Menanamkan Pendidikan Islam dan Akhlak Mulia di Masa Perkembangan Neonatus (Bayi)

Authors

  • Muhammad Rasyid ponpes albinaa
  • Abas Mansur Tamam Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • A. Rahmat Rosyadi Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Imas Kania Rahman Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.30651/td.v11i1.17408

Keywords:

Pendidikan Islam, Akhlak, Neonatus, Bayi

Abstract

Kelahiran seorang anak adalah kebahagiaan bagi kedua orang tua. Namun, harus diingat bahwa anak -anak adalah kepercayaan dari Tuhan. Berikan perhatian khusus kepada anak -anak sejak awal kelahiran, ketika bayi, sampai cara mendidik sesuai dengan apa yang telah ditahbiskan Allah adalah keharusan mutlak bagi umat Islam. Islam tidak mengizinkan manusia ketika mereka turun ke kehidupan bumi ini tetapi telah menetapkan aturan dan hukum untuknya. Oleh karena itu, bagi mereka yang diberkati dengan anak -anak berkewajiban menerapkan undang -undang ini. Islam adalah perkembangan pikiran perilaku manusia dan penataan perilaku berdasarkan agama Islam, dengan niat menyadari ajaran Islam dalam kehidupan individu dan masyarakat, yaitu di seluruh bidang kehidupan. Pembiasaan dan pengajaran adalah salah satu cara atau metode pendidikan anak. Jika anak selalu terbiasa dan diajarkan untuk berbuat baik maka ia akan memiliki kecenderungan untuk berbuat baik sampai ia tumbuh dewasa atau bahkan hingga usia tua. Masalah itu terjadi karena nilai -nilai kebaikan telah meresap ke dalam dirinya dan telah menjadi pola pikir, sikap dan perilaku. Jika anak dapat memenuhi tugas perkembangannya maka itu berarti akan dapat mengembangkan potensi yang ia miliki secara fisik maupun spiritual. Penelitian ini adalah jenis penelitian perpustakaan, yaitu kegiatan untuk mengeksplorasi, memeriksa, memeriksa, dan mengidentifikasi hal -hal yang sudah ada. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat menurut subjek atau objek yang ada. Pendidikan anak pada periode pascanatal sesuai dengan perspektif Islam adalah memberikan kabar baik dan selamat atas kelahirannya, menggemakan panggilan untuk berdoa di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri kemudian, lalu Tahnik (madu ke dalam mulut yang baru lahir), memberikannya nama yang bagus, direkomendasikan untuk aqiqah, menyusui selama dua tahun penuh dan diresepkan untuk disunat sebelum pubertas

References

Bahrudin, U. (2009). Pedoman Pendidikan Anak Menurut Al-Qur'an Dan As-Sunnah Terjemahan Dari Kitab Tarbiyatul. solo: alqowwam.

Djafar, A. B. (2021). Pendidikan Islam pada Masa Bayi. Islamic review.

H.Fachruddin. (1989). Ensiklopedia Al-Qur'an. jakarta: renika cipta.

Hidayati, I. (2018). Konsep Dasar Neonatus Normal. Unimus.

juharini. (1993). filsafat pendidikan islam. jakarta: bumi aksara.

Mustaqim, A. (2013). AKhlak Tasawuf. yogyakarta: Kaukaba dipantara.

Nurul, Z. (2007). Pendidikan Moral Dan Budi Pekerti Dalam Perspektif Perubahan. palembang: Grafika Telindo Press.

Syaiful, B. D. (2014). Pola Komunikasi Orang Tua Dan Anak Dalam Keluarga. Rineka Cipta.

Published

2022-04-29

Issue

Section

Editorials