Pengaruh Thought Stopping Therapy Terhadap Tingkat Kecemasan Remaja

Penulis

  • Siska Dwi Resanti universitas Muhammadiyah lamongan
  • moh.saifudin Universitas muhammadiyah lamongan
  • abdul rokhman Universitas muhammadiyah lamongan

Kata Kunci:

Thought stopping therapy, Tingkat kecemasan, Remaja

Abstrak

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami kecemasan akibat tekanan akademik, sosial, dan perubahan psikologis yang kompleks. Tingkat kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kesehatan mental dan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh thought stopping therapy terhadap tingkat kecemasan remaja di SMPN 1 Lamongan.

Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-post test desain. Dipilih melalui teknik purposive sampling dan memenuhi kriteria inklusi dengan populasi sebanyak 350 remaja dengan sampel berjumlah 35 remaja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat kecemasan HARS dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.

Sebelum dilakukan terapi seluruh remaja berada pada tingkat kecemasan sedang (100.0%), Dan setelah pemberian terapi hampir seluruh remaja berada pada tingkat kecemasan tidak ada gejala (97.1%). Didapatkan hasil Z=-5.169 dan menunjukan signifikansi p = 0,001 yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan ada pengaruh thought stopping therapy terhadap tingkat kecemasan remaja di SMPN 1 Lamongan.

Thought stopping therapy efektif dalam membantu individu mengurangi kecemasan secara mandiri. Dengan demikian, thought stopping therapy direkomendasikan sebagai salah satu metode pendampingan psikologis di lingkungan sekolah. Remaja diharapkan terus melatih thought stopping therapy secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menghadapi situasi yang memicu kecemasan, agar keterampilan ini menjadi bagian dari mekanisme koping yang efektif.

 

Referensi

Abdurrahman, N. N., & Mubin, M. F. (2020). Penurunan Kecemasan Pasien Rehabilitasi Napza Menggunakan Terapi Teknik Thought Stopping. Ners Muda, 1(3), 207. https://doi.org/10.26714/nm.v1i3.6198

Batiari, N. M. P., Budiharto, B., & Suratmi, T. (2022). Kecemasan Remaja: Faktor-faktor Risiko Berdasarkan Model Ekologi Sosial. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 7(1), 36–53. https://doi.org/10.20473/jpkm.v7i12022.36-53

Lana, C. D., & Indrawati, K. R. (2021). Peranan kualitas persahabatan dan kecerdasan emosional pada kebahagiaan remaja. Jurnal Psikologi Udayana, 8(1), 95. https://doi.org/10.24843/jpu.2021.v08.i01.p10

Novitasari, kristina dwi. (2018). Persentase Remaja Asean yang Merokok. Skripsi Thesis, Universitas Airlangga, 1–8.

Purnomo, E., & Pulungan, Z. S. A. (2022). Pemberian Terapi Penghentian Pikiran ( Thought Stopping ) Menurunkan Kecemasan Klien Hipertensi. 1(3), 79–85.

Sekolah, T., & Diana, F. (2022). AL-IRSYAD: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Web Jurnal : 4, 63–76. http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/Irsyad/article/view/5163/3688

Setyananda, T. R., Indraswari, R., & Prabamurti, P. N. (2021). Tingkat Kecemasan (State-Trait Anxiety) Masyarakat dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 di Kota Semarang. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(4), 251–263. https://doi.org/10.14710/mkmi.20.4.251-263

Twsitiandayani (2013). (2020). Thought Stopping Enhancing Self-Esteem of People With Schizophrenia. Journal of Vocational Nursing, 1(1), 44. https://doi.org/10.20473/jovin.v1i1.19907

Widhawati, R., Lubis, V. H., & Komalasari, O. (2024). Jurnal Peduli Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) - Aphelion, 4, 171–178. https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/2494

Yasmin, P., Gultom, B., & Adelia, N. (2025). Kesalahan Berpikir ( Logical Fallacies ). 9, 1859–1864.

Zahra, G., Fadhilah, N., Saputra, R. A., & Wibowo, A. H. (2024). Deteksi Tingkat Gangguan Kecemasan Menggunakan Metode Random Forest. Jurnal Fakultas Teknik UMT, 13(1), 38–47. http://jurnal.umt.ac.id/index.php/jt/index

Diterbitkan

2025-12-30