Efektivitas terapi kelompok Dialectical Behavior Therapy (DBT) dan hipnotis 5 jari terhadap kualitas hidup pasien dengan gangguan stres pasca trauma (PTSD) Di Yayasan Griya Cinta Kasih - LKS Disabilitas Mental Jombang

Penulis

  • Sulistiawati Universitas Muhammadiyah lamongan
  • Siti Sholikhah Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Indonesia
  • Moh. Saifudin Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30651/jkm.v10i3.26475

Kata Kunci:

PTSD, Dialectical Behavior Therapy, Hipnotis 5 Jari, Kualitas Hidup, Intervensi Psikososial.

Abstrak

Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD) merupakan kondisi psikologis yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup individu. Intervensi non-farmakologi seperti Dialectical Behavior Therapy (DBT) dan Hipnotis 5 Jari mulai banyak digunakan untuk membantu pasien mengelola gejala PTSD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan efektivitas DBT dan Hipnotis 5 Jari dalam meningkatkan kualitas hidup pasien PTSD. Desain penelitian ini menggunakan quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua kelompok intervensi, masing-masing terdiri dari 30 responden, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah WHOQOL-BREF, dan analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test serta Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien PTSD (p < 0,05). Namun, Hipnotis 5 Jari menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan DBT dengan nilai signifikansi p = 0,000. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Hipnotis 5 Jari lebih efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien PTSD karena teknik relaksasi mendalam yang mampu menurunkan kecemasan dan stres secara signifikan. Oleh karena itu, Hipnotis 5 Jari layak dipertimbangkan sebagai alternatif terapi non-farmakologi yang efektif dalam penanganan PTSD.

 

Referensi

Brewin. (2023). Awareness and understanding of PTSD in trauma survivors: A review of

evidence. Clinical Psychology Review, 96, 102184.

Blevins. (2022). The PCL-5: A review of the PTSD Checklist for DSM-5 in clinical and research

settings. Journal of Traumatic Stress,, 35(2), 245-254.

WHO., W. H. (2016). Quality of Life Assessment. Retrieved from Retrieved from

https://www.who.int/tools/whoqol

Sareen. (2021). Posttraumatic stress disorder and its physical health consequences: A review

of the literatur. Journal of Affective Disorders, 276, 298-307.

Hoge, E. A. (2022). The PCL-5: Psychometric properties of the PTSD Checklist for DSM-5. .

Journal of Traumatic Stress, , 35(3), 375-382.

Bradley, R. G. (2016). A multidimensional meta-analysis of psychotherapy for PTS. American

Journal of Psychiatry,, 214-227.

Linehan, M. M. (2015). DBT Skills Training Manual. New York: Guilford Press.

Taylor. (2021). Hypnosis as a complementary therapy for stress and anxiety: A systematic

review. Journal of Clinical Psychology and Hypnotherapy, , 10(2), 115-130.

Notoatmodjo, S. (2016). Rumus Sampling dalam Penelitian. Jurnal Penelitian Kesehatan, 45-

50.

Nursalam, S. (2016). Metodologi Penelitian untuk Keperawatan dan Kesehatan.

Jakarta: Salemba Medika.

Bohus, M. D. (2019). ialectical behavior therapy for post-traumatic stress disorder. Journal

of Traumatic Stress,, 776-786.

Shapiro, F. (2020). EMDR Therapy: What It Is, Procedure & Effectiveness. . Retrieved from

Cleveland Clinic.: https://my.clevelandclinic.org

Diterbitkan

2025-09-15