Perencanaan Mixed-Use Building dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik di Surabaya

Penulis

  • julpireh MAHASISWA
  • Vippy Dharmawan Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Gunawan Gunawan Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30651/architeria.v3i1.22261

Abstrak

Kota Surabaya adalah pusat bisnis, perdagangan, dan jasa, serta area perindustrian. Pendatang dari luar kota, terutama dari Jawa Timur, yang ingin mendirikan bisnis sebanding dengan kecepatan pertumbuhan bisnis ini. Hal itulah yang menyebabkan populasi Kota Surabaya terus meningkat. Kebutuhan hidup akan meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi, terutama yang berkaitan dengan tempat tinggal dan pekerjaan. Karena peningkatan kebutuhan, ada keterbatasan lahan dan harga lahan naik. Kecepatan pertumbuhan kota Surabaya dan kemacetan lalu lintas menyebabkan peningkatan suhu udara. Bangunan harus mampu mengatasi masalah seperti kepengapan yang menyebabkan kejenuhan, ketidaksehatan baik fisik maupun non-fisik, atau fisiologis maupun psikologis, dan sirkulasi udara dan pencahayaan alami untuk memungkinkan aktivitas yang sehat dan nyaman untuk pengguna. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah yang ada, diperlukan pendekatan arsitektur yang mempertimbangkan hubungan antara gaya arsitektur dengan lingkungannya. Arsitektur bioklimatik adalah pendekatan yang mempelajari hubungan antara iklim dan kehidupan, khususnya bagaimana iklim mempengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Metode ini memanfaatkan potensi iklim sambil mengurangi dampak negatif pada lingkungan sekitar. Pendekatan ini dapat menghasilkan desain yang memberikan kenyamanan dan kesehatan bagi pengguna bangunan.

Unduhan

Diterbitkan

2024-03-27