Peran Literasi Keagamaan Dengan Sikap Moderasi Beragama Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju
DOI:
https://doi.org/10.30651/sr.v10i1.31476Keywords:
literasi, moderasi, keagamaan, mahasiswaAbstract
This study aims to deeply understand how religious literacy is interpreted and its role in shaping religious moderation among students at Muhammadiyah University of Mamuju. The study used a descriptive qualitative approach, with active students who had taken Islamic Religious Education courses and were involved in religious activities and campus organizations as subjects. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation. Indicators of religious literacy include understanding aspects of faith, worship, and morals, while indicators of religious moderation include attitudes of tolerance, inclusiveness, and the ability to reject extremism and radicalism. The results indicate that students' religious literacy is generally in the good category. In terms of faith, students have an adequate basic understanding, although there is still variation in contextual interpretations. In terms of worship, students understand the procedures for performing worship well, but consistency and internalization of values vary. Meanwhile, in terms of morals, students have a good understanding of Islamic moral values, although their implementation is not yet fully consistent. On the other hand, students' religious moderation attitudes are also considered good, characterized by tolerance of differences, inclusiveness in social interactions, and critical thinking skills in rejecting extremism and radicalism. However, there is still variation in the level of internalization of these attitudes, influenced by social environment, academic experience, and exposure to digital media. This study concludes that religious literacy plays a crucial role in shaping students' religious moderation attitudes, necessitating reinforcement through dialogical, contextual, and ongoing learning.
References
[1] R. Nurhidayati dan A. Thaufani, “Mendorong Literasi Digital Guru Melalui Manajemen Pendidikan: Tinjauan Literatur,” Jurnal Manajemen Pendidikan, vol. 10, no. 3, hlm. 1705–1713, Sep 2025, doi: 10.34125/jmp.v10i3.926.
[2] V. E. Amelia dan A. R. Sofa, “Strategi Pembelajaran dalam Membaca Teks Arab di Madrasah Diniyah Darul Lughah Wal Karomah Putra untuk kemampuan literasi Arab,” AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam, vol. 2, no. 1, hlm. 202–214, Feb 2025, doi: 10.59841/al-mustaqbal.v2i1.76.
[3] A. R. Azis dan E. F. Rusydiyah, “Literasi Digital Dalam Pendidikan Islam: Menavigasi Tantangan Dan Peluang Media Sosial Untuk Pembelajaran Agama,” An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 5, no. 1, hlm. 100–117, Agu 2025, doi: 10.51806/an-nahdlah.v5i1.729.
[4] M. I. Saputra dan M. C. Syahputra, “Penanaman Paham Literasi Digital Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 12, no. 2, hlm. 360–365, Des 2021, doi: 10.24042/atjpi.v12i2.11269.
[5] R. Rajaminsah, M. Yudiyanto, M. I. Firdausi, M. Musoddiq, dan R. Anisa, “Moderasi Beragama dan Literasi Digital: Pengembangan Kurikulum PAI Adaptif terhadap Tantangan Era Post-Truth,” ALACRITY : Journal of Education, hlm. 1052–1065, Agu 2025, doi: 10.52121/alacrity.v5i2.854.
[6] S. Sahyan, S. Gotri, M. Fadli, dan M. A. Muttawakil, “Penggunaan Media Digital Interaktif Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Literasi Keislaman Siswa Mis Pendidikan Agama Islam Medan,” At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora, vol. 9, no. 2, hlm. 142–155, Nov 2025, doi: 10.47006/attazakki.v9i2.26625.
[7] M. Qusairi, M. A. Hidayat, M. R. Qolbiy, M. Sabirin, dan Y. Mof, “Korelasi Korelasi Digital Religious Literacy dan Kemampuan Critical Thinking Mahasiswa PAI dalam Menangkal Radikalisme di Media Sosial,” Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, vol. 4, no. 1, hlm. 250–261, Jan 2026, doi: 10.61132/jmpai.v4i1.1779.
[8] A. Q. Zaman, K. Abdirahman, dan M. Mahbubi, “Integrasi Literasi Digital dalam Kurikulum Pendidikan Islam untuk Meningkatkan Etika Bermedia Sosial Siswa,” SUKIJO CiRCLE : Journal of Contemporary Islamic Education Studies, vol. 2, no. 01, Jan 2026, Diakses: 27 April 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://ejournal.bamala.org/index.php/sukijo/article/view/719
[9] Z. Arifah, L. Ifadah, dan L. R. Andini, “Pendampingan Sekolah Moderasi Remaja melalui Pembinaan Literasi dan Puisi Moderasi Beragama Madrasah Aliyah sebagai Kontraradikalisme,” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, vol. 9, no. 1, hlm. 33–43, Mei 2024, doi: 10.21107/metalingua.v9i1.24089.
[10] A. T. Prastyo dan I. N. Inayati, “Implementasi budaya literasi digital untuk menguatkan moderasi beragama bagi santri (studi kasus di Mahad UIN Maulana Malik Ibrahim Malang),” INCARE (International Journal of Educational Resources), vol. 02, no. 06, hlm. 665–683, Apr 2022.
[11] B. Amal dan S. A. Qadzafi, “Penguatan Literasi Bagi Santri Dan Ikatan Pelajar Di Salatiga Sebagai Upaya Menyebarluaskan Ide Dan Gagasan Moderasi Beragama,” Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, vol. 5, no. 1, hlm. 25–31, Mar 2026, doi: 10.55681/devote.v5i1.5592.
[12] D. Afriyanto dan I. Mubarok, “Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam Berbasis Multiliterasi dalam Penguatan Moderasi Beragama di Era Disrupsi Digital,” Eshraq: Journal of Islamic Studies, vol. 2, no. 1, hlm. 134–145, Jan 2026.
[13] A. T. A. Syakur dan R. Ibrahim, “Moderasi Beragama Sebagai Berrier Radikalisme Dan Sekulerisme,” Al-I’tibar : Jurnal Pendidikan Islam, vol. 13, no. 1, hlm. 36–45, Feb 2026, doi: 10.30599/r98zmc33.
[14] W. Mutalib, M. Nahrawi, A. Mujahidin, dan H. R. Halili, “Transformasi Ideologis Muhammadiyah di Abad Kedua: Sintesis antara Tradisi, Modernitas, dan Spirit Islam Berkemajuan: Analisis Literatur,” JDP (Jurnal Dinamika Pendidikan), vol. 12, no. 2, hlm. 278–289, 2026, doi: 10.64540/t3qpxk81.
[15] A. Fadly, Remiswal, dan N. Hayati, “Epistemologi Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan Agama Islam Kontemporer,” Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 1, no. 2, hlm. 259–268, Sep 2025.
[16] N. Lani, A. A. Alhuuriyah, Y. N. Khaerunnisa, dan R. S. A. Addimyati, “Pengembangan Indikator Literasi Halal Melalui Pendekatan Literasi Agama, Budaya, Dan Moral,” Journal of Science Education, Technology, and Innovation (JSETI), vol. 1, no. 1, hlm. 39–49, Jan 2026, doi: 10.15575/jseti.v1i1.2372.
[17] A. Rahmawati dkk., “Penerapan Empat Indikator Moderasi Beragama Dalam Sikap Ustadz Abdul Somad Terhadap Tradisi Budaya : Studi Observasi Konten YouTube,” INOMATEC: Jurnal Inovasi dan Kajian Multidisipliner Kontemporer, vol. 1, no. 02, hlm. 745–758, Des 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syahril Hatta, Rachmat, Nurfadhilah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis tetap memegang hak atas karyanya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini yang secara simultan karya tersebut dilisensikan di bawah:
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License






