Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Pembelajaran Kooperatif dengan Pendekatan Struktur Siswa Kelas V SDN 3 Singotrunan Kec. Banyuwangi Kab. Banyuwangi Tahun Ajaran 2016-2017

Dahlia Murwaningsih

Sari

Abstrak: Dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan strategi pembelajaran yang tepat yang dapat melibatkan siswa seoptimal mungkin baik secara intelektual maupun emosional. Selain menguasai materi seorang guru juga dituntut untuk menguasai strategi-strategi penyampaian materi tersebut, cara guru menciptakan suasana kelas akan berpengaruh terhadap respon siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif adalah salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa, meningkatkan interaksi, meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran dan akan meningkatkan motivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu pendekatan dari model pembelajaraan kooperatif adalah pendekatan struktural, pada pendekatan ini memberikan pemecahan pada penggunaan struktur yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Diharapkan siswa bekerja sama dan saling membantu dalam kelompok kecil dan lebih pada penghargaan kooperatif dan penghargaan individu. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 55,56% pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 68,89% dan siklus 3 mencapai 85,55%, dan  secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV dengan ketuntasan mencapai 100 %, dengan demikian penerapan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran matematika di SDN 3 Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi.

Kata kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika di SD, Pembelajaran Kooperatif dengan Pendekatan Struktur

Abstract: In mathematics learning, it is necessary to have the right learning strategies that can involve students as optimally as possible both intellectually and emotionally. In addition to mastering the material a teacher is also required to master the material delivery strategies, the way the teacher creates a classroom atmosphere will affect the students' response in the learning process. Cooperative learning model is one of the learning models that can increase student activity, increase interaction, increase students 'mastery of learning material and will increase students' motivation to be active in the learning process. One approach of the cooperative learning model is the structural approach, this approach provides solutions to the use of structures designed to influence student interaction patterns. Students are expected to work together and help each other in small groups and more on cooperative rewards and individual rewards. This action research was carried out in 3 cycles. From the results of the actions taken it is proven that it can improve student learning achievement by achieving ideal standards. From 55.56% in Cycle I, it can increase in cycle 2 to 68.89% and cycle 3 to reach 85.55%, and classically it has reached completeness. The results of this action research indicate that the application of cooperative learning with a structural approach can improve the learning outcomes of fourth grade students with completeness reaching 100%, thus the application of cooperative learning with an effective structural approach in improving learning outcomes of mathematics students at SDN 3 Singotrunan, Banyuwangi District, Banyuwangi District.

Keywords: Learning Outcomes, Mathematics Learning in Elementary Schools, Cooperative Learning with Structural Approaches

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

___________. 2006. Kurikulum 2006. Jakarta : Depdiknas.

________________.2007. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : remaja Rosdkaraya.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Dahar, Ratna Wilis. 1988. Teori-teori Belajar. Jakarta : Dirjen Dikti P2LPTK Depdikbud.

Depdiknas RI,2004.Undang Undang No 20 tentang sistem pendidikan nasional ( SISDIKNAS ) Jakarta : Depdiknas.

Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah dan Zein, (1994). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara, Jakarta.

Djamarah, Syaiful Bahri dkk. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Muhammad,Nur dkk,1999.Teori Belajar.Surabaya : Unesa University Press.

Muslimin, I. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Unesa. Surabaya.

Nasution S., 2001. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bina Aksara. Jakarta.

Nurkancana, W. 1983. Evaluasi Pendidikan. Penerbit Usaha Nasional. Surabaya.

Purwanto. 1991. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Mengakar. Rosda Karya. Bandung.

Slavin, R.E. 1995. Cooperative Learning; Theori Research and Practice. Allyn Bacon. Boston.

Sudhana. 1987. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru Algesindo. Jakarta.

Sudjana, Nana. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Suhermi. 2000. Model Pembelajaran Kooperatif. Departemen Pendidikan Nasional UNRI. Pekanbaru.

Suyatno.2009. Menjelajah pembelajaran Inovatif.Sidoarjo : Masmedia Buana Pustaka.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/else.v2i2.1831

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.