Hubungan pemenuhan kebutuhan spritual dasar dengan tingkat status mental pada orang dalam gangguan jiwa diyayasan berkas bersinar abadi lamongan
Kata Kunci:
Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pemenuhan kebutuhan spiritual, tingkat status mentalAbstrak
Pemenuhan kebutuhan spiritual sangat diperlukan pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) karena berperan penting dalam mendukung kestabilan dan perubahan status mental. Spiritualitas dapat memberikan makna hidup, harapan, dan ketenangan batin yang berdampak positif terhadap kondisi psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat status mental pada ODGJ di Yayasan Berkas Bersinar Abadi Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi sebanyak 80 ODGJ, dan sampel sebanyak 66 orang yang diperoleh melalui teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pemenuhan kebutuhan spiritual dasar yang rendah sebanyak 55 orang (88,3%). Sementara itu, sebagian besar responden menunjukkan tingkat status mental yang baik sebanyak 39 orang (59,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai korelasi rₛ = 0,566 yang menunjukkan adanya hubungan yang positif dan cukup kuat antara pemenuhan kebutuhan spiritual dasar dengan tingkat status mental pada ODGJ. Semakin tinggi tingkat pemenuhan spiritual, maka semakin baik pula status mental yang dimiliki. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi aspek spiritual dalam perawatan jiwa. Oleh karena itu, disarankan kepada perawat untuk mengembangkan program-program berbasis spiritual seperti pelaksanaan ibadah bersama secara rutin dan pembentukan kelompok dukungan yang mengandung nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari intervensi rehabilitasi holistik.
Referensi
Andini, M., Aprilia, D., & Distina, P. P. (2022). Kontribusi Psikoterapi Islam bagi Kesehatan Mental. 3(2), 165–186.
Andriyantoa,A.B.S.H.S.V.F.(2024).Kebutuhan+Spiritualitas+Lansia+Dengan+Penyakit+Kronis+Yang+Hidup+Sendiri+Di+Wilayah+Kerja+Dinas+Kesehatan+Kabupaten+Mojokerto. Jurnal Keperawatan, 12(2), 179–188.
Annisa, E., & Pramana, Y. (2021). Kebutuhan Spiritual Dengan Kualitas Hidup Pada Lanjut Usia : Literature Review. Junrnal ProNers, July, 5.
Arifiati, R. F., & Wahyuni, E. S. (2019). Peningkatan Sense of Humor untuk Menurunkan Kecemasan pada Lansia * Corresponding Author Menua merupakan suatu proses alami yang dihadapi manusia , tahap yang paling krusial adalah terjadi penurunan fungsi atau perubahan pada aspek biologis , aspek psikol. 1(2), 139–169.
Aziz, R., & -, Z.-. (2020). Analisis Faktor Konfirmatori Terhadap Alat Ukur Kesehatan Mental Berdasarkan Teori Dual Model. Psikoislamika : Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 16(2), 1. https://doi.org/10.18860/psi.v16i2.8199
Aziz, R., Mangestuti, R., Sholichatun, Y., Rahayu, I. T., Purwaningtyas, E. K., & Wahyuni, E. N. (2021). 40 (27). Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP), 1(2), 83–94.
Faridah, F. (2021). Perbedaan Perilaku Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Berdasarkan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(2), 892. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i2.1429
Islamiati, R., Widianti, E., & Suhendar, I. (2018). Sikap Masyarakat Terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa di Desa Kersamanah Kabupaten Garut. Jurnal Keperawatan BSI, 6(2), 197–198. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jk/article/view/4107
Journal, C. D., Ratna, E., Silalahi, D., Marbun, B. N., & Purba, J. M. (2023). Kecemasan. 4(2), 4132–4138.
