Profil Koneksi Matematis Siswa Perempuan SMA dengan Kemampuan Matematika Tinggi dalam Menyelesaikan Masalah Matematika

Muhammad Romli

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil koneksi matematis siswa perempuan SMA dalam menyelesaian masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif yang mengungkap makna dibalik gejala-gejala yang terjadi pada subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa perempuan SMA kelas XI berkemampuan tinggi. Metode pengumpulan data penelitian adalah wawancara mendalam dan analisis tugas yang didasarkan pada tugas penyelesaian masalah matematika. Semua data direkam dengan menggunakan video recorder. Untuk memperoleh data yang kredibel melalui pengamatan terus menerus/konsisten dan pantang menyerah (meningkatkan ketekunan), triangulasi waktu dan member check. Data dianalisis menggunakan model alir meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil koneksi matematis siswa ditinjau berdasarkan langkah penyelesaian masalah Polya yaitu memahami masalah, membuat rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali jawaban. Pertama, profil koneksi matematis siswa dalam memahami masalah adalah pemahaman masalah dengan menyajikan informasi (fakta) pada masalah dalam bentuk diagram matematika dengan benar. Mengidentifikasi bagian-bagian (fakta) pada sketsa gambar yang dibuat secara aljabar dengan mengaitkan prinsip dan fakta matematika pada masalah. Mengidentifikasi konsep dan prinsip matematika pada masalah yang akan diselesaikan dari apa yang diketahui dan ditanyakan pada masalah nyata yang akan diselesaikan. Menuliskan sebagian apa yang diketahui pada masalah dalam bentuk simbol matematika, tidak menuliskan kembali apa yang ditanyakan pada masalah. Kedua, profil koneksi matematis siswa dalam membuat rencana penyelesaian masalah adalah mengemukakan langkah-langkah penyelesaian berdasarkan pertanyaan pada masalah menggunakan prosedur penyelesaian masalah yang telah dipahami, menemukan keterkaitan hal yang ditanyakan pada masalah dengan prinsip dan prosedur matematika yang telah dipahami. Ketiga, profil koneksi matematis siswa dalam melaksanakan rencana penyelesaian adalah menggunakan hubungan beberapa fakta, konsep, prinsip matematika yang sudah dipelajari sebelumnya dengan prinsip matematika yang ada pada masalah, menggunakan beberapa prinsip matematika untuk memperoleh prinsip matematika yang lain, menggunakan konsep dan prosedur matematika untuk memperoleh penyelesaian dari permasalahan. Keempat, profil koneksi matematis siswa dalam memeriksa kembali jawabannya dengan memeriksa kembali rumus-rumus yang digunakan, langkah-langkah yang sudah dikerjakan, hasil operasi hitung aljabar yang diperoleh serta jawaban akhir yang diperoleh, meyakini jawaban akhir sudah benar dengan alasan semua rumus yang digunakan sudah benar, langkah yang digunakan sudah benar, hasil akhir cocok dengan hasil pengerjaan ulang yang dilakukan

Keywords

koneksi matematis, masalah matematika, penyelesaian masalah matematika

References

Arends, Richard I. 2008. Learning to Teach. Yogyakarta: PustakaBelajar

Baroody, Arthur.1993. Problem Solving, Reasoning and Communication , K-8 (Helping Children to Mathematically) Boston : Mc Millan Publising Commpany.

Beaton, A.E., Mullis, I.V.S., Martin, M.O., Gonzalez, E.J., Kelly, D.L. & Smith, T.A. 1999. Mathematics achievement in the middle school years: IEA's Third International Mathematics and Science Study-Repeat (TIMSS-R). Boston College, USA.

Bell, Frederick H. 1978. Teaching and Learning Mathematics.USA: Wm. C. Brown Publisher.

Bergesson. 2000. Teaching and learning Mathematics [Oneline] Tersedia: http://www.k12.wa.us/research/pubdocs/pdf/MathBook.pdf [17 April 2007]

Cooney, T.J, Davis. 1975 Dynamics of Teaching Secondary Schoool Mathematics, Boston: Houghton Miflin Company

Coxford, A.F. (1995). “The Case for Connections”, dalam Connecting Mathematics across the Curruculum Editor: House, P.A. dan Coxford, A.F. Reston, Virginia: NCTM.

