Strategi Guru PAI Dalam Mengarahkan Karakter Kebiasaan Shalat Dengan Benar Pada Siswa Di SMP Muhammadiyah 20 Tebluru Lamongan

Authors

  • Dhimas Labibah Lestari Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30651/td.v11i1.17949

Abstract

Strategi guru PAI dalam membentuk karakter siswa adalah sangat penting. Stategi guru diperlukan ketika menyampaikan pembelajaran kepada siswa agar mudah menerimanya, khususnya nilai karakter agar sesuai dengan Al-Quran dan Hadits. Melalui nilai karakter tersebut diharapkan siswa menjadi generasi penerus bangsa yang hebat. Meilhat banyaknya siswa yang masih berperilaku tidak bagus maka pembentukan nilai-nilai karakter harus ditanamkan agar masalah-masalah dapat diselesaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui strategi guru PAI dalam mengarahkan kebiasaan shalat dengan benar pada siswa, 2) Mengetahui karakter siswa di SMP Muhammadiyah 20 Tebluru 3. Mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi guru PAI dalam mengarahkan karakter kebiasaan shalat dengan benar pada siswa. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, karena penelitian ini berangkat dari teori, gagasan para ahli maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya. Selain itu untuk mendukung uraian si penulis menyertakan dokumentasi sebagai pelengkap dan penguat penelitian. Kemudian metode pengumpulan data penulis menggunakan wawancara dan dokumentasi. Data analisis dengan cara mengumpulkan data, mendeskripsikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat disampaikan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun karakter kebiasaan shalat dengan benar pada siswa SMP Muhammadiyah 20 Tebluru adalah menggunakan strategi pembiasaan serta menggunakan strategi belajar mengajar, adapun karakter siswa di SMP Muhammadiyah 20 Tebluru dibangun melalaui kegiatan ekstrakulikuler. Faktor pendukung karakter siswa diantaranya melakukan shalat berjamaah, berdoa bersama, mengikuti ekstrakulikuler, membiasakan budaya salim. Faktor penghambat dikarenakan fasilitas yang masih kurang dan kurangnya semangat dari orang tua.

 

References

Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011)

Novan Ardy Wiyani. (2012). Manajemen Pendidikan Karakter. Yogyakarta: PT Pustaka Insan

Madani

Marzuki, Pendidikan Karakter Islam, (Jakarta: Amzah, 2017)

Muhammad Athok An-Najahi, siswa kelas VIII, Wawancara, di SMP Muhammadiyah 20 Tebluru, Tanggal 22 Mei 2022

Sisdiknas, Undang-Undang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional), (Bandung: Fokus Media, 2010)

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2008)

Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013)

Tasmunip, Guru Pendidikan Agama Islam, Wawancara si SMP Muhammadiyah 20 Tebluru, Tanggal 22 Mei 2022

Syamsu S, Strategi Pembelajaran (Cet.I Makassar: Nas Media Pustaka, 2017)

Published

2022-05-08

Issue

Section

Editorials