Main Article Content

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan kampus kini menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kasus-kasus tersebut sering kali berakar pada ketimpangan relasi kuasa, kurangnya penghormatan terhadap batasan pribadi, serta minimnya edukasi pencegahan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan psikoedukasi psychological frist aid atau PFA bagi mahasiswa sebagai penanganan pertama terhadap kekerasan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yakni koordinasi, asesmen lapangan, psikoedukasi, dan praktik PFA. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang bentuk dan dampak kekerasan seksual serta memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan bantuan awal kepada korban. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menangani kasus kekerasan seksual di kampus. Inisiatif ini diharapkan menciptakan lingkungan akademik yang lebih aman, responsif, dan empatik.

Keywords

kekerasan seksual perguruan tinggi psikoedukasi psychological frist aid

Article Details

How to Cite
Rahmatulloh, A. R., Wulandari, N. Y., Fitria Saadah, A., Wicaksono, A. A., Verdi, & Jaya Kusuma, I. (2026). Psikoedukasi Psychological Frist Aid (PFA) Pada Mahasiswa Untuk Penanganan Awal Korban Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(2), 791–797. https://doi.org/10.30651/aks.v10i2.28509

References

  1. Aprilita K.W., Sabrina. 2012. Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Pelecehan Seksual Pada Remaja. Skripsi: Universitas Airlangga.
  2. Banyard, V. L., Moynihan, M. M., & Plante, E. G. (2021). Bystander education: Bringing a broader community perspective to sexual violence prevention. Psychology of Violence, 11(1), 65–74. https://doi.org/10.1037/vio0000362
  3. Bhattacharjee, D., Rai, A. K., Singh, N. K., & Kumar, P. (2011). Psychoeducation : A Measure to Strengthen Psychiatric Treatment. Delhi Psychiatry Journal, 14(1), 33-39.
  4. Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Handbook I: Cognitive domain. David McKay Company.
  5. Brymer, M., Jacobs, A., Layne, C., Pynoos, R., Ruzek, J., Steinberg, A., ... & Watson, P. (2006). Psychological First Aid: Field Operations Guide. National Child Traumatic Stress Network and National Center for PTSD.
  6. Flood, M. (2019). Engaging men and boys in violence prevention. Palgrave Macmillan.
  7. Foubert, J. D., Langhinrichsen-Rohling, J., Brasfield, H. M., & Hill, B. (2019). Effects of a rape prevention program on first-year college men’s likelihood of committing rape and sexual assault. Journal of Interpersonal Violence, 34(2), 417–437. https://doi.org/10.1177/0886260516640544
  8. Imana, N. A., Divianda, N. G., Wijaya, N. S. U., Ardiani, N. S. R., Eldhini, N. G., Syaiful, N. S. Q., & Yuliana, N. (2025). Psikoedukasi Pencegahan Pelecehan dan Kekerasan Seksual pada Anak Usia Sekolah Dasar sebagai Upaya Preventif dan Perlindungan Dini: Pengabdian Mahasiswa KKN UNP di SDN 09 Bancah Maninjau. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 4398–4403. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1061
  9. Irfawandi, I., Hirwan, I., Aziz, Z. M., Syukur, M., & Arifin, I. (2023). Analisis jenis jenis dan penyebab kekerasan seksual di lingkungan kampus. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(04), 383–392. https://doi.org/10.59141/japendi.v4i04.1747
  10. Katz, J., & Moore, J. (2013). Bystander education training for campus sexual assault prevention: An initial meta-analysis. Violence and Victims, 28(2), 279–292. https://doi.org/10.1891/0886-6708.28.2.279
  11. Makamah, J. A., Bisji, J. S., & Umar, S. J. (2019). The effectiveness of psycho education on psychological wellbeing of adolescents in Jos South LGA of Plateau State. Journal of Psychology & Clinical Psychiatry, 10(5), 197–201.
  12. Natasubagyo, O. S., & Kusrohmaniah, S. (2019). Efektivitas psikoedukasi untuk peningkatan literasi depresi. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 5(1), 26. https://doi.org/10.22146/gamajpp.48585
  13. Rahmatulloh, A. R., & Pratiwi, R. (2024). Validasi Tata Laksana Pelatihan Psychological Frist Aid untuk Meningkatkan Self-Efficacy Guru Melalui Virtual Synchronous Learning. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 1785-1795.
  14. Saputra, M. I., Norfazilah, N., Ramadhani, A., & Marlina, A. (2024). Ketimpangan Relasi Kuasa Dalam Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Amsir Law Journal, 5(2), 93–105. https://doi.org/10.36746/alj.v5i2.424Suprihatin, S., & Azis, A. M. (2020). Pelecehan Seksual Pada Jurnalis Perempuan di Indonesia. Palastren Jurnal Studi Gender, 13(2), 413. https://doi.org/10.21043/palastren.v13i2.8709
  15. Shultz, J. M., & Forbes, D. (2014). Psychological first aid: Rapid proliferation and the search for evidence. Disaster Health, 2(1), 3–12. https://doi.org/10.4161/dish.26006
  16. Yanti, Aisya Fiqri, dkk. (2022). Kekerasan Seksual Terhadap Anak. Jurnal Sanksi (Seminar Nasional Hukum, Sosial dan Ekonomi), 1(1). https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/sanksi/article/view/10103

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.