Analisis Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Kesembuhan Pada Pasien TB Paru di Puskesmas Rejotangan Kabupaten Tulungagung
DOI:
https://doi.org/10.30651/jkm.v11i1.28524Keywords:
Factor, Recovery, Pulmonary TBAbstract
Objective: Pulmonary Tuberculosis is still a public health problem in many countries including Indonesia. The key to successful prevention of Pulmonary TB is the discovery of patients and treatment of patients until recovery. This study aims to identify determinant factors associated with the recovery of pulmonary TB patients at the Rejotangan Community Health Center, Tulungagung Regency.
Methods: The research design used was quantitative with a cross sectional approach and analytic in nature. The study population was 47 patients, with a sample of 36 respondents selected by purposive sampling. The instrument used was a questionnaire. Data analysis using the spearman test with a significance level of <0.05.
Results: showed that, there was no relationship between age and recovery of pulmonary TB, no relationship between gender and recovery of pulmonary TB, no relationship between nutritional status and recovery of pulmonary TB patients, there was a relationship between knowledge and recovery of pulmonary TB patients, there was a relationship between treatment compliance and recovery of pulmonary TB patients, there was a relationship between the presence or absence of PMO with the recovery of pulmonary TB patients. The results of the spearman test showed a significance value on knowledge (p value = 0.001), treatment compliance (p value = 0.006), PMO (p value = 0.002) which means there is a relationship with the recovery of pulmonary TB and the most dominant factor is the knowledge factor with strength (-0.517)
Conclusion: Spearman's test results showed an association between knowledge, medication adherence, and the presence or absence of PMO with TB cure. It is expected that patients can maintain knowledge about compliance in treatment according to the rules in order to avoid failure.
Factor, Recovery, Pulmonary TB
References
Abubakar. (2017). Pengantar Metodologi Penelitian In Antasari Press. SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga.
Adhanty, S., & Syarif, S. (2023). Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya: Tinjauan Sistematis. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 7(1), 7. https://doi.org/10.7454/epidkes.v7i1.6571
sehatan Dan Farmasi, 18(2), 178–184. https://doi.org/10.36465/jkbth.v18i2.402
Anggraini, I., & Basaria Hutabarat, S. K. M. (2024). Tuberkulosis Paru: Faktor Penyebab & Penanggulanganya. In Media Nusa Creative (MNC Publishing). https://books.google.co.id/books?id=jUM4EQAAQBAJ&lpg=PP1&ots=QuGnre9O26&dq=buku TB Paru &lr&hl=id&pg=PA3#v=onepage&q=buku TB Paru&f=false
Bambang, M. W. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesembuhan penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(Vol 6, No 1 (2023)), 27–39. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas/article/view/1751
Dinkes Jawa Timur. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/3053204
Dinkes Tulungagung. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Tulungagung.
Dotulong, J. (2017). Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin Dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Penyakit Tb Paru Di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik, 3(2), 57–65.
Fauzi et al. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesembuhan Tuberkulosis pada Penderita Tuberkulosis di Kota Semarang. Indonesian Journal of Health Community, 2(1), 8. https://doi.org/10.31331/ijheco.v2i1.1625
Husnah, I. . A. (2021). Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Capaian Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Metode Iva Pada Wus 30-50 Tahun Di Wilayah Puskesmas Cisadea. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 10(1), 1–11.
Idris, F. (2018). Manajemen Public Private Mix Penanggulangan Tuberkulosis Strategi DOTS Dokter Praktik Swasta. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.
Irma Yunawati.(2023). Penilaian Status Gizi (Vol. 01).
Jaya, H., & Mediarti, D. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tuberkulosis Paru Relaps pada Pasien di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Kesehatan Palembang, 12(1), 1–12. https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/19
Kemenkes. (2018). Profil Kesehatan Indonesia.
Kemenkes (2019). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis Paru.
Kemenkes. (2020). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024. Pertemuan Konsolidasi Nasional Penyusunan STRANAS TB, 135.
Kemenkes. (2023). Profil Kesehatan.
KEPK. (2017). Pedoman & Standar Etik KEPPKN. Pedoman Dan Standar Etik Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Nasional, 45–46, 75–76.
Khamidah, (2018). Identifikasi Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) Pada Pengobatan Pasien Tuberkulosis (TBC) Paru di BP4/Rumah Sakit Paru Surabaya. Animal Reproduction Science, 9(1980), 95–98.
Kusmiyani, O. T. (2024). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien TB Paru di Puskesmas Samuda dan Bapinang Kotawaringin Timur Analysis of Factors Related to Compliance with Taking Anti-Tuberculosis Drugs in Pulmonary TB Patients a.
