. 2004. Effects Of Different Seating Arrangements In Higher Education Computer Lab Classrooms On Student Learning, Teaching Style, And Classroom Appraisal. A Thesis Presented To The Graduate School Of The University Of Florida In Partial Fulfillment Of The Requirements For The Degree Of Master Of Interior Design University Of Florida.

Ibrahim, M., Rachmadiarti, F., Nur, M. dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESA-University Press.

Johnson, E.B. 2007. Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-mengajar Mengasikan dan Bermakna. Penerjemah: Ibnu Setiawan. Bandung: Mizan Learning Center (MLC).

Lotfy, N. 2012. Seating Arrangement and Cooperative Learning Activities: Students’ On-task/Off-task Participation in EFL Classrooms. A Thesis Submitted by To the Department of Teaching English as a Foreign Language (TEFL) In partial fulfillment of the requirements for The degree of Master of Arts. The American University in Cairo.

McCorskey, J.C and McVetta, W. 1978. Classroom Seating Arrangement: Instructional Communication Theori Versus Student Preferences. Communication Education. Vol.27: 99-111.

Minchen, B.J. 2007. The Effects of Classroom Seating on Students' Performance in a High School Science Setting. A thesis submitted to the Department of Education and Human Development of the State University of New York College at Brockport in partial fulfillment of the requirements for the degree of Master of Science in Education. Online. http://digitalcommons.brockport.edu/ehd_theses. Diakses 6 Februari 2017.

Nurmala. 2014. The Effect Of U-Shape(Horseshoe) Seating Arrangement On Speaking Ability Of The Tenth Grade Students At Smk Ti Airlangga Samarinda. JOURNAL Presented to Mulawarman University In partial fulfilment of the requirements For the Sarjana Degree in English Department.

Sato, Manabu, 2013. Mereformasi Sekolah: Kosep dan Praktek Komunitas Belajar. Edisi Indonesia. Tokyo: The International Development Cnter of Japan Inc.

Sato, Manabu. 2016. Reformasi Sekolah dengan Learning Community: Visi, Filosofi, dan Sistem Kegiatan. Makalah ITTEP-Japan: JICA.

Sato, Masaaki. 2016. Lesson Study untuk Menigkatkan Kompetensi Profesional Mengajar Guru: School as Learning Community. Makalah ITTEP-Japan: JICA.

Smith, B. and Macgregor, J.T. 1992. What Is Collaborative Learning? Pennsylvania State University: Rthe National Center On Postsecondary Teaching, Learning, and Assessment

Sudarman, 2008. Penerapan Metode Collaborative Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Mata Kuliah Metodologi Penelitian. Jurnal Pendidikan Inovativ. Vol.3(2): 94-100.

Suwarna, dkk. 2006. Pengajaran Mikro: Pendekatan Praktis dalam Menyiapkan Pendidik Profesional. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Tan, Oong-Seng. 2004. Enhancing Thinking Through Problem-based Learning Approaches. Singapore: Thomson Learning.

Usman, M.U. 2002. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Wasnock , D.P. 2010. Classroom Environment: Emphasis on Seating Arrangement. Submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree M.S. Mathematics, Science, and Technology. Online. http://fisherpub.sjfc.edu/mathcs_etd_masters/17. Diakses 6 Februari 2017.

Wena, M. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.