PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS DIAGRAM SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SCIENTIFIC EXPLANATION SISWA SMP/MTS DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA
Abstrak
Fokus penelitian ini mengembangkan bahan ajar yang berupa LKPD berbasis diagram scaffolding untuk meningkatkan kemampuan scientific explanation yang selanjutnya diuji cobakan kepada siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Jember. Secara umum, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui validitas, kepraktisan dan keefektifan LKPD. Adapun jenis dari penelitian yaitu penelitian pengembangan yang mengacu pada prosedur pengembangan model plomp, dimana terdapat 3 tahapan didalamnya yakni preliminary research (penelitian pendahuluan), prototyping stage (pembuatan prototipe), dan assessment phase (tahap penilaian). Data-data yang dihasilkan berasal dari angket, tes dan wawancara serta observasi. Adapun hasil penelitian ini terdiri dari: 1) presentase validasi LKPD sebesar 87,4% dan termasuk dalam kategori valid; 2) presntase kepraktisan LKPD sebesar 95,6% sehingga tergolong dalam kriteria sangat praktis dan artinya LKPD layak untuk diterapkan sebagai bahan ajar; 3) keefektifan LKPD diuji menggunakan rumus N-Gain dan diperoleh skor N-Gain 0,76 (tinggi) yang artinya LKPD berbasis diagram scaffolding dapat meningkatkan kemampuan scientific explanation siswa.
Artikel teks lengkap
Referensi
Agustina, M. (2018). Peran laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA) dalam pembelajaran ipa madrasah ibtidaiyah (MI) / sekolah dasar (SD). At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 1–10.
Akbar, S. (2013). Instrumen perangkat pembelajaran.
Arisetya, D. (2018). Peningkatan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa dengan menggunakan model pembelajaran NHT (numbered head together) pada materi peredaran darah di kelas VIII SMP negeri 4 medan. Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5(1).
Budaeng, J., Ayu, H. D., & Pratiwi, H. Y. (2017). Pengembangan modul IPA/Fisika terpadu berbasis scaffolding pada tema gerak untuk siswa kelas VIII SMP/MTs. Momentum: Physics Education Journal, 1(1), 31.
Erlina, N. S., & Wicaksono, I. (2016). Penalaran ilmiah dalam pembelajaran fisika. Prosiding Seminar Nasional, 23, 473–480.
Firdausi, E. A., Suyudi, A., & Yuliati, L. (2020). Identifikasi kemampuan penalaran ilmiah materi elastisitas dan hukum hooke pada siswa SMA. Jurnal Riset Pendidikan Fisika, 5(2), 69–75.
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74.
Handayani, N. A., & Jumadi, J. (2021). Analisis pembelajaran IPA secara daring pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(2), 217–233.
Harahap, F., Nurliza, & Nasution, N. E. A. (2020). Jurnal Pelita Pendidikan. Jurnal Pelita Pendidikan, 8(1), 52–61.
Hasanah, M., Supeno, S., & Wahyuni, D. (2023). Pengembangan e-modul berbasis flip pdf professional untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA. Tarbiyah Wa Ta’lim: Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 44–58.
Hernita, A., Handayanto, S. K., & Supriana, E. (2021). Eksplorasi scientific explanation berdasarkan tingkat kemampuan peserta didik. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 6(5), 687–691.
Komalasari, B. S., Jufri, A. W., & Santoso, D. (2019). Pengembangan bahan ajar IPA berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan literasi sains. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 5(2), 219–227.
Lestari, S. P. C., Supeno, S., & Wicaksono, I. (2021). Pengaruh penggunaan comic life terhadap kemampuan scientific explanation dan hasil belajar IPA. Musamus Journal of Science Education, 3(2), 50–60.
Luzyawati, L., Hamsyah, D., & Dewi, L. N. (2020). Analisis penalaran ilmiah siswa pada penggunaan media analog proses pembentukan urine. BIOSFER : Jurnal Biologi Dan Pendidikan Biologi, 5(2), 10–15.
Muliardi, M. W. R., Supeno, S., & Bektiarso, S. (2018). Lembar kerja siswa scientific explanation untuk melatihkan kemampuan penjelasan ilmiah siswa SMA dalam pembelajaran fisika. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika, 3(1), 33–38.
Ningrum, D. P., Budiyanto, M., & Susiyawati, E. (2021). Penerapan model pembelajaran guided inquiry dengan LKPD berbasis scaffolding untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa. Pensa E-Jurnal:Pendidikan Sains, 9(3), 399–406.
Pratama, R. A., & Saregar, A. (2019). Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis scaffolding untuk melatih pemahaman konsep. Indonesian Journal of Science and Mathematics Education, 2(1),
Sari, F. N., & Wahyuni, D. (2022). Pengaruh model pembelajaran learning cycle 7E terhadap keterampilan terhadap keterampilan kolaborasi dn kemampuan berpikir kritis siwa IPA SMP. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 12(2), 105–114.
Suryaningsih, H., Medriati, R., & Purwanto, A. (2021). Scaffolding Berorientasi Berpikir Kritis Pada Materi. Jurnal Kuparan Fisika, X(1), 1–11.
Yanti, A. F., Riandi, R., & Supriatno, B. (2021). Analisis kemampuan scientific explanation siswa pada materi sistem pencernaan manusia menggunakan model explanation oriented lesson design. Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education, 4(2), 58–64.
Penulis
Hak cipta berada di tangan penulis
Artikel yang terbit dapat digunakan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
