Edukasi Sistem Informasi Kesehatan Elektronik Untuk Kader Kesehatan Desa Tijayan Manisrenggo Jawa Tengah

MT Ghozali, Ingenida Hadning, Aji Winanta

Sari

ABSTRAK

Sistem Informasi Kesehatan (SIMKes) merupakan bagian penting dari sistem kesehatan suatu negara. SIMKes adalah bentuk utama Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang digunakan sebagai komponen dalam pembangunan berwawasan kesehatan. Sistem informasi yang tersusun dan terkonsep akan menghasilkan luaran yang baik dan membuat masyarakat tidak buta dengan dunia kesehatan. Teknologi informasi berkembang secara cepat dan berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk informasi kesehatan. Perkembangan teknologi saat ini berperan penting menjadi sebuah media bagi masyarakat milenial atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran kesehatan dan persebaran penyakit atau epidemiologi di wilayahnya masing-masing. Program Hibah Kemitraan ini bertujuan untuk melatih para kader kesehatan di setiap Padukuhan di Desa Tijayan Manisrenggo Jawa Tengah bagaimana cara membuat profil kesehatan dan peta persebaran penyakit di desa tersebut dan menyajikannya secara interaktif, edukatif, dan berbasis elektronik. Sasaran utama dalam program ini adalah kader kesehatan masing-masing padukuhan yang terdapat di Desa Tijayan, meliputi Bawangan, Candran, Pogaten, dan Sorobayan. Beberapa program kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut meliputi pengumpulan data kesehatan yang didapat melalui survey atau sensus dan data yang sudah tersedia di pusat data kesehatan desa, penyuluhan tata cara pembuatan profil kesehatan dan peta persebaran penyakit, dan pelatihan penyajian data informasi kesehatan masyarakat secara interaktif dan edukatif. Program Hibah Kemitraan ini dapat membantu melengkapi profil kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas SIMKes di desa mitra.

Kata kunci: profil kesehatan; sistem informasi kesehatan; sisten kesehatan nasional


ABSTRACT

Health Information System (HIS) is an important component of a country's health system. HIS is the main part of the National Health System, which is used as a pillar in health-oriented development. The structured and conceptual information system produces good outcomes and prevents people from the blindness of health matters. Information technology develops rapidly and impacts most of all aspects of life, including health information. Current technological developments play an important role as a media for millennial people or health professionals to get information about health information and epidemiology in their own region. This program aimed to train health cadres in each region of the Tijayan Manisrenggo Village, Klaten, Central Java, in addition to creating an electronic health profile and epidemiology map of the village and then presenting the profile interactively and educatively. The main targets of this program were health cadres in each region of the Tijayan Village, including Bawangan, Candran, Pogaten, and Sorobayan. Some main activities to achieve the objectives included collecting health data obtained through surveys or censuses and data already available in the health data center of the village, counseling procedures for creating an electronic health profile and epidemiology map, as well as training in the interactive and educative presentation of public health information data. This program helped complete the health profile and increase the quality of health information system in the partner villages.

Keywords: health information system; health profile; national health system

Kata Kunci

Sistem Informasi Kesehatan, Profil Kesehatan, Sistem Kesehatan Nasional

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Catur Pamungkas, Dewi Yunita, Cahya Tri, P. & Yudhy , D, “Evaluasi Kegiatan Manajemen Data Sensus Harian Rawat Inap. Jurnal Kesehatan Masyarakat”, (Online), Volume 1, No. 2, hal 143-153, 2012(http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm, diakses 15 Januari 2018).

D.F. Sittig, B.L. Hazlehurst, T. Palen, J. Hsu, H. Jimson, M.C.Hornbrook, A clinical information system research agenda for Kaiser Permanente, Permanente J. 6 (3), 2002.

Departemen Kesehatan RI. “Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia Revisi II , Jakarta : Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, 2006.

Hatta, Gemala R. “Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan Rev.”,Jakarta, 2010.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1171/MENKES/PER/VI/2011 Tentang Sistem Informasi Rumah Sakit, Jakarta, 2011.

Rustiyanto, Ery. “Etika Profesi: Perekam Medis Informasi Kesehatan, Yogyakarta, 2009.

Sanjoyo, Sistem Informasi Kesehatan, D3 Rekam Medis Universitas Gadjah Mada. http://www.academia.edu/download/34845260/sik_dan_sirs-libre.pdf; diakses pada tanggal 4 September 2018, 2007.

Sunyoto, Danang. “Statistik Kesehatan: Analisis Data Perhitungan Manual Dan Program SPSS” , Yogyakarta, 2009.

Yusof, M.M., Kuljis, J., Papazafeiropoulou, A., dan Stergioulas, L.K, “An evaluation framework for Health Information Systems: human, organization and technology-fit factors (HOT-fit)”. International Journal of Medical Informatics, 77: 386–398. 2008.

Triwibowo, Cecep. “Perizinan Akreditasi Rumah Sakit. RS. Sebuah Kajian Hukum Kesehatan” , Yogyakarta, 2012.

Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Pasal 52 ayat 1, Jakarta, 2009.

Widjaya, Lily, “Pengelolaan Sistem Rekam Medis 1 Manajemen Informasi Kesehatan (Modul 1A), Jakarta, 2009.

Yasnoff WA, O’Carroll PW, Koo D, Linkins RW, Kilbourne E. Journal of Public Health Management and Practice 2000;6(6):67–75., 2000.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/aks.v4i1.2448

Refbacks