Kesehatan, D., Dan, M., Kasus, L., Di, D., & Modern, E. R. A. (2024). Dampak kesehatan mental dan lonjakan kasus bunuh diri di era modern. 2(1), 51–60. https://doi.org/10.3287/ljpbk.v1i1.325
Khoirunnisa Ghefira Yusrani, Nurul Aini, Shifa Aulia Maghfiroh, & Novita Dwi Istanti. (2023). Tinjauan Kebijakan Kesehatan Mental di Indonesia: Menuju Pencapaian Sustainable Development Goals dan Universal Health Coverage. Jurnal Medika Nusantara, 1(2), 89–107. https://doi.org/10.59680/medika.v1i2.281
Mengalami, Y., Orang, P., Di, T. U. A., & Smj, S. M. K. (2019). Pelaksanaan Konseling Logoterapi Dalam Menangani Kasus Ketidakmampuan Penyesalan Diri Pada Dua Siswa. 17, 80–98.
Munir, A., & Aziz, A. (2020). Tabularasa : Jurnal Ilmiah Magister Psikologi Hubungan Self Efficacy dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Self Regulated Learning Pada Mahasiswa Universitas Potensi Utama Medan Correlation Of Self Efficacy And Social Friends Support With Self Regulated. 2(1), 26–33.
Nursalam. (2020). Metodologi Riset Kesehatan. In Eureka Media Aksara.
Pengabdian, J., Kesehatan, M., Nurhaeni, A., Marisa, D. E., & Oktiany, T. (2022). Kesehatan Mental Pada Remaja. 01(01), 29–34.
Pesantren, P., Hakim, D., Aufa, A. A., Burhanuddin, H., Silfiyah, K., & Safitri, E. (n.d.). Mendidik Santri Skizofrenia : Pendekatan Pendidikan Agama Islam Di. 04, 20–39.
Rafiqah, T. (2016). Upaya Mengatasi Gangguan Mental Melalui Terapi Zikir. Jurnal Dimensi, 4(3), 1–22. https://doi.org/10.33373/dms.v4i3.48
Ridlo, I. A. (2020). Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Pandemi COVID-19 dan Tantangan Kebijakan Kesehatan Mental di Indonesia. Departemen Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, 155–164. https://doi.org/10.20473/jpkm.v5i12020.155-164
Sahir, safrida H. (2021). Metodologi Penelitian (M. S. Dr. Ir. Try Koryati (ed.)). KBMIndonesia.https://repositori.uma.ac.id/jspui/bitstream/123456789/16455/1/E-Book Metodologi Penelitian Syafrida.pdf
Sharma, R. K., Astrow, A. B., Texeira, K., & Sulmasy, D. P. (2012). The spiritual needs assessment for patients (SNAP): Development and validation of a comprehensive instrument to assess unmet spiritual needs. Journal of Pain and Symptom Management, 44(1), 44–51. https://doi.org/10.1016/j.jpainsymman.2011.07.008
Supini, P., Gandakusumah, A. R. P., Asyifa, N., Auliya, Z. N., & Ismail, D. R. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental pada Remaja. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(1), 166–172. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.1760
Syahfitri, W., & Putra, D. P. (2021). Kesehatan Mental Warga Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 6(2), 226. https://doi.org/10.29210/30031175000
Tingkat Kebutuhan Spiritual Pada Pasien Skizofrenia Dengan Perilaku Kekerasan. (2023). Journal Keperawatan Jiwa, 11(4), 785–798. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKJ/article/download/12789/pdf
Vitoasmara, K. (2024). Gangguan Mental ( Mental Disorders ). 3.
Wilayah, P., & Jateng, I. (2015). Kesehatan Mental Mahasiswa UIN Walisongo Dawam Mahfud , Mahmudah , Wening Wihartati. 35(1), 35–51.
Yunalia, E. M., Suharto, I. P. S., & Pakili, I. A. (2022). Analisis Status Mental Emosional Remaja Tahap Akhir. Jurnal Keperawatan Jiwa, 10(2), 355. https://doi.org/10.26714/jkj.10.2.2022.355-362
Zaman, B., Rabial, J., STIKes Jabal Ghafur, K., & Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, K. (2023). Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Dengan Motivasi Kesembuhan Pasien Skizofrenia Di Wilayah Puskesmas Kabupaten Pidie. Jurnal Ners Universitas Pahlawan, 7(1), 677. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Bambang Supriadi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis tetap memegang hak atas karyanya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini yang secara simultan karya tersebut dilisensikan di bawah:Â Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)







