Pengaruh Latihan Miring Kanan Miring Kiri terhadap Peningkatan Peristaltik Usus pada Pasien Operasi Laparotomi: Scoping Review

Penulis

  • Suriadi Haryanto
  • Rafita Ofti Sefilena Program Studi Pascasarjana Keperawatan ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat

Kata Kunci:

Laparatomi, Miring Kanan Miring Kiri, Mobilisasi Dini, Peristaltik Usus

Abstrak

Latar Belakang: Ileus paralitik pascaoperasi merupakan komplikasi umum setelah bedah laparotomi yang dapat memperlambat pemulihan dan memperpanjang masa rawat inap. Latihan miring kanan miring kiri sebagai bagian dari mobilisasi dini sering diterapkan dalam praktik keperawatan untuk merangsang motilitas usus, namun pemetaan bukti spesifik mengenai intervensi ini masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai pengaruh latihan miring kanan miring kiri terhadap peningkatan peristaltik usus pada pasien pascaoperasi laparotomi. Metode: Scoping review ini mengikuti kerangka metodologi JBI dan panduan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect dan Google Scholar dengan kriteria inklusi studi primer yang menguji intervensi posisi lateral pada pasien laparotomi dewasa dan mengukur luaran peristaltik usus. Hasil: Lima artikel terpilih menunjukkan bahwa latihan miring kanan miring kiri secara signifikan (p < 0,05) mempercepat pemulihan peristaltik usus. Inisiasi latihan paling efektif dilakukan antara 6 hingga 12 jam pascaoperasi dengan durasi rata-rata 30 menit. Meskipun efektif sebagai stimulasi mekanis awal, intervensi ini sering kali digabungkan dengan aktivitas mobilisasi lain, sehingga sulit mengisolasi efek tunggalnya. Kesimpulan: Latihan miring kanan miring kiri merupakan intervensi keperawatan mandiri yang efektif dan aman untuk meningkatkan peristaltik usus. Diperlukan standarisasi protokol mengenai durasi optimal posisi lateral untuk memperkuat bukti klinis dalam asuhan keperawatan bedah.

Referensi

Agustini, M & Pramono, Y. S. (2021). Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peristaltik Usus Pada Pasien Post Op Laparatomi. Journal Of Nursing Invention, 2(1), 40-46.

Ayamah, Romlah, S. N., Hakim, A. N., Asih, S. D., & Almaidah, S. F. (2023). Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Pemulihan Peristaltik Usus Pada Pasien Operasi Laparatomi Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Prosiding SENANTIAS: Seminar Nasional Hasil Penelitian Dan Pkm, 4(1), 995-1004.

Bidjuni, H & Katuuk, M. E. (2018). Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peristaltik Usus Pada Pasien Pasca Laparatomi Di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. E-Journal Keperawatan (E-Kp), 6(1), 1-7.

Blum, S. (2020). Postoperative Ileus In Abdominal Surgery. Surgical Clinics Of North America, 100(2), 319-332. https://doi.org/10.1016/j.suc.2019.12.003

Brown, L. (2022). Ambulation Versus Passive Movement: A Review Of Early Postoperative Physical Activity. Rehabilitation Nursing Journal, 47(3), 121-128. https://doi.org/10.1097/RNJ.0000000000000366

Chapman, A. S. (2019). The Economic Burden Of Postoperative Ileus. Journal Of Gastrointestinal Surgery, 23(1), 167-173. https://doi.org/10.1007/s11605-018-3868-y

Chen, T. (2020). The Impact Of Enhanced Recovery After Surgery (Eras) On Bowel Function Recovery In Patients Undergoing Gastrectomy. International Journal Of Surgery, 77, 18-24. https://doi.org/10.1016/j.ijsu.2020.03.013

Kim, H., Et Al. (2017). Predictors Of Prolonged Length Of Stay After Major Abdominal Surgery. World Journal Of Surgery, 41(7), 1679-1685. https://doi.org/10.1007/s00268-017-3914-y

Lai, C. M. (2018). Effect Of Enhanced Recovery After Surgery Protocol On Length Of Stay And Complications In Major Abdominal Surgery. Jama Surgery, 153(7), 675-683. https://doi.org/10.1001/jamasurg.2018.0039

Ljungqvist, O. (2017). Enhanced Recovery After Surgery (Eras): A Consensus Review Of The Key Elements And Their Implementation. Annals Of Surgery, 266(5), 901–915. https://doi.org/10.1097/SLA.0000000000002500

Nygren, J. (2015). Guidelines For Perioperative Care In Elective Colorectal Surgery: Enhanced Recovery After Surgery (Eras) Society Recommendations. Clinical Nutrition, 34(6), 1059–1071. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2012.08.018

Rakhmawati, A., & Nu’manudin. (2025). Efektivitas Mengunyah Permen Karet Dan Mobilisasi Dini Terhadap Pemulihan Peristaltik Usus Pada Pasien Post Operasi Laparatomi (Apendisitis) Dengan General Anesthesi Di RSUD Karawang. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(11), 5161-5176. https://doi.org/10.33024/mahesa.v5i11.19719

Sitepu, S. D. E. U., Sitepu, A. L., Simarmata, P. C., Anggraeni, R. F., & Sipayung, S. T. (2021). Pengaruh Pemberian Mobilisasi Dini Terhadap Pemulihan Peristaltik Usus Pada Pasien Post Operasi Laparatomi Di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (JKF), 4(1), 57-64. https://doi.org/10.35451/jkf.v4i1.827

Smith, J. R. (2021). The Failure To Isolate In-Bed Mobilization Techniques In International Randomized Controlled Trials. Journal Of Nursing Research And Practice, 4(1), 45-50.

WHO. (2018). Global Guidelines For The Prevention Of Surgical Site Infection. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550475

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-25