Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Anak Di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.30651/jkm.v10i4.27275Kata Kunci:
tingkat pengetahuan orangtua, kepatuhan pengobatan, tuberkulosis anakAbstrak
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jenis bakteri ini biasa disebut bakteri tahan asam (BTA) karena bentuknya yang seperti batang dan bersifat tahan asam. Secara umum, sebagian besar tuberkulosis patogenik memperburuk parenkim paru dan menyebabkan tuberkulosis parenkim. Akan tetapi, bakteri ini juga memiliki kemampuan untuk menginfeksi organ tubuh lainnya (TB ekstra paru), seperti pleura, kelenjar, tulang, dan organ lainnya.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik. Penelitian survei analitik merupakan penelitian yang mencoba mencari tahu mengapa masalah kesehatan dapat terjadi, kemudian menganalisis hubungan antara faktor risiko (faktor yang memengaruhi efek) dan faktor efek (faktor yang dipengaruhi oleh risiko). Dengan analisis korelasi untuk mengetahui sejauh mana faktor risiko memberikan kontribusi terhadap pengaruh atau suatu kejadian masalah kesehatan, sehingga dalam penelitian analitik diperlukan hipotesis penelitian dan uji statistik.
Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square yang telah dilakukan diperoleh nilai p sebesar 0,000 < 0,05.
Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada anak di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2025
Referensi
Alfa, Z. syani. (2023). Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Penderita Tuberkulosis Paru Terhadap Kepatuhan Minum Obat Di Puskesma Warungpring Pemalang. Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 01, 1–23. https://repository.unissula.ac.id/29924/2/33101800092_fullpdf.pdf
Arisena, Y., Silitonga, M., Kurniati, I., Kedokteran, F., Lampung, U., Klinik, B. P., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2019). Kolaborasi TBC dan HIV. Kolaborasi Tuberculosis (TBC) Dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), 9, 276–284.
Aulia. (2023). hubungan dukungan keluarga dengan kepauhan minum obat pada pasien tuberkulosis. 10(8), 2634–2643.
Ayu. (2020). Dukungan Sosial Orang Tua Terhadap Balita Penerima Terapi Pengobatan Pencegahan Dengan Isoniazid (PP INH) di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember.
Bestari, K. T. N. (2022). Strategi Tatalaksana Tuberkulosis Sensistif Obat pada Anak. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 5(4), 9.
Ditjen P2P Kemenkes RI. (2020). Modul Pelatihan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) bagi Petugas Kesehatan di Fasyankes Tingkat Pertama (FKTP) Materi Inti 1: Penemuan Pasien Tuberkulosis. Dirjen Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit, 1–26.
Ethyca, S. (2020). Hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pengobatan pada anak penderita tuberculosis (tbc) di puskesmas perak timur surabaya. Jurnal Keperawatan, 9(1), 8–17.
Firdausi, N. I. (2020). Patofisiologi penyakit infeksi tuberkulosis. Kaos GL Dergisi, 8(75), 147–154. https://doi.org/10.1016/j.jnc.2020.125798%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.smr.2020.02.002%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/810049%0Ahttp://doi.wiley.com/10.1002/anie.197505391%0Ahttp://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780857090409500205%0Ahttp:
Kemenkes. (2022). TBC.
Kemenkes. (2024). TBC ( tuberkulosis ).
Kemenkes RI. (2019). Tata laksana tuberkulosis. 1–23.
Lailatushifah, S. N. F. (2020). Kepatuhan Pasien yang Menderita Penyakit Kronis Dalam Mengonsumsi Obat Harian. Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta, 1–9. http://fpsi.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2012/06/Noor-Kepatuhan...pdf
Lihi et al. (2022). gambaran pemberian makan tambahan ( PMT ).
Maulana, M. R., Putri, N. A., Auliya, Q. A. Y., & Sofyanita, E. N. (2024). Hubungan Pengetahuan, Sikap, Perilaku Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien TB di Kota Semarang. Gema Lingkungan Kesehatan, 22(1), 1-5.
Nasution, M. S. (2021). Program studi keperawatan program sarjana fakultas kesehatan universitas aufa royhan di kota padangsidimpuan 2021. 1–99.
Puskesmas, D. I., & Samarinda, T. (2019). MOTIVASI BEROBAT PADA PENYANDANG TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA Mayusef Sukmana * , Selvyana Dian Susanty*. 2(1), 12–20.
Rachmayani. (2020). TATA LAKSANA TUBERKULOSIS. 6.
Ratna, Fitriana, V., Khamdannah, E. N., & Fitriana, A. A. (2023). Pencegahan Penularan TBC Melalui Implementasi Cekoran Bu Titik (Cegah Resiko Penularan Melalui Batuk Efektif dan Etika Batuk) pada Remaja di SMAN2 Kudus. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 6(1), 77–87.
RI. K. (2020). Pasien TBC Harus Lebih Waspadai Corona.
Riyanto. (2021). Aplikasi penelitian untuk kesehatan. Nuha Medika.
Sari, E. (2020). Hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pengobatan pada anak penderita tuberculosis (tbc) di puskesmas perak timur surabaya. Jurnal Keperawatan, 9(1), 8-17.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. (PT. Alfabet (ed.); 1st ed.). PT. Alfabet.
Syahreza, N. (2020). Definisi Konseptual Dan Definisi Operasional. Scribd.Com. https://www.scribd.com/document/347316706/Definisi-Konseptual-Dan-Definisi-Operasional
Ummah, M. S. (2019). hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
World Health Organization. (2022). Laporan Kasus Tuberkulosis (TBC) Global Dan Indonesia 2022.
World Health Organization. (2023). GLOBAL TUBERCULOSIS REPORT.
World Health Organization. (2023). Tuberkulosis. WHO.
Wijaya, M. S. D., Mantik, M. F. J., & Rampengan, N. H. (2021). Faktor Risiko Tuberkulosis pada Anak. E-CliniC, 9(1), 124–133. https://doi.org/10.35790/ecl.v9i1.32117
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 wanda avrilia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis tetap memegang hak atas karyanya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini yang secara simultan karya tersebut dilisensikan di bawah:Â Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)