Kusumawati, F. (2016). Hubungan antara Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru Yang Dipantau Oleh Pengawas Minum Obat (Pmo) Dengan Yang Tidak di RS PKU Muhammadiyah. 40, 2012–2013. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/26333
Lestari, N. P. W. A., Dedy, M. A. E., Artawan, I. M., & Buntoro, I. F. (2022). Perbedaan Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Ketuntasan Pengobatan Tb Paru Di Puskesmas Di Kota Kupang. Cendana Medical Journal, 10(1), 24–31. https://doi.org/10.35508/cmj.v10i1.6802
Lintang, D. (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Kesembuhan Penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1).
Mar’iyah, K. and Z. (2021). Patofisiologi penyakit infeksi tuberkulosis. In Prosiding Seminar Nasional Biologi, 7(1): 88–92. Available at: Http://Journal.Uin-Alauddin.Ac.Id/Index.Php/Psb., 5(1), 79–82. https://doi.org/10.55724/jbiofartrop.v5i1.378
Maulidya, Y. N., Redjeki, E. S., & Fanani, E. (2017). Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis (Tb) Paru Pada Pasien Pasca Pengobatan Di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Preventia : The Indonesian Journal of Public Health, 2(1), 44. https://doi.org/10.17977/um044v2i1p44-57
Mulyadi, M. (2013). Riset Desain Dalam Metodologi Penelitian. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 16(1), 71. https://doi.org/10.31445/jskm.2012.160106
Muninjaya, A. G. (2017). Manajemen kesehatan. EGC.
Muniroh, N., Aisah, S., & Mifbakhuddin. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesembuhan Penyakit Tuberculosis (TBC) Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Semarang Barat: Jurnal Kedokteran Komunitas,1(1),33–42. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKK/article/view/923
Murtantiningsih & Wahyono, B. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesembuhan Penderita Tuberculosis Paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 87–95.
Nasution, Elfira, & Faswita, &. (2023). Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru. In Eureka Media Aksara, Juni 2023 Anggota Ikapi Jawa Tengah No. 225/Jte/2021 (Vol. 3, Issue 1). https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf
Nortajulu, B. (2022). Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesembuhan TB Paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(1), 153–158.
Notoatmodjo, S. (2017). Pendidikan dan perilaku kesehatan.
P2PTM Kemenkes RI. (2021). Laporan Tahunan Dit.P2Ptm 2021.
Panggayuh, P. L., Winarno, M. ., & Tama, T. D. (2019). Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu. Sport Science and Health, 1(1), 28–38. http://journal2.um.ac.id/index.php/jfik/index
Pratiwi, Y. I. (2018). Faktor yang Berhubungan dengan Kesembuhan Pengobatan TB Paru di Kabupaten Kudus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 68. http://lib.unnes.ac.id/1158/1/2053.pdf
Rahma, N. A., Indira, Z. N., Fauzi, H., & Lestari, U. B. (2024). Analisis Diagnosis Tuberkulosis Paru Pasien Rawat Inap Bulan November 2023 di RSUD Banyumas. 5(3). https://doi.org/10.25047/j-remi.v5i3.4718
Rau, M. J., Pramudya, M., Herawanto, & Hasanah. (2022). Determinan Kesembuhan Penyaktit Tuberculosis (TBC) Paru di Kecamatan Palu Barat. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 5(11), 1443–1452. https://doi.org/10.31934/mppki.v2i3
Rumbiak, H., Montolalu, I. A., Hanafi, W., Susanto, A., & Widiastuti, M. (2024). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesembuhan Penderita TB Paru. 2153-2159. https://www.ojs.cahayamandalika.com/index.php/jcm/article/download/2483/2290
Sopian. (2021). Faktor Predisposisi, Pencegahan Dan Perilaku Sembuh Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Health Sains, 2(7), 949–955. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i7.228
Tampoliu. (2021). Hubungan kepatuhan minum obat terhadap kesembuhan pada pasien dewasa tuberkulosis paru di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Riset Informasi Kesehatan, 10(1), 25. https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.516
Yusi. N, Widagdo. L, Cahyo. K. (2018). Analisis Hubungan Antara Dukungan Psikososial Dengan Perilaku Keberhasilan Pengobatan Pasien TB Di Kota Semarang. 6(1), 768-779.
Ulfa, R. (2021). Variabel Penelitian Dalam Penelitian Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Keislaman. 1 (1), 342–352.
Victor Trismanjaya Hulu, Salman, Supinganto, A., Amalia, L., Khariri, Sianturi, E., Nilasari, Siagian, N., Hastuti, P., & Syamdarniati. (2020). Epidemiologi Penyakit Menular: Riwayat, Penularan dan Pencegahan. In Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents.
Wisesa, W., Pebriyani, U., Sudiadnyani, N. P., & Lestari, M. P. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Penyakit Tuberkulosis dengan Kesembuhan Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Panjang Tahun 2021. Medula, 11(4), 383–390.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tri Nataliswati, Marsaid Marsaid, Sulastyawati Sulastyawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis tetap memegang hak atas karyanya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini yang secara simultan karya tersebut dilisensikan di bawah:Â Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)







