Peran Komunikasi Terapeutik Sebagai Upaya Rehabilitasi Kesehatan Mental Berbasis Komunitas
Kata Kunci:
Community Nursing., Therapeutic Communication, Mental Health, Rehabilitation, Community Based, ODGJAbstrak
Latar Belakang: Kesehatan mental tetap menjadi isu penting namun sering diabaikan, terutama di daerah dengan keyakinan budaya yang kuat dan stigma seperti Kabupaten Sumenep. Banyak orang dengan gangguan mental (ODGJ) belum menerima pengobatan yang memadai dan masih mengalami pembatasan fisik. Untuk mengatasi masalah ini, Komunitas Orang dengan Gangguan Mental Sumenep (KOPDAS) didirikan sebagai inisiatif berbasis komunitas yang berfokus pada komunikasi terapeutik dan dukungan sosial dalam rehabilitasi kesehatan mental.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan komunikasi terapeutik dalam proses rehabilitasi bagi orang dengan gangguan mental yang dilakukan oleh KOPDAS di Kabupaten Sumenep.
Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi terapeutik diterapkan dalam kegiatan KOPDAS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan sampel purposif yang terdiri dari pendiri KOPDAS, administrator, dan anggota aktif. Data dianalisis secara interaktif mengikuti model Miles dan Huberman dan diverifikasi melalui triangulasi sumber dan metode.
Hasil: Temuan menunjukkan bahwa KOPDAS menerapkan komunikasi terapeutik melalui empat tahap berdasarkan teori Hildegard E. Peplau: pra-interaksi, orientasi, kerja, dan penutupan. Setiap tahap menekankan empati, mendengarkan aktif, dan membangun kepercayaan antara relawan, pasien, dan keluarga. Pendekatan ini
secara efektif mengurangi stigma sosial, mendorong partisipasi keluarga, dan mempercepat pemulihan pasien. Beberapa pasien yang sebelumnya dibatasi berhasil terintegrasi kembali ke masyarakat dan memulihkan fungsi sosial mereka.
Kesimpulan: Komunikasi terapeutik berperan sebagai unsur kunci dalam rehabilitasi kesehatan mental berbasis komunitas. Dengan mempromosikan empati, kolaborasi, dan keterlibatan berkelanjutan antara KOPDAS, pusat kesehatan masyarakat, dan otoritas lokal, model ini menunjukkan pendekatan efektif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mental di lingkungan dengan sumber daya terbatas dan sensitif secara budaya.
Referensi
Aisah, S. (2009). Komunikasi antar pribadi pada hubungan antara tenaga medis dan pasien. Jurnal Komunikasi, 6(2), 196–205. https://komunikologi.esaunggul.ac.id/index.php/KM/article/view/90
Astutik, A. R. (2018). Komunikasi Terapeutik Dengan Tingkat Kepuasan Pasien. Skripsi, 1–103.
Collins, S. P., Storrow, A., Liu, D., Jenkins, C. A., Miller, K. F., Kampe, C., & Butler, J. (2021). dikta. 167–186.
Fasya, H., & Supratman, L. P. (2018). Therapeutic Communication of Nurses to Mental Disorder Patient. Jurnal Penelitian Komunikasi, 21(1), 15–28. https://doi.org/10.20422/jpk.v21i1.485
JASMINE, K. (2014). Buku Ajar Komuikasi Terapeutik. In Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinversi) Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu.
Peplau, H. E. (1952). Interpersonal Relations in Nursing: A Conceptual Frame of Reference for Psychodynamic Nursing. G. P. Putnam’s Sons. https://archive.org/details/interpersonalrel0000pepl
Sri Kusdiyanty, I., Wisnusakti, K., Jenderal Achmad Yani Cimahi, U., Kunci, K., jiwa, G., & mental, K. (2022). Humantech Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia Tinjauan Literatur Tentang Analisis Pemulihan Kesehatan Mental Pada Masyarakat Di Indonesia. 1(9), 1296–1305.
Subu, M. A., Waluyo, I., Nurdin, A. E., Priscilla, V., & Aprina, T. (2018). Stigma, Stigmatisasi, Perilaku Kekerasan dan Ketakutan diantara Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia: Penelitian Constructivist Grounded theory. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 30(1), 53–60. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2018.030.01.10
Wahyuningsih, S., Dinda, S., Suminar, J. R., & Setianti, Y. (2019). Komunikasi Terapeutik Tenaga Kesehatan Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Pasca Pasung(Studi Kasus Komunikasi Terapeutik Odgj Pasca Pasung). Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(1), 47. https://doi.org/10.26714/jkj.7.1.2019.47-60
Wijaya, L. N., Syarah, M. M., & Santoso, A. B. (2023). Proses Komunikasi Terapeutik Dalam Upaya Penyembuhan PasienGangguanJiwa di Yayasan Al Fajar Berseri. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(3), 299–307.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Palupi Nutia, Sri Wahyuningsih

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis tetap memegang hak atas karyanya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini yang secara simultan karya tersebut dilisensikan di bawah:Â Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)







