Problematika Implementasi Kurikulum 2013 di SD Wajak

Delora Jantung Amelia

Sari

Abstrak: Pendidikan di Sekolah Dasar sudah mengalami beberapa pergantian kurikulum. Perubahan yang terakir ditingkat sekolah dasar yaitu kurikulum 2013 yang mana pada kurikulum 2013 pembelajaran tidak berbentuk satuan mata pelajaran, tetapi berorientasi dengan tema atau dikenal pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik yaitu pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema. Pembelajaran tematik di Sekolah Dasar pada awalnya dikurikulum KTSP hanya ada di kelas rendah, akan tetapi pada kurikulum 2013 pembelajaran tematik berada disemua kelas. Pada penelitihan ini membahas tentang kendala-kendala yang dialami oleh guru, dan kepala sekolah SD Muhammadiyah 07 Wajak tentang implementasi kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 07 Wajak, Kabupaten Malang. Perolehan data dilakukan dengan cara observasi, instrumen angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan problematika implementasi kurikulum 2013 Di SD Muhammadiyah 07 Wajak Kabupaten Malang, yang mana problematika tersebut berasal dari eksteren dan interen. Dari eksteren penerapan kurikulum yang tidak menetap, misalnya setelah menggunakan kurikulum 2013k embali lagi ke KTSP kemudian kembali lagi pada kurikulum 2013. Orang tua siswa yang tidak begitu menyukai penerapan kurikulum 2013. Kendala dari interen meliputi pembuatan media, proses belajar mengajar di kelas, sarana dan prasarana, serta penguasaan guru terhadap imlementasi kurikulum 2013.   

Kata kunci: Problematika, Implementasi, Kurikulum 2013

Abstract: Education in Elementary School has undergone several curricular changes. The final change in elementary school level is the 2013 curriculum which in the curriculum of 2013 is not in the form of a subject unit, but oriented with themes or known thematic learning. Thematic learning is a learning that integrates several subjects into a theme. Thematic learning in elementary schools was initially dikurikulum KTSP only in low class, but in the curriculum of 2013 thematic learning is in all classes. This study discusses the constraints experienced by teachers, and the principal of SD Muhammadiyah 07 Wajak on the implementation of the 2013 curriculum at SD Muhammadiyah 07 Wajak, Malang Regency. Obtaining the data is done by observation, questionnaire and interview instruments. The result of the research shows the problems of the implementation of the 2013 curriculum at SD Muhammadiyah 07 Wajak Malang Regency, where the problematics come from the exteren and the interen. From the exterminate application of non-permanent curriculum, for example after using the 2013 curriculum back to KTSP then back again in the curriculum 2013. Parents of students who are not so fond of applying the curriculum 2013. Constraints of the interen include the making of media, the process of teaching and learning in the classroom, infrastructure, and teacher control over the implementation of the 2013 curriculum.

Keywords: Problematic, Implementation, Curriculum 2013

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Kemendikbud. 2013. Diktat Guru Dalam Rangka Implementasi Kurikulum 2013. Kemendikbud.

Kemendikbud. (2013). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta:

Kemendikbud.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Panduan Penilaian Untuk Sekolaj Dasar.

Kunandar, 2011. Penilaian Autentik Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulumm 2013. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2013.

Permendikbud No. 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik.

Permendikbud No. 23 Tahun 2013 Tentang Standart Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/ Kota.

Permendikbud No. 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD/MI.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

UU No 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/else.v2i2.1717

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.