Model Kepemimpinan Profetik Rasulullah Dalam Konteks Masyarakat Multikultural Di Indonesia

Authors

  • Haidar Al Ghozi Putra Burhanuddin Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Iqbal Firdaus Ahmad Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • M. Fahrudin Azhar Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Erdin Nadid Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30651/mms.v4i2.33156

Keywords:

Rasulullah, multikulturalisme, Indonesia, kepemimpinan, profetik

Abstract

Penelitian ini membahas kepemimpinan profetik Rasulullah SAW dan relevansinya bagi masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, literatur sirah, Piagam Madinah, buku, dan artikel ilmiah, kemudian dianalisis melalui analisis isi, tafsir maudhu'i, dan pembacaan historis-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dapat diterjemahkan menjadi integritas publik, tanggung jawab yang tidak diskriminatif, komunikasi dialogis, serta kecerdasan dalam membaca konteks. Piagam Madinah memperlihatkan cara Rasulullah SAW mengelola masyarakat majemuk tanpa menghapus identitas agama dan kelompok. Dalam konteks Indonesia, nilai tersebut relevan untuk memperkuat Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, perlindungan kelompok minoritas, musyawarah, dan kebijakan publik yang adil. Kebaruan penelitian terletak pada penyusunan model integratif yang menghubungkan nilai profetik, pengalaman Piagam Madinah, dan kebutuhan kepemimpinan Indonesia. Model ini menempatkan kepemimpinan profetik bukan sekadar sebagai keteladanan moral, tetapi sebagai kerangka kerja yang dapat dinilai melalui keterbukaan, partisipasi, perlindungan hak, dan kemaslahatan bersama.

References

Zainal Abidin Ahmad, Piagam Madinah: Konstitusi Tertulis Pertama di Dunia (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2014).

Zaid Tsabit Al Kalatini, Mohammad Taufiq Rahman, Mochamad Ziaul Haq, and Fauzan Hilmi Aziz, ‘The Concept of Religious Tolerance in the History of Islamic Civilization’, Jurnal Iman dan Spiritualitas, 5.1 (2025), 109-118 <https://doi.org/10.15575/jis.v5i1.43066>.

Virginia Braun, and Victoria Clarke, Thematic Analysis: A Practical Guide (London: SAGE, 2021).

John W. Creswell, and J. David Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 6th edn (Los Angeles: SAGE, 2023).

Muhammad Daffa, and Indra Anggara, ‘The Position of Local Religions in Interfaith Relations as a Form of Religious Moderation in Indonesia’, Indonesian Journal of Religion and Society, 5.2 (2023), 112-124 <https://doi.org/10.36256/ijrs.v5i2.369>.

Winda Febriana, Dona Nengsih, Asmendri Asmendri, and Milya Sari, ‘Meneladani Gaya Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam Pendidikan Islam’, Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 4.2 (2024), 217-222 <https://doi.org/10.54371/jiepp.v4i2.441>.

Satria Amir Makmun Gunawan, and Akhmad Nurul Kawakip, ‘Relevansi Nilai-Nilai Piagam Madinah dan Pendidikan Islam pada Era Multikultural di Indonesia’, Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8.2 (2024), 311-331 <https://doi.org/10.52431/murobbi.v8i2.3162>.

Muhammad Jafari, Hamdan Maghribi, and Abdul Matin bin Salman, ‘Konsep Kepemimpinan Profetik dalam Pendidikan Islam’, Alhamra Jurnal Studi Islam, 5.1 (2024), 97-109 <https://doi.org/10.30595/ajsi.v5i1.19644>.

Asnal Mala, and Wiwin Luqna Hunaida, ‘Exploring the Role of Religious Moderation in Islamic Education: A Comprehensive Analysis of Its Unifying Potential and Practical Applications’, Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 11.2 (2023), 173-196 <https://doi.org/10.15642/jpai.2023.11.2.173-196>.

Maryono Maryono, Dian Nur Anna, and Muhammad Wakhid Musthofa, ‘One Village, Three Houses of Worship: Exploring the Dynamics of Religious Tolerance in Indonesia’, Jurnal Sosiologi Reflektif, 19.1 (2024), 1-26 <https://doi.org/10.14421/qmhr0v26>.

Mafizatun Nurhayati, ‘Prophetic Leadership: The Evolution of Thought’, International Journal of Law Policy and Governance, 3.2 (2024), 112-124 <https://doi.org/10.54099/ijlpg.v3i2.1069>.

Halim Purnomo, ‘Prophetic Leadership: A Human Decision-Making Model in Islamic Educational Institutions’, Journal of Islamic Communication and Counseling, 4.2 (2025), 80-88 <https://doi.org/10.18196/jicc.v4i2.100>.

Harun Rasyid, Ahmad Bisyri Abd. Shomad, Hidayatulloh Hidayatulloh, Kamarusdiana Kamarusdiana, and Syamsul Yakin, ‘Multicultural Education in Islamic Boarding School’, TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9.1 (2022), 77-92 <https://doi.org/10.15408/tjems.v9i1.29071>.

Zahira Salma, Rahmat Hidayat, and Syahrul Mubarak Harahap, ‘The Medina Charter and Lessons of Multiculturalism in Contemporary Islamic Politics’, NEGREI: Academic Journal of Law and Governance, 4.2 (2024), 111-138 <https://doi.org/10.29240/negrei.v4i2.11387>.

Novi Nur Sholihat, and Putri Mega Shintia, ‘Metode Tafsir Maudhu’i Diperiksa Kembali’, Jurnal Iman dan Spiritualitas, 3.4 (2023), 657-666 <https://doi.org/10.15575/jis.v3i4.31105>.

Syafieh Syafieh, and M. Anzaikhan, ‘The Moderate Islam and Its Influence on Religious Diversity in Indonesia’, ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 23.2 (2022), 177-192 <https://doi.org/10.14421/esensia.v23i2.3262>.

Firda Amalia Thoyibah, and Hajizah Hajizah, ‘Model Kepemimpinan Profetik Rasulullah dalam Konteks Kepemimpinan Transformasional Modern’, IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3.3 (2025), 582-589 <https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i3.1100>.

Zahro Ulfaturrohmatiririn, Zulkipli Lessy, Isnan Arifin, Cahyaningtias Dwi Prabowo, Muhammad Zaki Mubarok, and Asih Rohmatul Listiani, ‘Managing Plurality to Boost Harmony among Religious Adherents in Indonesia’, Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 21.2 (2021), 137-146

Published

2026-09-28

Issue

Section

Artikel