Tri Agung Bhaktiar., S.Kep Pengaruh Pemberian Madu Murni Terhadap Frekuensi Bab Dan Konsistensi Feses Pada Anak Diare Di Wilayah Rw 05 Kelurahan Srengseng Kecamatan Kembangan Jakarta Barat
Sebuah Penelitian Kuasi-Eksperimen di Lingkungan Komunitas
Kata Kunci:
Child Diarrhea, Defecation Frequency, Pure Honey, and Stool ConsistencyAbstrak
Tujuan:
Diare merupakan masalah kesehatan umum pada anak yang dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu murni terhadap frekuensi buang air besar dan konsistensi feses pada anak yang mengalami diare.
Metode:
Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 20 anak yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan Bristol Stool Chart. Intervensi dilakukan selama beberapa hari sesuai dengan protokol penelitian.
Hasil:
Rata-rata frekuensi buang air besar menurun dari 5,90 menjadi 2,20 kali per hari, sementara konsistensi feses membaik dari tipe 6–7 menjadi tipe 3–4. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai p = 0,000 untuk kedua variabel.
Kesimpulan:
Sifat antibakteri, antiinflamasi, osmotik, dan enzimatik dari madu murni seperti kandungan flavonoid dan enzim glukosa oksidase berkontribusi dalam proses pemulihan saluran pencernaan. Madu murni dapat dipertimbangkan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi gejala diare pada anak.
Referensi
Andayani, R. P. (2020). Madu sebagai Terapi Komplementer Mengatasi Diare pada Anak Balita. Jurnal Kesehatan Perintis. https://www.jurnal.upertis.ac.id/index.php/JKP/index
Arsi, R., Lutfia, S., Alfa, N., & Rimbawati, Y. (2025). Pengaruh Pemberian Terapi Madu Pada Balita Yang Mengalami Diare. 6(1), 98–107.
Auliana, N. L., Murniati, & Sofiyah. (2024). Pemberian Madu Untuk Mengatasi Diare Pada Anak Balita: Studi Kasus. Jurnal PenelitianPerawat Profesiona, 2(5474), 1333–1336.
Dinkes. (2023). Gejala Penyakit Diare, Penyebab dan Tips Mencegahnya. Dinkes Jakarta. https://dinkes.jakarta.go.id/berita/read/gejala-penyakit-diare-penyebab-dan-tips-mencegahnya#
Kemenkes. (2023). Diare pada anak. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI.
Kemkes. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. In Kemkes.go.id. Kementerian Kesehatan RI.
Lestari. (2021). Desain Penelitian: Karakteristik – Jenis dan Contohnya. haloedukasi.com. https://haloedukasi.com/desain-penelitian-adalah
Lusiana, E., Immawati, & Sri Nurhayati. (2021). Penerapan Pemberian Madu untuk Mengatasi Diare Pada Anak Usia Pra Sekolah (3 – 5 Tahun). Jurnal Cendikia Muda, 1(1), 2807–3469.
Nordin, E.; Hellström, P. M.; Brunius, C.; Landberg, R. (2024). Modest conformity between self‑reporting of Bristol Stool Form and fecal consistency measured by stool water content in irritable bowel syndrome, a FODMAP and gluten trial. American Journal of Gastroenterology, 117(10), 1668–1674. https://doi.org/10.14309/ajg.0000000000001942
Prawati, D. D. (2019). Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diare Di Tambak Sari, Kota Surabaya. Jurnal PROMKES, 7(1), 34. https://doi.org/10.20473/jpk.v7.i1.2019.34-45
WHO. (2020). Diarrhoeal disease. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
WHO. (2024). Diarrhoeal disease. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
Wulandari, Y., & Milindasari, P. (2023). Terapi Pemberian Madu Untuk Menurunkan Frekuensi Diare Pada Anak Balita. Jurnal Keperawatan Bunda Delima, 5(2), 13–18. https://doi.org/10.59030/jkbd.v5i2.80
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 TRI BHAKTIAR

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis tetap memegang hak atas karyanya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini yang secara simultan karya tersebut dilisensikan di bawah:Â Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)







