Hubungan Beban Kerja Fisik Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Physiotherapist Di Rumah Sakit Wilayah Jawa Timur

Authors

  • Andy Setyawan Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia
  • Fransisca Xaveria Hargiani Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia
  • Wahyu Teja Kusuma Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia
  • Nurul Halimah Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30651/jkm.v7i1.10989

Keywords:

workload physical, low back pain, physiotherapist

Abstract

Objective : To identify the association of workload physical with low back pain complaints in worker in hospital of the East Java Region.

 Methods : This article were descriptive correlational type with data collection techniques carried out by questionnaires. Collecting respondent data by sending a questionnaire with the technique of sending a google form with a link is https://forms.gle/E4UwRxAoLTBcbEL69 to all physiotherapists in East Java region, then from the results of respondents who sent data there were 166 physiotherapists. Then  the  data is reduced which is in accordance with the criteria, namely respondents who work in hospitals and who have experienced low back pain. From these data, the researcher can present it and conclude.

 Results : The result showed that the physiotherapist's age range is 24-56 year old. The results of research on physiotherapists who work in hospital type A, B and C in East Java region who have sent data are 88,2% of physiotherapists who experience low back pain complaints, for those who experience a minimum of disability are 79,9%, mild is 17,2%, moderate 2,2% and 0,7% for severe paralysed.

Conclusion : The workload physical of physiotherapists has a significant relationship with complaints of perceived low back pain. In other words, the heavier the workload physical will increase the severity of low back pain complaints felt by the physiotherapist.

Author Biographies

Andy Setyawan, Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia

Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia

Fransisca Xaveria Hargiani, Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia

Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia

Wahyu Teja Kusuma, Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia

Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia

Nurul Halimah, Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia

Prodi S1 Fisioterapi, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Kesdam V/Brw, Malang, Indonesia

References

Elyas, Y. (2012). (n.d.). No TitleGambaran tingkat risiko musculockeletalkmkdisorder pada perawat saat melakukan aktifitas kerja di ruang ICU PJT RSCM berdasarkan metode REBA. Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Univesitas Indonesia.

Fatimah, I. (2012). (n.d.). Hubungan pengetahuan, motivasi dan supervisi dengan kinerja perawat dalam melaksanakan patient safety di RSUD Lambuang Baji. Makasar: Universitas. Hasanudin.

Fibriani, I. A. & Prasetyo, E. B., 2018. (n.d.). PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI LOW BACK PAIN et CAUSA SPONDYLOSIS LUMBAL DENGAN MODALITAS ULTRASOUND, TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN WILLIAM’S FLEXION EXERCISE DIRSUD KRATON PEKALONGAN. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi (JFR), .

Fujastawan, I. N. G. V., 2020. (n.d.). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Low Back Pain (LBP) Miogenik Di Rumah Sakit Efarina. 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan, Mei, Volume Volume 10 Nomor 2, Pp. 129-131.

Kasmarani, M. (2012). (n.d.). Pengaruh beban kerjam fisik dan mentaluiyterhadap stress kerja pada perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Cianjur. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 1(2).

Kurniawidjaja L.M., Purnomo E, M. N. dan P. (2014). (n.d.). Pengendalian Risiko Ergonomi Kasus Low Back Painty pada Perawat di Rumah Sakit. Jurnal Kesmas UI. Jakarta: 46(4).

OSHA, (2013), O. (n.d.). Safe patientklhandling. Diakses dari http://www.osha.gov/SLTC/healthcarefacilities/safepatienthandling.html.

PerMenKes RI, N. 65 T. 2015. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia N0. 65 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Fisioterapi. 3(7), 59–78.

Pratiwi, L. D., Saputra, I. K., & Manangkot, M. V. (2020). Hubungan Beban Kerja Fisik Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Perawat Di Ruang Lely 1 Dan 2 Rsud Buleleng. Coping: Community of Publishing in Nursing, 8(4), 440. https://doi.org/10.24843/coping.2020.v08.i04.p13

Sudiajeng, 2014. (n.d.). Keselamatan dan kesehata Kesehatan keselamatan kerja dan produktivitas. Surakarta: UNIBA Press.

Published

2022-03-21