Hubungan Konsumsi Makanan Berlemak Dan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Penyakit Jantung Pada Lansia Berdasarkan Data SKI 2023

Authors

  • Tama Mega Nawangwulan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen
  • Rifatul Fani Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen Malang
  • Yuni Asri Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen Malang
  • Ratna Roesardhyati Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen Malang

DOI:

https://doi.org/10.30651/jkm.v11i2.29537

Keywords:

makanan berkemak, lansia, penyakit jantung, perilaku merokok, survei kesehatan indonesia

Abstract

Latar Belakang : Penyakit jantung merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada lansia di seluruh dunia. Di Indonesia, penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling dominan, terutama pada kelompok lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi fisiologis dan peningkatan faktor risiko. Konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok merupakan dua faktor risiko perilaku yang berperan signifikan terhadap terjadinya penyakit jantung. Namun, bukti berbasis populasi nasional yang mengkaji kedua faktor ini pada lansia masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok dengan kejadian penyakit jantung pada lansia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder diperoleh dari SKI 2023 dengan populasi seluruh lansia berusia ≥ 60 tahun. Variabel independen meliputi konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok, sedangkan variabel dependen adalah kejadian penyakit jantung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil :Sebanyak 97.339 lansia dianalisis dalam penelitian ini. Mayoritas responden melaporkan pernah mengonsumsi makanan berlemak (94,6%) dan sebanyak 28,5% memiliki riwayat merokok. Kejadian penyakit jantung lebih banyak ditemukan pada lansia yang mengonsumsi makanan berlemak (3,2%) dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi (0,3%). Demikian pula, lansia dengan riwayat merokok menunjukkan proporsi penyakit jantung lebih tinggi (0,9%) dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok (2,6%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi makanan berlemak dan penyakit jantung (p = 0,001), serta antara perilaku merokok dan penyakit jantung (p = 0,001). Kesimpulan : Konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian penyakit jantung pada lansia berdasarkan data SKI 2023. Upaya preventif melalui edukasi gizi, modifikasi pola makan, dan program berhenti merokok sangat diperlukan untuk menurunkan risiko penyakit jantung pada kelompok lansia.

References

rsyad, D. S., Westerink, J., Cramer, M. J., Ansar, J., Wahiduddin, Visseren, F. L. J., Doevendans, P. A., & Ansariadi. (2022). Modifiable risk factors in adults with and without prior cardiovascular disease: findings from the Indonesian National Basic Health Research. BMC Public Health, 22(1), 660. https://doi.org/10.1186/s12889-022-13104-0

Astrup, A., et al. (2020). Saturated Fats and Health: A Reassessment. Journal of the American College of Cardiology.

Banks, E., et al. (2019). (2019). ong-term smoking exposure and cardiovascular risk. The Lancet Public Health.

Bappenas. (2022). Proyeksi Penduduk Lansia Indonesia 2045.

Dwi, F., Melati, P., & Widiany, F. L. (2021). Asupan Lemak Jenuh dengan Kadar Lipoprotein pada Kelompok Lanjut Usia Kolesterol. 23(1), 44–51. https://doi.org/10.29238/jnutri.v23i1.205

Juonala, M., et al. (2020). Childhood and adult smoking predicting cardiovascular events. JAMA Cardiology.

Ministry of Health, R. of I. (2020). Indonesia Health Profile 2020. Kemenkes RI.

Roth, G. A., Mensah, G. A., Johnson, C. O., Addolorato, G., Ammirati, E., Baddour, L. M., Barengo, N. C., Beaton, A. Z., Benjamin, E. J., Benziger, C. P., Bonny, A., Brauer, M., Brodmann, M., Cahill, T. J., Carapetis, J., Catapano, A. L., Chugh, S. S., Cooper, L. T., Coresh, J., … Fuster, V. (2020). Global Burden of Cardiovascular Diseases and Risk Factors, 1990-2019: Update From the GBD 2019 Study. Journal of the American College of Cardiology, 76(25), 2982–3021. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2020.11.010

Sam Ratulangi E-Journal. (2022). Hubungan Perilaku Merokok dengan Penyakit Jantung Koroner.

Schwingshackl, L., et al. (2021). Saturated fat intake and cardiovascular disease risk. BMJ.

Setiati, S., et al. (2020). Geriatric Medicine in Indonesia. UI Press.

UMSurabaya Repository. (2023). Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Lansia.

Virani, S. S., Alonso, A., Aparicio, H. J., Benjamin, E. J., Bittencourt, M. S., Callaway, C. W., Carson, A. P., Chamberlain, A. M., Cheng, S., Delling, F. N., Elkind, M. S. V, Evenson, K. R., Ferguson, J. F., Gupta, D. K., Khan, S. S., Kissela, B. M., Knutson, K. L., Lee, C. D., Lewis, T. T., … Subcommittee, O. behalf of the A. H. A. C. on E. and P. S. C. and S. S. (2021). Heart Disease and Stroke Statistics—2021 Update. Circulation, 143(8), e254–e743. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000000950

WHO. (2023). Cardiovascular diseases (CVDs). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-%28cvds%29

Published

2026-06-28