Resort Dan Spa (Solus Per Aqua) Di Pulau Gili Noko Dengan Konsep Neo Vernakular

Authors

  • Suci Ramadhani Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
  • Ahmad Zukhal Abid Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Nurul Fitria Marina Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30651/architeria.v1i2.13627

Abstract

Salah satu potensi yang ada di Pulau Bawean yang perlu di kembangkan ialah Pulau Gili Noko. Pulau ini memiliki terumbu karang lebih bagus dan beraneka warna. Selain itu juga terdapat beraneka macam biota laut serta menyajikan indahnya pemandangan beberapa bukit yang nampak dari kejauhan. Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Gili Noko juga mendapat efek positif dari lingkungan pulau Gili Noko yang mempunyai suasana tenang, teduh, damai dengan suara deburan ombak yang mampu menghilangkan penat wisatawan. Jumlah wisatawan yang terus meningkat juga menjadi alasan masyarakat sekitar mulai membuka usaha penginapan. Pulau Bawean memiliki 15 unit penginapan. Jumlah yang masih terbilang kecil untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang hendak menginap di Pulau Bawean. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, terdapat peluang yang selain berfungsi sebagai objek wisata juga menghadirkan sarana akomodasi berupa Resort dan SPA yang menyediakan tempat penginapan dengan fasilitas pendukung didalamnya, dengan tujuan sebagai sarana rekreasi dan releksasi untuk dapat istirahat, berlibur dan menghilangkan kejenuhan. Dalam perancangan Resort dan SPA ini ditekankan pada konsep arsitektur Neo- Vernakular, dimana konsep tersebut merupakan perpaduan antara modern dan tradisional atau budaya lokal setempat. Harapannya Resort dan SPA ini dapat menghadirkan unsur budaya di Gresik khususnya Pulau Bawean melalui bentuk atau tampilan Exterior, Interior Resort dan SPA.

References

Angelina, C., & Widigdo, W. (2017). Hotel resor di Pulau Bawean. Jurnal EDimensi Arsitektur, 5(1), 553–560.

Bahansubu, R. P. (2019). BOLAANG MONGONDOW CULTURAL CENTER. Arsitektur Neo Vernakular. BOLAANG MONGONDOW CULTURAL CENTER. Arsitektur Neo Vernakular, 8(1), 96–108.

Noor, M. A. F., & Romadhon, A. (2020). Analisis Kesesuaian Dan Daya Dukung Lingkungan Pulau Gili Noko Bawean Sebagai Kawasan Ekowisata Pantai. Juvenil:Jurnal Ilmiah Kelautan Dan Perikanan, 1(1), 38–46. https://doi.org/10.21107/juvenil.v1i1.6749

Riany, M., Rachmadi, Y., Sambira, I. Y., Muharam, A. T., & Taufik, R. M. (2014). Kajian Aspek Kosmologi-Simbolisme pada Arsitektur Rumah Tinggal Vernakular di Kampung Naga. Jurnal Reka Karsa, 2(4), 1–12.

Satvikadewi, A. A. . P., & Hamim. (2018). STRATEGI KOMUNIKASI UNTUK MEMPROMOSIKAN DAN MENINGKATKAN POTENSI LOKAL WISATA PULAU BAWEAN A.A.I Prihandari Satvikadewi 1 Hamim 2. Jurnal Representamen, 79–91.

Sukandar, S., Dewi, C. S. U., & Handayani, M. (2017). Analisis kesesuaian dan daya dukung lingkungan untuk pengembangan wisata bahari di Pulau Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jaya Timur. Depik, 6(3), 205–2013. https://doi.org/10.13170/depik.6.3.7024

Wicaksono, M. R., & Anisa, A. (2020). Kajian Konsep Arsitektur Neo Vernacular Pada Desa Wisata Tamansari. Journal of Architectural Design and Development, 1(2), 111. https://doi.org/10.37253/jad.v1i2.761

Widi, C., & Prayogi, L. (2020). Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular pada Bangunan Budaya dan Hiburan. Jurnal Arsitektur ZONASI, 3(3), 282–290. https://doi.org/10.17509/jaz.v3i3.23761

Published

2022-11-02