Pendekatan Arsitektur Neo-vernakular pada Perancangan Convention Exhibition Centre Surabaya
Pendekatan Arsitektur Neo-vernakular pada Perancangan Convention Exhibition Centre Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.30651/architeria.v4i1.23197Keywords:
convention, centre, exhibition, Neo vernakular, surabayaAbstract
Pasar bisnis MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) secara menerus memberi pengaruh yang besar apada perekonomian di Indonesia. Surabaya memiliki potensi dibidang ini karena terpilih menjadi salah satu kota tujuan utama diadakan MICE. Namun tempat pelaksanannya hanya beberapa saja yang menunjukkan gaya tamoilan khas daerah Jawa Timur. Selain itu dengan keuntungan yang didapat dari kegiatan ini, maka perlu memaksimalkan fasilitas bangunan dengan memperbanyak kapasitas dan fungsinya. Maka perlu untuk merancang bangunan yang dapat mendukung MICE yang sekaligus menampilkan kekayaan budaya lokal. Diterapkan melalui penggunaan material, bentuk atap, dan struktur bangunan serta interior.
References
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. 2023, Februari. Dampak Ekonomi Kegiatan MICE Terhadap Destinasi. https://mice.kemenparekraf.go.id/news/77bead91-253d-4c66-850e-1bb60a7ca775
Lukmana, 2021, November. Shopping & Dining Center, di Kawasan Pariwisata The Mandalika Lombok. http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/25194
Windra D. S., Wisi Suroto, Kusumaningdyah N. H. 2019. Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular Batak pada Fasad Bandar Udara Domestik di Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Vol 2, No 2. https://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/senthong/article/view/972
Lawson, Fred H. 1981. Conference, Convention & Exhibition Facilities. London : ELSEVIER SCIENCE & TECHNOLOGY.