EFEKTIFITAS ANTARA TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI POST OPERASI APPENDIKTOMI DI RUANG EDELWEIS A RSUD KARSA HUSADA BATU

Penulis

  • Pinggan Ratu Pramudiva Kencana Wungu Poltekkes Kemenkes Malang
  • Roni Yuliwar
  • Rudi Hamarno
  • Marsaid

DOI:

https://doi.org/10.30651/jkm.v11i1.28535

Kata Kunci:

Nyeri, Relaksasi Genggam Jari, Relaksasi Nafas Dalam

Abstrak

Background: Appendiksitis merupakan penyebab tersering nyeri abdomen akut yang ditangani dengan tindakan operasi appendiktomi. Nyeri post operasi merupakan masalah utama yang mempengaruhi penyembuhan pasien. Intervensi non farmakologis seperti teknik relaksasi genggam jari dan napas dalam dinilai efektif menurunkan intensitas nyeri. Objective: Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas kedua teknik tersebut. Methods: Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan two group pre-test and post-test pada 30 pasien di RSUD Karsa Husada Batu. Rata. Analsisi bivariat yang digunakan adalah Wilcoxon Sign Rank Test dan Mann Whitney U Test. Results: Rata-rata nyeri kelompok relaksasi genggam jari menurun dari 4,87 menjadi 2,67, sedangkan napas dalam dari 4,87 menjadi 2,93. Uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai p = 0,370 (p > 0,05), yang berarti tidak ada perbedaan signifikan. Uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai p = 0,370 (p > 0,05), yang berarti tidak ada perbedaan signifikan. Conclusion: Kedua teknik dinilai sama-sama efektif untuk menurunkan nyeri pasca operasi appendiktomi.

Referensi

Dewi, R. S., Wijayanti, F., & Putri, P. (2024). The Application Of Finger Grip Relaxation Therapy To Reduce Pain Level In Patient With Post-Operative Appendicitis; A Case Study. Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal), 5(2), 89–95.

D’souza, N., & Nugent, K. (2016). Appendicitis. American Family Physician, 93(2), 142–143.

Maulidya, I. (2024). PENGARUH TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI UNTUK MENGURANGI INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APPENDICITIS DI RUANG BEDAH. Media Husada Journal Of Nursing Science, 5(2), 139–146.

Pratiwi, L. N., & Silvitasari, I. (2023). Penerapan Terapi Genggam Jari Terhadap Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi Appendictomy di RS. PKU Muhammadiyah Karanganyar. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(4), 841–849.

Putri, N. S., Pinata, A., & Prasetyawan, R. D. (2023). PENERAPAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER PADA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN POST OP APENDIKTOMI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT: Application of Lavender Aromatherapy in Nursing Care of Post-Appendectomy Clients with Acute Pain Nursing Problems. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 9(2), 372–377.

Sagala, W. T., & Naziyah, N. (2023). Analisis Intervensi Keperawatan sebagai Chloramphenicol Zalf Sebagai Primary Dressing pada Fase Proliferasi Luka pada Pasien Nn. D dan Ny. F dengan Diagnosis Medis Post OP Appendicitis di RS Uki Jakarta Timur. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(4), 1679–1686.

Widodo, W., & Qoniah, N. (2020). Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Pada Pasien Appendicitis Di Rsud Wates. Nursing Science Journal (NSJ), 1(1), 25–28.

Interprofessional Education Collaborative (IPEC). 2011. Core competencies for interprofessional collaborative practice: Report of an expert panel. Washington, DC: Interprofessional Education Collaborative.

Jones and Fitzpatrick, 2009. CRNA-Physician Collaboration in Anesthesia. AANA Journal, December, Vol 77, No. 6

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-24