Depdikbud, 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 59 Tahun 2014 tentang Pembelajaran Kurikulum 2013 [Online] Tersedia: http:// kemendikbud.go.id/ [Diunduh 25 Juli 2014]

Herdian. 2010. Kemampuan Koneksi Matematika Siswa. Tersedia: (http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/kemampuan-koneksi matematik-siswa/), diakses tanggal 16 oktober 2012.

Jihad, Asep. 2008. Pengembangan Kurikulum Matematika. Bandung: Multi Pressindo

Kirkley, J., 2003, Principle for Teaching Problem Solving, Technical Paper, Plato Learning Inc.

Krech, B. Novelli, J. 2006. 50 fill-in math word problems grades 4-6, Scholastic Inc. U.S.A.

Krulik, S., & Rudnick, J. A. (2003). The new sourcebook for teacing reasoning and problem solving in Junior and Senior High School. Boston: Allyn and Bacon.

Marpaung, Y, 2006, PsikologiKognitif, Hand Out Perkuliahan, UNESA Surabaya.

Miles, B.M dan Huberman.1992. Analisis Data Kualitatif.Jakarta : UI Press Ministry of Education of Ontario. 2005. The Ontario Curriculum Mathematics. [online] tersedia: http://www.ncpublicschools.org/docs/curriculum/mathe matics/scos/math 2003.pdf [Diunduh 20 Desember 2012]

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya Offset

NCTM. 2000. Principles and Standarts for School Mathematics. [Online] Tersedia: http://www.nctm.org/standarts/content.aspxid=26862 [Diunduh 18 Februari 2013]

Nur, Mohammad. 1991. Pengadaptasian Test of Logical Thingking (TOLT) dalam Setting Indonesia.LaporanPenelitian.Surabaya: Lemlit IKIP Surabaya.

PCS (Pinellas County School). 2005 Mathematical Power For All Students K-12 [Online] Tersedia: http://fcit.usf.edu /fcat8m/resource/mathpowr/fullpower.pdf [Diunduh 28 Desember 2012]

Polya, G. 1973. How to Solve It. 2nded , Princeton University Press, ISBN 0-691-08097-6.

Posamentier, A.S., Krulik, S. 1998. Problem-solving strategies for efficient and elegant solutions: A Resource for the Mathematics Teacher. Corwin Press, Inc. California USA.

Posamentier, A.S., Jaye, D., Krulik, S. 2007. Exemplary Practices for Secaondary Math Teachers. Association for Supervision and Curiculum Development. Alexandria, Virgina USA.

Rodney, L. C., Brigitte G. V., Barry N. B. 2001. An Assessment Model for a Design Approach to Technological Problem Solving. Journal Technology an Education. Vol 12. No 2.

Ruspiani. 2000. Kemampuan Siswa dalam Melakukan Koneksi Matematika. Tesis Jurusan Matematika UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Stanic, G., Kilpatrick, J. 1988. Historical Perspectives on Problem Solving in The Mathematics Curriculum. In R. I. Charles & E. A. Silver Eds, The Teaching and Assessing of Mathematical Problem Solving (pp. 1 – 22). Reston, VA: National Councill of Teachers of Mathematics.

Suharman, (2005). Psokologi Kognitif. Surabaya: Srikandi.

Sumarmo, U. 2010. Berpikir dan Disposisi matemati: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Dikembangkan Pada Peserta Didik [Online] Tersedia: http://math.sps.upi.edu/wp-content/uploads/2010/02/BERPIKIR-DAN-DISPOSISI-MATEMATIK-SPS.pdf [Diunduh 20 Februari 2012]

Taplin, M., (2010). Mathematics Through Problem Solving. Hong Kong: Institute of Sathya Sai Education.

Ulep, dkk. 2000. High School Mathematics I & II, Sourcebook on Prctical Work for Teacher Trainers. Quezon City: SMEMDP


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/must.v1i2.234

Refbacks

  • There are currently no refbacks.