Isi Artikel Utama

Abstrak

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berisiko tinggi terhadap lingkungan dan keselamatan kerja. Pemulung sebagai pekerja informal kerap terpapar langsung limbah berbahaya tanpa perlindungan memadai. Kondisi ini terlihat di Kampung Pulosari, Kota Malang, Di kawasan tersebut, pemulung masih mencampur limbah organik, anorganik, dan B3 serta jarang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menilai efektivitas edukasi pemilahan limbah B3 dalam meningkatkan pengetahuan pemulung serta mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan dan praktik di lapangan. Metode pengabdian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol yang melibatkan 20 pemulung. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank serta analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata peringkat (mean rank) skor pengetahuan dari 17,36 pada pretest menjadi 19,64 pada posttest. Meskipun terdapat tren kenaikan skor, perbedaan tersebut secara statistik ditemukan tidak signifikan (p = 0,503; U = 141,500; Z = -0,670). Sebanyak 75% responden memiliki kategori pengetahuan baik setelah intervensi, namun praktik di lapangan masih rendah, ditunjukkan dengan tetap adanya pencampuran limbah dan minimnya penggunaan APD. Berdasarkan hasil uji statistik, edukasi menunjukkan tren peningkatan skor pengetahuan, namun secara statistik belum signifikan dalam memberikan perubahan yang kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan saja belum cukup untuk mengubah perilaku secara instan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berkelanjutan melalui penyediaan APD, rambu keselamatan, dan dukungan fasilitas agar pengetahuan dapat terimplementasi dalam praktik aman sehari-hari.

Kata Kunci

education hazardous waste waste pickers knowledge occupational safety

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Ro’is, R. R., Sulistyorini, A., Laksana, D. P., Pramudya, D. A., Putra Bahari, B. S., DwiAstini Sucita, N. M., & Rachmanissa, T. (2026). Program Less Hazard: Edukasi Pemilahan Limbah B3 untuk Peningkatan Pengetahuan Pemulung Kampung Pulosari. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(1), 733–739. https://doi.org/10.30651/aks.v10i1.29062

Referensi

  1. Aida, A. F., & Syahbana, J. A. (2014). Pengembangan Permukiman Pemulung di Kawasan TPA Jatibarang, Kota Semarang. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 3(3), 392-405. doi: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/pwk
  2. Amri Lubis, M. J., Sihombing, G., & Hasta Yanto, A. B. 2024. Analisis Resiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode HIRARC Pada PT. Telkom Indonesia Jakarta Utara. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology, 5(1), 15–23. https://doi.org/10.31294/imtechno.v5i1.2414
  3. Binol, S. A., Hasmah, & Desei, F. L. (2019). Analisis Kebutuhan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Siswa Praktik Kerja Industri di SMK Negeri 1 Kaidipang. Jurnal Teknik, 17(2), 106-112. https://doi.org/10.37031/jt.v17i2.51
  4. Febriyanti, R., Rahayu, N. V. A., Pitaloka, W. D., Yakob, A., & Samsuri, M. (2023). Edukasi pemilahan sampah sebagai upaya penanganan masalah sampah di SD Muhammadiyah Baitul Fallah Mojogedang. Buletin KKN Pendidikan, 5(1), 37-45. doi: 10.23917/bkkndik.v5i1.22456
  5. KLHK – SIPSN. (2024). Capaian Kinerja Pengelolaan Sampah Nasional (321 kab/kota). https://sipsn.kemenlh.go.id/sipsn/ . Diakses pada Agustus 2025
  6. Kusuma, A. N. (2024). Kebijakan Hukum Tentang Penanggulangan Limbah B3 Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Hidup. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(4), 252-263. doi: https://doi.org/10.61722/jmia.v1i4.2062.
  7. Maulana, R. A., & Windarto, W. (2024). Rancang Bangun Pemilah Sampah Organik dan Non Organik Berbasis Mobile di Medang Lestari. SKANIKA: Sistem Komputer dan Teknik Informatika, 7(1), 12-21. doi: https://doi.org/10.36080/skanika.v7i13.3147
  8. Mulasari, S. A., Masruddin, M., Izza, A. N., Hidayatullah, F., DPBMA, F., Axmalia, A., & Tukiyo, I. W. (2020). Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Kelompok Sadar Wisata di Desa Caturharjo Yogyakarta. Jurnal Berkala Kesehatan, 6(1), 31. doi: 10.20527/jbk.v6i1.8355
  9. Putri, O. H., & Susi Evanita. (2024). Komunikasi lingkungan dan ketersediaan sarana terhadap perilaku masyarakat membuang sampah di sekitar Sungai Batang Merao. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi), 10(6), 3186–3193. https://doi.org/10.35870/jemsi.v10i6.3334
  10. Shirleen, D., & Kho, K. (2023). Improvement on Waste Segregation Knowledge by Verbal and Visual Prompt in Indonesia. Indonesian Journal of Life Sciences, 5(1), 52–57. https://doi.org/10.54250/ijls.v5i01.171
  11. WHO. (2022). Health-care waste. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/health-care-waste. Diakses pada Agustus 2025.
  12. Zulia Kharissatul Zumna, Fauzi Fauzi, & Dany Miftah M. Nur. (2024). KURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA SECARA MANDIRI. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 1(4), 395-403. https://doi.org/10.62017/arima.v1i4.1235.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.