Efektivitas Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana) Dalam Penyembuhan Luka Iris Pada Mencit Jantan (Mus Musculus)

Legita Karliana, Wiwi Wikanta

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun Bidara (Ziziphus mauritiana) efektif dalam penyembuhan luka iris pada mencit jantan (mus musculus). Jenis penelitian adalah eksperimental, dengan desain RAL. Ada 3 perlakuan yang diberikan yaitu pemberian ekstrak daun bidara (P), pemberian betadine (K+) dan kontrol negatif tanpa pemberian ekstrak daun bidara dan betadine, dengan 9 replikasi. Kriteria penyembuhan luka adalah kemerahan (eritema), pertautan kedua tepi luka dan tanda-tanda inveksi. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai rata-rata kriteria penyembuhan luka yaitu pada perlakuan P (pemberian ekstrak daun bidara) memiliki skor sebesar 2,81, perlakuan K+ (peberian betadine) sebsar 2,83 dan perlakuan K- (tanpa pemberian ekstrak daun bidara dan betadine) sebesar 2,65. Perlakuan P dan K+ menunjukkan tidak adanya perbedaan atau keduanya sama efektif dalam penyembuhan luka iris, dengan nilai signifikan sebesar 0,407 dimana p > a (0,05), sedangkan perlakuan P dan K- serta K+ dan K- menunjukkan adanya perbedaan dengan nilai signifikan kedua perbandingan sebesara 0,000 dimana nilai p < a. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Pemberian ekstrak daun bidara (ziziphuz mauritiana) efektif dalam penyembuhan luka iris.

Keywords

Bidara, Ekstrak, Luka Iris

References

Anief, M. (1997). Formulasi Obat Topikal Dengan Dasar Penyakit Kulit. Gajah Mada University Press : Yogyakarta.

Fannani, M.Z. & Nugroho, T. (2014).Pengaruh Salep Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper Betle) terhadap Penyembuhan Luka Iris pada Tikus Putih Jantan (Rattus

Norvegicus).JKKI. Vol.6 (1): hal. 1.

Goyal, M. Nagori, B.,P. Sasmal, D. (2012). Review on Ethnomedicinal Uses, Pharmacological Activity and Phytochemical Constituents of Ziziphus mauritiana (Z. jujuba Lam., non Mill). Spatula DD. Vol. 2(2): Hal. 108.

Kartika, R. D. (2017). Pengaruh Salep Ekstrak Daun Wijayakusuma (Epiphyllum anguliger (Lem.) G. Don) pada Penyembuhan Luka Sayat Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Sprague Dawley dan Implementasinya sebagai Media Edukasi Masyarakat. Skripsi dipublikasikan. Surabaya: Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Kusriani, H. Nawawi, A. & Machter, E. (2015).Penetapan Kadar Senyawa Fenolat Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun, Buah dan Biji Bidara (Ziziphus Spina-

Christi L.).pISSN 2477-2364, eISSN 2477-2356. Vol. 1 (1): hal. 313.

Marjiyanto, Murtutik, L. & Suwarni, A. (2013).Hubungan Kadar Albumin dengan Penyembuhan Luka pada Pasien Post Operasi Laparatomy di Ruang Mawar Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia. Vol 1 (1): hal. 84.

Preeti & Tripathi, S. (2014). Ziziphus jujube.A Phytopharmacological Review.International Journal of Research and Development in Pharmacy and Life Sciences.Vol. 3 (3): 959-966.

Rupina, W. Trianto, H., F. Fitrianingrum, I. (2016).Efek Salep Ekstrak Etanol 70% Daun Karamunting terhadap Re-epitelisasi Luka Insisi Kulit Tikus Wistar.e. JK. Vol. 4 (1): Hal. 29.

Salam. (2017). Pengaruh Perasan Daun Sukun (Artocarpus Altilis) pada Penyembuhan Luka Iris Mencit Jantan (Mus muschulus) dan Implementasinya sebagai Media Edukasi Masyarakat. Skripsi dipublikasikan. Surabaya: Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Sugiyono. (2015). Metode Penlitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wijaya, B., A. Citraningtyas, G. Wehantouw, F.(2014).Potensi Ekstrak Etanol Tangkai Daun Talas (Colocasia Esculenta L) sebagai Alternatif Obat Luka pada Kulit Kelinci (Oryctolagus Cuniculus). Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT. Vol.3 (3): Hal. 2


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/jpb.v6i2.3922