Pemanfaatan Tanaman Hidroponik Mengandung Zat Besi Tinggi di Pondok Pesantren Nurul Amin

Kresna Febriyanto, Vira Selvi Yonika, Wahdaniah Wahdaniah, Haikal Rahman Adilara Erdin, Muhammad Rizan, Ralda Yanti Syahdan, Ariza Adela, Mardiana Mardiana

Sari

Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, remaja putri yang paling banyak mengalami kekurangan zat-zat gizi terutama makanan yang mengandung zat besi tinggi dikarenakan telah memasuki masa menstruasi. Kelompok masyarakat yang rentan terhadap anemia adalah santri pondok pesantren karena masalah pola makan yang dapat mempengaruhi status gizi santriah tersebut. Prevalensi anemia sebesar 25,5%. Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 21,7% proporsi pada perempuan sebesar 23,9% dan sisanya laki-laki. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesehatan santriwati dengan pemanfaat tanaman hidroponik mengandung zat besi tinggi sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi penyakit anemia di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Amin Jl. Kurnia Makmur RT.23 Kel. Harapan Baru Kec. Loa Janan Ilir Samarinda Seberang. Metode pemberdayaan masyarakat ini yaitu pelatihan kepada 21 orang santriwati kader Alarm Kesehatan dalam pembuatan tanaman hidroponik, perawatan hingga pengelolaan terkait hasil dari tanaman yang telah di tanam. Pelatihan penanaman hidroponik dengan sistem wick dilaksanakan pada tanggal 10 November 2019 selanjutnya diimplementasikan kembali oleh kader Alarm Kesehatan kepada santriah dan selanjutnya untuk pengelolaan dan perawatan tanaman hidroponik dilaksanakan setiap harinya oleh para santriwati. Kader Alarm Kesehatan melakukan pemantauan santriwati dalam pemanfaatan tanaman hidroponik yang mengandung zat besi tinggi dengan memanfaatkan barang bekas berupa botol plastik ukuran 1600 ml.

Kata Kunci: hidroponik; kader alarm kesehatan; pondok pesantren.

 

Utilization of Hydroponic Plants with High Iron in Pondok Pesantren Nurul Amin

ABSTRACT

Adolescence is a period of growth and development, girl teenage who experience the most nutritional deficiencies that contain high iron because they have menstruation. Community groups that are prone to anemia are boarding school students because of eating patterns that can affect the nutritional status of these students. The prevalence of anemia is 25.5%. The prevalence of anemia in Indonesia is 21.7% the proportion in women is 23.9% and the rest are men. Community empowerment activities are carried out with the aim of improved the health status of students by utilizing hydroponic plants containing iron as an alternative in overcoming anemia in the Salafiyah Nurul Amin Islamic Boarding School Jl. Kurnia Makmur RT.23 Kel. Harapan Baru Kec. Loa Janan Ilir Samarinda Seberang. This community empowerment method is training for 21 cadre students. Health alarm in making hydroponic plants, treatment for management related to the results of plants that have been planted. The hydroponic planting training with the wick system was held on November 10, 2019 and then re-implemented by the Health Alarm cadre for students and the management and care of hydroponic plants carried out at any time by the students. Health Alarm Cadre provides students in the use of hydroponic plants that contain high substances by used containing 1600 ml plastic bottles.

Keywords: hydroponics; health alarm cadres; islamic boarding schools.

Kata Kunci

Hidroponik; Kader Alarm Kesehatan; Pondok Pesantren.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Febriyanto, K., Sunarti, S., Suprayitno, & Rachman, A. (2019). Pengabdian Masyarakat Melalui Pemanfaatan Jalan Terapi pada Lansia di Desa Sumber Sari, Kutai Kartanegara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, XVI, 167-174.

Hakimah, E. N., & Sardanto, R. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Hidroponik Mmebentuk Wirausawan Baru pada Perum Kuap Utara Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri. ABDINUS, I, 75-82.

Jaelani, M., Simanjuntak, B. Y., & Yuliantini, E. (2017, November). Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan, VIII, 358-368.

Kamila, S., Dewanti, P., & Soedrajad, R. (2017). Teknologi Hidroponik Sistem Sumbu pada Produksi Selada LOLLO ROSSA (Lactuca sativa L.) dengan Penambahan CaCl2 sebagai Nutrisi Hidroponik. Agroteknologi, XI, 96-104.

KEMENKES RI, K. K. (2013). Riset Kesehatan Dasar . Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Purbantara, A., & Mujianto. (2019). Pemberdayaan Masyrakat Desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tetinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Roidah, I. S. (2014). Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungangung BONOROWO, I, 43-50.

Saturi, S. (2019, September). Daur Ulang Sampah Plastik di Idonesia Rendah.

Shariff, S. A., & Akbar, N. (2018, Januari). Hubungan Antara Status Gizi dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswi Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia. Window of Health, I, 34-39.

Suryani, D., Hafiani, R., & Junita, R. (2015, Oktober). Analisis Pola Makan dan Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10, 11-18.

Tallei, T. E., Rumengan, I. F., & Adam, A. A. (2017). Hidroponik untuk Pemula. Manado: LPPM UNSRAT.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/aks.v5i1.3826

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.